26-27 September 2018: FOMC Dan RBNZ Meeting

Data dan peristiwa berdampak hari ini adalah persediaan minyak dan New Home Sales AS. Besok ada rapat FOMC dan konferensi pers Powell, juga rapat RBNZ dan konferensi pers Orr.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Rabu, 26 September 2018:

  • Jam 21:00 WIB: data New Home Sales AS bulan Agustus 2018 (Berdampak rendah-medium pada USD).

Data ini dirilis oleh Biro Sensus AS dan mengukur jumlah penjualan rumah baru di AS selama periode satu bulan. Rilis data ini berdampak tinggi, karena penjualan rumah baru akan memicu konsumsi produk-produk lainnya. Selain itu, perusahaan leasing dan broker property juga akan memperoleh penghasilan dari transaksi jual beli rumah tersebut.

Indikator ini sering digunakan sebagai konfirmator tren penjualan perumahan dan pengeluaran konsumen. Jika perekonomian sedang mengalami kontraksi atau resesi, New Home Sales adalah salah satu indikator fundamental yang mengisyaratkan keadaan tersebut.


26-27 September 2018: FOMC Dan RBNZ

 

Bulan Juli lalu, penjualan rumah baru di AS merosot 1.7% ke 627,000 unit dibandingkan bulan sebelumnya, lebih rendah dari perkiraan 643,000 unit, dan menjadi yang terendah sejak bulan Oktober tahun lalu. Penurunan tersebut disebabkan oleh penjualan rumah baru di bagian selatan yang merosot 3.3%, dan bagian timur laut yang berkurang 52.3%. Untuk bulan Agustus 2018, diperkirakan penjualan rumah baru akan mencapai 630,000 unit. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

  • Jam 21:30 WIB: data persediaan minyak untuk industri di AS per 21 September 2018 (Berdampak tinggi pada WTI/USD dan CAD).

Data ini dirilis tiap minggu oleh Energy Information Administration (EIA) AS, dan disebut juga dengan Crude Stocks atau Crude Levels, yang mengukur perubahan jumlah persediaan minyak mentah (dalam satuan barel) untuk industri di AS. Meski indikator ini dirilis oleh AS, tapi bisa berdampak juga pada CAD, mengingat impor sebagian minyak mentah AS berasal dari Kanada. Indikator ini juga akan mempengaruhi harga minyak di AS dan akan berdampak pada tingkat inflasi.


26-27 September 2018: FOMC Dan RBNZ

 

Minggu lalu, persediaan minyak untuk industri berkurang 2.06 juta barel (atau -2.06 juta barel), lebih baik dari perkiraan berkurang 2.70 juta barel, dan merupakan penyusutan stok terendah dalam 3 minggu terakhir. Untuk minggu ini, persediaan minyak diperkirakan akan kembali berkurang 0.70 juta barel. Jika persediaan minyak di AS lebih tinggi dari perkiraan, maka harga WTI/USD akan cenderung melemah karena diasumsikan permintaan akan berkurang. Sebaliknya jika lebih rendah dari perkiraan, maka harga WTI/USD akan cenderung menguat karena diasumsikan permintaan akan meningkat.

Namun demikian, persediaan minyak di AS hanya salah satu faktor yang menggerakkan harga minyak dunia. Yang paling berdampak adalah kebijakan negara-negara penghasil minyak mengenai kuota produksi, pernyataan pejabat negara penghasil minyak, dan situasi politik di Timur Tengah. Rilis data persediaan minyak di AS tidak bisa dipastikan akan selalu mempengaruhi harga minyak dunia.

 

Kamis, 27 September 2018:

  • Jam 01:00 WIB: hasil meeting FOMC:

1. Statement FOMC dan pengumuman suku bunga The Fed bulan September 2018 (Berdampak tinggi pada USD).

FOMC memberikan Statement mengenai kebijakan moneter rata-rata 8 kali dalam setahun, bersamaan dengan pengumuman suku bunga. Penentuan suku bunga dilakukan dengan cara Voting. Hasil Voting secara individu beserta komentar-komentarnya dimuat dalam Statement FOMC yang dirilis seusai meeting. Selain suku bunga, Statement juga berisi mengenai kebijakan lain dan perkiraan kondisi ekonomi di waktu mendatang yang bisa mempengaruhi kebijakan bank sentral.


26-27 September 2018: FOMC Dan RBNZ

 

Pada meeting terakhir 1-2 Agustus lalu yang tidak disertai dengan konferensi pers, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan sebesar 1.75% hingga 2.00%, sesuai dengan perkiraan pasar. Statement dianggap hawkish dengan Outlook ekonomi yang solid dan tetap mengagendakan kenaikan dua kali lagi dalam tahun ini, yaitu pada bulan September dan Desember.

Pada pertemuan hari ini, diperkirakan The Fed akan kembali menaikkan suku bunga sebesar 0.25% ke level 2.00% hingga 2.25%. Perkiraan dari CME FedWatch untuk kenaikan ini telah mencapai 93.8%. Kemungkinan Rate Hike juga didukung oleh solidnya pasar tenaga kerja AS, upah rata-rata per jam yang meningkat, dan pertumbuhan ekonomi yang naik melebihi ekspektasi. Upah rata-rata per jam y/y naik 2.9%, tertinggi sejak Juni 2009, sementara Core PCE Price Index y/y naik 2.0%, telah sesuai dengan target The Fed.

