Advertisement

iklan

18-19 Desember 2019: CPI Inggris Dan Kanada, IFO Jerman, GDP New Zealand

Data dan peristiwa berdampak hari ini: CPI Inggris dan Kanada, indeks IFO Jerman, persediaan minyak AS, serta pidato Lagarde ECB, Carney BoE, dan Brainard Fed. Besok ada GDP New Zealand dan pidato Evans Fed.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Rabu, 18 Desember 2019:

  • Jam 02:15 WIB: pidato gubernur BoE Mark Carney (Berdampak tinggi pada GBP).

Mark Carney dijadwalkan berbicara dalam acara yang diadakan oleh ECB di Frankfurt. Isi pidato Carney bisa dibaca di sini.

 

  • Jam 15:30 WIB: pidato Presiden ECB Christine Lagarde (Berdampak tinggi pada EUR).

Presiden ECB Christine Lagarde dijadwalkan berbicara di Frankfurt. Isi pidato Lagarde bisa dibaca di sini.

 

  • Jam 16:00 WIB: indeks kepercayaan bisnis Jerman versi IFO bulan Desember 2019 (Berdampak medium pada EUR).

Indikator ini dirilis oleh IFO atau Information and Forschung, lembaga riset ekonomi di Munich yang merupakan think-tanks terbesar dan terpenting bagi perekonomian Jerman khususnya, dan kawasan Eropa pada umumnya. Indeks dibuat dengan melakukan survei pada sekitar 7000 perusahaan dan pelaku bisnis di Jerman, mengenai kondisi perekonomian saat ini (current condition) dan perkiraan untuk 6 bulan ke depan (future expectations).

Indeks sentimen bisnis IFO merupakan indikator awal bagi pengeluaran untuk investasi baru (ekspansi) dan perekrutan tenaga kerja, sehingga akan berdampak pada pertumbuhan. Indeks ini menggunakan angka 100 sebagai patokan. Indeks di atas 100 berarti sentimen bisnis positif, sedangkan di bawah 100 menandakan sentimen bisnis negatif.

18-19 Desember 2019: CPI Inggris Dan

Bulan November lalu, indeks kepercayaan bisnis Jerman berada pada 95.0, sedikit lebih tinggi dari perkiraan 94.9, dan menjadi yang tertinggi dalam 4 bulan terakhir. Pada bulan November 2019, indeks business expectations naik dari 91.6 ke 92.1, dan indeks current conditions naik dari 97.8 ke 97.9. Kenaikan sentimen bisnis terjadi pada sektor perdagangan dan sevice providers, sementara sektor manufaktur mengalami penurunan.

Untuk bulan Desember 2019, diperkirakan indeks IFO akan naik menjadi 95.6. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan EUR menguat.

 

CPI adalah pengukur utama tingkat inflasi yang selalu diperhatikan bank sentral sebagai pertimbangan utama dalam menentukan suku bunga. Ada 2 rilis yang diperhatikan, yaitu CPI inti (Core CPI) dan CPI total. CPI inti tidak memperhitungkan kategori makanan, minuman, dan energi (bahan bakar minyak dan gas). Data yang dirilis masing-masing untuk month over month (m/m) yang dibandingkan dengan bulan sebelumnya, dan year over year (y/y) yang dibandingkan dengan bulan sama pada tahun sebelumnya.

Yang paling berdampak adalah CPI total y/y (inflasi tahunan) karena digunakan sebagai acuan oleh BoE. Selain CPI, pada saat bersamaan juga dirilis data Producer Price Index (PPI) dan Retail Price Index (RPI) yang hanya mengukur barang-barang konsumsi utama serta biaya sewa tempat tinggal (y/y). Meskipun begitu, dampak CPI jauh lebih tinggi dari kedua laporan tersebut.

18-19 Desember 2019: CPI Inggris Dan

Bulan Oktober lalu, inflasi tahunan Inggris naik 1.5%, lebih rendah dari perkiraan naik 1.6%, dan menjadi yang terendah sejak bulan November 2016. Sementara untuk basis bulanan (m/m), inflasi turun 0.2% (atau -0.2%), lebih rendah dari perkiraan - 0.1%, dan merupakan yang terendah sejak bulan Januari lalu.

Naiknya inflasi tahunan bulan Oktober disebabkan oleh meningkatnya harga rumah, energi, makanan dan minuman, pakaian, serta biaya transportasi. CPI inti bulan Oktober 2019 y/y naik 1.7%, sesuai dengan perkiraan dan sama dengan bulan sebelumnya (tertinggi dalam 3 bulan).

Untuk bulan November 2019, diperkirakan CPI total y/y akan naik 1.4%, m/m akan naik 0.2%, dan CPI inti y/y akan kembali naik 1.7%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan GBP menguat.

 

Indikator ini mengukur perubahan harga di tingkat produsen dan akan mempengaruhi tingkat inflasi di Inggris. Bulan Oktober lalu, PPI m/m Inggris turun 1.3% (atau -1.3%), lebih rendah dari perkiraan turun 1.1%, dan menjadi yang terendah sejak bulan Februari lalu. Sementara untuk y/y, PPI naik 0.8%, terendah sejak bulan Agustus 2016.

Untuk bulan November 2019, diperkirakan PPI input m/m akan stagnan atau 0.0%, sementara data y/y diperkirakan kembali naik 0.8%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan GBP.

