Advertisement

iklan

16 Juli 2021: Retail Sales AS, BoJ Meeting, CPI Selandia Baru

Penulis

+ -

Data dan peristiwa berdampak hari ini adalah Retail Sales dan kepercayaan konsumen AS, Statement dan konferensi pers BoJ, serta CPI Selandia Baru.

iklan

iklan

Jumat, 16 Juli 2021

Sama dengan Australia, Biro Statistik Selandia Baru hanya merilis data CPI tiap kuartal dalam format quarter per quarter (q/q) dan quarter per year (q/y) atau inflasi tahunan. Data CPI yang mengukur tingkat inflasi ini selalu diperhatikan oleh RBNZ sebagai pertimbangan dalam menentukan suku bunga.

16 Juli 2021: Retail Sales AS, BoJ

Kuartal pertama lalu, CPI total q/q naik 0.8%, sesuai perkiraan dan menjadi yang tertinggi dalam setahun terakhir. Sementara untuk basis tahunan (q/y), CPI total naik 1.5%, lebih tinggi dari perkiraan naik 1.4%, dan merupakan yang tertinggi sejak kuartal kedua 2020. Naiknya inflasi disebabkan oleh meningkatnya harga makanan, perumahan, dan biaya transportasi.

Untuk kuartal kedua tahun 2021, diperkirakan CPI total q/q akan naik 0.7%, dan q/y akan akan naik 2.8%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan NZD menguat.

 

  • Waktu tentative: hasil meeting BoJ : pengumuman suku bunga bulan Juli 2021 dan statement kebijakan moneter BoJ (Berdampak medium-tinggi pada JPY).

Suku bunga diumumkan bersamaan dengan statement kebijakan moneter (Monetary Policy Statement) rata-rata 14 kali dalam setahun. Disamping suku bunga, statement juga berisi perkiraan kondisi ekonomi Jepang untuk waktu mendatang.

16 Juli 2021: Retail Sales AS, BoJ

Bulan Januari 2016, BoJ memotong suku bunganya menjadi negatif dari 0.0% ke -0.1%, penurunan pertama sejak tahun 2010 dan merupakan rekor suku bunga terendah. Tujuan pemotongan tersebut adalah untuk meningkatkan pertumbuhan dan menaikkan inflasi. Bulan September 2016, BoJ mengumumkan kebijakan yield curve control, dan pada bulan Juli 2017 menaikkan besaran stimulus dengan menambah pembelian bond pemerintah.

Karena laju inflasi belum juga naik, BoJ memutuskan untuk mengundurkan batas pencapaian target inflasi 2.0% dari tahun 2018 menjadi hingga tahun 2019. Bulan Januari 2018 lalu, BoJ secara di luar dugaan mengumumkan pengurangan pembelian obligasi pemerintah untuk jangka panjang.

Pada meeting terakhir 18 Juni lalu, BoJ memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada level -0.1% dan target yield hasil obligasi pemerintah sekitar 0%. Bank sentral juga memperpanjang program bantuan pandemi COVID-19 selama 6 bulan dari batas waktu bulan September.

Statement menyebutkan bahwa para pembuat kebijakan akan meluncurkan skema baru untuk menyediakan dana bagi lembaga keuangan yang berinvestasi atau memberikan pinjaman terkait isu perubahan iklim. BoJ juga mencatat bahwa trend ekonomi Jepang telah meningkat, meskipun tetap berada dalam situasi yang sulit akibat pandemi. Di sisi inflasi, CPI y/y telah berada di sekitar 0% akhir-akhir ini akibat kenaikan harga minyak, dan diproyeksikan kurang lebih tidak berubah.

Untuk bulan Juli 2021, diperkirakan BoJ masih akan mempertahankan suku bunga sebesar -0.1%. Statement kebijakan moneter BoJ bisa dibaca di sini.


  • Waktu tentative : BoJ Outlook Report (Berdampak tinggi pada JPY).

Dirilis setiap kuartal, Outlook Report berisi pandangan bank sentral terhadap kondisi perekonomian Jepang saat ini dan perkiraan tingkat inflasi, pengangguran, serta pertumbuhan. Outlook report kuartal ketiga tahun 2021 bisa dibaca di sini.