Pasar telah men-discount kenaikan ini. Karena itu, perhatian investor akan lebih tertuju pada proyeksi kenaikan suku bunga (dot plot) untuk tahun depan, dan sikap The Fed terhadap risiko perang dagang. Pergerakan USD juga masih akan dipengaruhi oleh hasil Voting dan pernyataan serta komentar Jerome Powell pada konferensi pers, yang digelar 30 menit setelah rilis Statement dan proyeksi ekonomi. Jika dianggap hawkish, maka USD akan menguat. Statement meeting hari ini bisa dibaca di sini.

 

2. Proyeksi ekonomi AS (Berdampak tinggi pada USD).

Laporan ini meliputi proyeksi FOMC untuk inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan tingkat pengangguran untuk dua tahun mendatang. Proyeksi dirilis 4 kali dalam setahun. Pada proyeksi terakhir yang dirilis tanggal 14 Juni lalu, The Fed merevisi naik estimasi pertumbuhan tahun ini dari 2.7% ke 2.8%, sedangkan tingkat pengangguran diproyeksikan turun dari 3.8% ke 3.6%. Suku bunga dalam tahun ini diproyeksikan akan naik sebanyak 2 kali lagi.

Pada proyeksi ekonomi hari ini, diperkirakan akan ada revisi menyusul positifnya data fundamental ekonomi AS. Akan tetapi, juga ada risiko akibat perang dagang. Proyeksi pada meeting terakhir bisa dibaca di sini, dan untuk Statement meeting hari ini bisa diunduh di sini.

 

  • Jam 01:30 WIB: konferensi pers FOMC yang dihadiri ketua The Fed Jerome Powell (Berdampak tinggi pada USD).


26-27 September 2018: FOMC Dan RBNZ

 

Perhatian pelaku pasar akan tertuju pada keterangan Powell mengenai frekuensi kenaikan suku bunga dalam tahun ini, dan prediksinya untuk tahun depan. Pernyataan "tergantung dari data fundamental ekonomi" seperti yang pernah dilontarkan Janet Yellen di masa lalu tidak akan dianggap hawkish. Selain itu, komentar mengenai dampak perang dagang terhadap pertumbuhan ekonomi AS akan dianggap dovish.

Menurut analis, perang dagang akan sangat mempengaruhi aktivitas arus perdagangan dan pertumbuhan ekonomi global, termasuk aktor utamanya, yakni AS dan China. Diperkirakan, pertumbuhan ekonomi AS akan melambat jika perang dagang terus berlangsung. Apabila komentar dan pernyataan Powell dianggap hawkish, maka USD akan menguat. Sebaliknya jika dianggap dovish, maka USD akan melemah. Konferensi pers Powell bisa dipantau di sini.

 

  • Jam 04:00 WIB: hasil rapat RBNZ: pengumuman suku bunga bulan September 2018 dan Statement kebijakan moneter RBNZ (Berdampak tinggi pada NZD).

Gubernur RBNZ menentukan suku bunga acuan atau yang lazim disebut Official Cash Rate (OCR), setelah berkonsultasi dengan beberapa bankir senior dan para penasehatnya. Suku bunga RBNZ dijadwalkan rilis 8 kali dalam setahun.


26-27 September 2018: FOMC Dan RBNZ

 

Sepanjang tahun 2016, RBNZ telah memangkas OCR sebanyak 3 kali. Pemotongan suku bunga pertama yang sebesar 0.25% ke +2.25% terjadi pada bulan Maret, dan disebabkan oleh ketidakpastian pertumbuhan ekonomi global khususnya China, ekspektasi inflasi Selandia Baru yang cenderung turun, serta masih lemahnya harga komoditi terutama susu. Pemangkasan kedua terjadi di bulan Agustus 2016. RBNZ kembali menurunkan suku bunga sebesar 0.25% ke +2.00%, karena tingkat inflasi dan harga produk susu yang masih rendah. Pada bulan November 2016, suku bunga dipotong untuk yang ketiga kalinya. Pemangkasan sebesar 0.25% ke +1.75% itu diakibatkan oleh inflasi yang masih rendah dan apresiasi mata uang NZD. Tingkat suku bunga ini adalah yang terendah sejak tahun 1985.

Pada meeting terakhir 9 Agustus lalu, OCR dipertahankan sebesar +1.75%. Statement bank sentral menggarisbawahi Outlook ekonomi yang sesuai harapan, tingkat inflasi yang diharapkan akan naik seiring dengan kenaikan harga minyak, serta melemahnya nilai tukar NZD. Bank sentral juga menegaskan bahwa tingkat suku bunga rendah masih akan berlangsung sepanjang tahun 2019 hingga 2020.

Meski data GDP kuartal kedua naik 1.0%, tertinggi dalam 2 tahun, tetapi RBNZ diprediksi masih akan mempertahankan OCR di level +1.75%, dengan Statement yang diperkirakan akan hawkish. Jika RBNZ menaikkan OCR, maka NZD akan cenderung menguat. Statement kebijakan moneter pada meeting hari ini bisa dibaca di sini.

 

  • Jam 05:00 WIB: konferensi pers RBNZ yang dihadiri gubernur Adrian Orr (Berdampak tinggi pada NZD).


26-27 September 2018: FOMC Dan RBNZ

 

Konferensi pers Adrian Orr bisa dipantau secara Live di sini.



Keterangan
: Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Pair Rate    
AUD/JPY 74.48 74.48 -10
AUD/USD 0.6874 0.6874 -2
EUR/CHF 1.1196 1.1196 0
EUR/USD 1.1190 1.1190 -4
GBP/JPY 136.06 136.06 -13
GBP/USD 1.2556 1.2556 -1
NZD/USD 0.6528 0.6528 -1
USD/CAD 1.3379 1.3379 2
USD/CHF 1.0005 1.0005 4
USD/JPY 108.35 108.35 -9
19 Jun 12:10