 

  • Jam 17:15 WIB: pidato anggota FOMC Lael Brainard (Berdampak medium pada USD).

Lael Brainard dijadwalkan berbicara dalam panel diskusi yang diadakan oleh ECB di Frankfurt. Isi pidato Brainard bisa dibaca di sini.

 

  • Jam 20:30 WIB: data CPI Kanada bulan November 2019 (Berdampak tinggi pada CAD).

Indikator yang mengukur tingkat inflasi ini dirilis oleh Biro Statistik Kanada. Ada dua laporan yang dipublikasikan, yakni CPI inti (Core CPI) dan CPI total. CPI inti disebut juga dengan Bank of Canada Core CPI, dan tidak memperhitungkan harga makanan serta energi. Baik CPI intil maupun total dirilis dalam format month over month (m/m) yang dibandingkan dengan data bulan sebelumnya, dan year over year (y/y) yang dibandingkan dengan data bulan sama pada tahun sebelumnya. Semua jenis data CPI dianggap berdampak tinggi.

18-19 Desember 2019: CPI Inggris Dan

Bulan Oktober lalu, CPI total y/y naik 1.9%, sesuai dengan perkiraan dan sama dengan bulan sebelumnya (terendah dalam 7 bulan terakhir). Sementara untuk basis m/m, inflasi naik 0.3%, sesuai dengan perkiraan dan merupakan yang tertinggi dalam 3 bulan.

Kenaikan inflasi tahunan bulan Oktober terutama disebabkan oleh meningkatnya biaya transportasi, sewa tempat tinggal, harga makanan, pakaian, biaya perawatan kesehatan, dan pendidikan. CPI inti bulan Oktober y/y juga naik 1.9%, sesuai dengan perkiraan dan menjadi yang terendah dalam 6 bulan terakhir. Sementara untuk CPI m/m naik 0.4%, tertinggi dalam 5 bulan terakhir.

Untuk bulan November 2019, diperkirakan CPI total y/y akan naik 2.2 dan CPI inti y/y akan kembali naik 1.9%. Di sisi lain, CPI m/m diproyeksi turun 0.1% (atau -0.1%). Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan CAD menguat.

 

  • Jam 22:30 WIB: data persediaan minyak untuk industri di AS per 13 Desember 2019 (Berdampak medium-tinggi pada WTI/USD dan CAD).

Data yang disebut juga dengan Crude Stocks atau Crude Levels ini dirilis tiap minggu oleh Energy Information Administration (EIA) AS, dan mengukur perubahan jumlah persediaan minyak mentah (dalam satuan barel) untuk industri di AS.

Meski indikator ini dirilis oleh AS, tapi bisa berdampak juga pada CAD mengingat impor sebagian minyak mentah AS berasal dari Kanada. Indikator ini juga akan mempengaruhi harga minyak di AS dan akan berdampak pada tingkat inflasi.

18-19 Desember 2019: CPI Inggris Dan

Minggu lalu, persediaan minyak untuk industri bertambah 0.82 juta barel, lebih tinggi dari perkiraan berkurang 2.90 juta barel, dan lebih tinggi dari minggu sebelumnya yang berkurang 4.86 juta barel. Untuk minggu ini, persediaan minyak diperkirakan berkurang 1.80 juta barel.

Jika hasil rilis lebih tinggi dari perkiraan, maka harga WTI/USD akan cenderung melemah karena diasumsikan permintaan akan berkurang. Sebaliknya, jika lebih rendah dari perkiraan, maka harga WTI/USD akan cenderung menguat karena diasumsikan permintaan akan meningkat.

Namun demikian, persediaan minyak di AS hanya salah satu faktor yang menggerakkan harga minyak dunia. Yang paling berdampak adalah kebijakan negara-negara penghasil minyak mengenai kuota produksi, pernyataan pejabat negara penghasil minyak, dan situasi politik di Timur Tengah. Rilis data persediaan minyak di AS tidak bisa dipastikan akan selalu mempengaruhi harga minyak dunia.

 

Kamis, 19 Desember 2019:

  • Jam 00:40 WIB: pidato anggota FOMC Charles Evans (Berdampak medium pada USD).

Presiden Federal Reserve Bank of Chicago yang juga anggota FOMC, Charles Evans, dijadwalkan berbicara di Economic Club of Indiana, Indianapolis.  Isi pidato Evans bisa dibaca di sini.

 

GDP menyatakan nilai total barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam periode waktu tertentu, serta dinyatakan dalam persentase perubahan yang dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tidak seperti negara-negara mata uang utama lainnya yang merilis data GDP per kuartal 3 kali (Preliminary, Second Release, dan Final), Selandia Baru hanya merilis GDP sekali per kuartal pada sekitar 80 hari setelah berakhirnya kuartal tersebut.

18-19 Desember 2019: CPI Inggris Dan

Kuartal kedua lalu, GDP Selandia Baru tumbuh 0.5%, lebih tinggi dari perkiraan tumbuh 0.4%, tetapi menjadi yang terendah sejak kuartal ketiga 2018. Kenaikan GDP kuartal kedua disebabkan oleh meningkatnya sektor transportasi, perdagangan, industri, dan jasa.

Untuk kuartal ketiga tahun 2019, diperkirakan GDP akan kembali tumbuh 0.5%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan NZD menguat.

 

Keterangan: Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Arsip Analisa By : Martin
291346

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.