 

  • Waktu tentative : konferensi pers BoJ yang dihadiri gubernur Haruhiko Kuroda (Berdampak medium-tinggi pada JPY).

Kuroda akan menjelaskan kebijakan moneter yang baru jika terjadi perubahan seperti suku bunga, stimulus atau kebijakan lainnya, termasuk juga jika terjadi perubahan proyeksi ekonomi. Isi konferensi pers bisa dibaca di sini.

 

  • Jam 19:30 WIB: data Retail Sales AS bulan Juni 2021 (Berdampak tinggi pada USD).

Penjualan di tingkat retailer adalah indikator awal bagi kepercayaan konsumen, permintaan, dan pengeluaran konsumen yang menunjukkan aktivitas ekonomi secara keseluruhan dan pada akhirnya akan mempengaruhi pertumbuhan. Rilis data menunjukkan persentase perubahan penjualan ritel dibandingkan bulan sebelumnya.

Ada dua rilis yang diperhatikan, yakni penjualan ritel inti yang tidak termasuk otomotif (Core Retail Sales atau Retail Sales Ex Autos) dan penjualan ritel total atau disebut juga Advance Retail Sales. Masing-masing data dihitung dalam basis bulanan (month over month atau m/m) dan tahunan (year over year atau y/y). Dalam hal ini, penjualan ritel bulanan dinilai lebih berdampak.

Retail Sales AS

Bulan Mei lalu, Advance Retail Sales AS m/m turun 1.3% (atau -1.3%), jauh lebih rendah dari perkiraan turun 0.6%, dan menjadi yang terendah dalam 3 bulan terakhir. Penjualan ritel inti turun 0.7%, lebih rendah dari perkiraan naik 0.4%, dan merupakan yang terendah dalam 3 bulan. Sementara itu, Advance Retail Sales bulan Mei 2021 y/y naik hingga 28.1%.

Penurunan penjualan ritel bulan Mei 2021 terjadi pada toko kendaraan bermotor, toko elektronik, material bangunan, dan furnitur. Akan tetapi, penjualan di stasiun bahan bakar, toko pakaian, serta makanan dan minuman mengalami kenaikan.

Untuk bulan Juni 2021, diperkirakan Advance Retail Sales m/m akan kembali turun 0.4%, Core Retail Sales m/m akan naik 0.4%, dan Advance Retail Sales y/y diperkirakan naik 14.0%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

Data yang dirilis oleh University of Michigan (UoM) 2 kali setiap bulan ini mengukur kepercayaan konsumen terhadap kondisi bisnis dan keuangan di AS. Indeks kepercayaan konsumen UoM adalah salah satu yang selalu diperhatikan investor disamping indeks Conference Board (CB) Consumer Confidence.

Disebut juga sebagai Thomson Reuters/University of Michigan's Consumer Sentiment, indeks dibuat berdasarkan survei terhadap 500 konsumen mengenai kondisi ekonomi AS saat ini dan yang akan datang. Data dirilis dalam 2 versi dengan selang waktu 2 minggu, yaitu Preliminary (data awal) dan Revised (data final). Dari keduanya, indeks Preliminary dinilai lebih berdampak karena dirilis lebih awal.

16 Juli 2021: Retail Sales AS, BoJ

Indeks UoM Consumer Sentiment AS bulan Juni 2021 edisi final menunjukkan angka 85.5, lebih rendah dari perkiraan 86.5, tetapi lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang 82.9. Indeks current economic conditions turun dari 89.4 menjadi 88.6, sementara indeks consumer expectations naik dari 78.8 menjadi 83.5.

Untuk indeks UoM Preliminary bulan Juli 2021 diperkirakan naik menjadi 86.5. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.

 

Keterangan : Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Download Seputarforex App

Arsip Analisa By : Martin
296056
Penulis

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Buka melalui
https://bit.ly/seputarforex

Atau akses dengan cara:
PC   |   Smartphone

AWAS
Grup Telegram Palsu Mengatasnamakan Seputarforex!

Baca Selengkapnya Di Sini