31 Juli-1 Agustus 2019: FOMC, ADP Non Farm, CPI Eurozone, GDP Kanada

289449

Data berdampak hari ini adalah ADP Non Farm AS, CPI Eurozone dan Australia, GDP Kanada, PMI Manufaktur China, dan indeks ANZ New Zealand. Besok ada suku bunga The Fed dan konferensi pers Powell.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Rabu, 31 Juli 2019:

  • Jam 08:00 WIB: indeks Manufacturing PMI dan Non Manufacturing China versi CFLP bulan Juli 2019 (Berdampak medium pada AUD dan NZD).

Indeks Manufacturing dan Non-Manufacturing PMI versi China Federation of Logistics and Purchasing (CFLP) ini dirilis setiap bulan, dengan dampak yang hampir sama dengan yang dirilis Markit (indeks Caixin Manufacturing PMI). Angka rilis di atas 50.0 menunjukkan ekspansi sektor manufaktur atau sektor jasa, sedangkan rilis di bawah angka 50.0 menunjukkan terjadinya kontraksi.

31 Juli-1 Agustus 2019: FOMC, ADP Non
Bulan Juni lalu, indeks Manufacturing PMI berada pada angka 49.4, lebih rendah dari perkiraan 49.5, dan sama dengan bulan sebelumnya (terendah dalam 4 bulan). Pada bulan Juni 2019, new orders, tenaga kerja, dan ekspor mengalami kontraksi. Sementara untuk indeks Non Manufacturing PMI bulan Juni berada pada angka 54.2, terendah dalam 6 bulan terakhir.

Untuk bulan Juli 2019, diperkirakan indeks Manufacturing PMI China akan berada pada angka 49.6, dan Non Manufacturing akan kembali berada pada angka 54.0. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan berdampak positif pada mata uang AUD, CAD, dan NZD, karena ketiga negara yang menggunakan mata uang tersebut masing-masing menjadikan China sebagai negara tujuan ekspor utama.

 

  • Jam 08:00 WIB: indeks kepercayaan bisnis Selandia Baru versi ANZ bulan Juli 2019 (Berdampak tinggi pada NZD).

Indikator ini dirilis setiap bulan kecuali pada bulan Januari, dan disebut juga dengan NBNZ Business Confidence. Data dibuat berdasarkan survei terhadap sejumlah pelaku industri dan pebisnis mengenai kondisi bisnis di Selandia Baru 12 bulan mendatang. Angka indeks yang positif (lebih besar dari nol) mencerminkan optimisme para pelaku bisnis, sedangkan indeks negatif mencerminkan pesimisme.

31 Juli-1 Agustus 2019: FOMC, ADP Non
Bulan Juni lalu, indeks kepercayaan bisnis berada pada angka -38.1, jauh lebih rendah dari perkiraan -22.7, dan menjadi yang terendah sejak bulan September 2018. Untuk bulan Juli 2019, diperkirakan indeks akan naik ke -34.9. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan NZD.

 

Tidak seperti negara-negara mata uang utama yang merilis data CPI setiap bulan, Biro Statistik Australia merilis data CPI total tiap kuartal dalam format quarter per quarter (q/q) dan quarter per year (q/y) atau inflasi tahunan. Meski relatif terlambat dibandingkan negara mata uang utama lainnya, CPI Australia adalah salah satu indikator penting yang sangat diperhatikan RBA sebagai pertimbangan dalam menentukan suku bunga.

31 Juli-1 Agustus 2019: FOMC, ADP Non
Kuartal pertama lalu CPI total q/q stagnan atau 0.0%, lebih rendah dari perkiraan naik 0.2%, dan menjadi yang terendah dalam 3 tahun terakhir. Sementara untuk inflasi tahunan (q/y), inflasi konsumen total naik 1.3%. Meningkatnya inflasi tahunan kuartal kedua disebabkan oleh kenaikan di sektor harga makanan dan minuman non alkohol (+2.3%), harga rumah (+0.8%), jasa keuangan (+1.1%), dan biaya pendidikan (+2.9%). Akan tetapi, CPI total q/y di 1.3% merupakan yang terendah sejak kuartal ketiga 2016.

Untuk kuartal kedua tahun 2019, diperkirakan CPI total q/q akan naik 0.5%, dan q/y akan naik 1.5%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan AUD menguat.

 

  • Jam 16:00 WIB: data CPI Flash Estimate kawasan Euro bulan Juli 2019 (Berdampak medium-tinggi pada EUR).

CPI kawasan Euro dirilis 2 kali dalam sebulan, yaitu Flash (data awal) dan Final. Angka estimasi tingkat inflasi ini dirilis oleh Eurostat berdasarkan masukan data CPI awal dari 19 negara anggota kawasan Euro. Meski mungkin ada kekurangan tentang detail dari kategori barang sebagai acuannya, Flash Estimate tetap dianggap berdampak karena merupakan data CPI kawasan Euro yang paling awal dirilis.

Dilihat dari waktu pengukurannya, data yang berdampak tinggi adalah inflasi tahunan, yaitu persentase perubahan harga yang dibandingkan dengan bulan sama pada tahun sebelumnya (year over year atau y/y). Ada 2 rilis yang diperhatikan, yaitu CPI inti (Core CPI) dan CPI total. CPI inti tidak memperhitungkan kategori barang makanan, minuman, dan energi.

Untuk kawasan Euro, yang berdampak tinggi adalah CPI total y/y, yang menunjukkan tingkat inflasi tahunan kawasan. Bank sentral Eropa (ECB) selalu mengacu pada CPI total y/y untuk menentukan target inflasi dan perubahan tingkat suku bunga.

31 Juli-1 Agustus 2019: FOMC, ADP Non
CPI total y/y kawasan Euro bulan Juni lalu naik ke +1.3%, lebih tinggi dari perkiraan dan bulan sebelumnya yang +1.2%. Sementara itu, CPI inti y/y +1.1%, lebih tinggi dari perkiraan +1.0% dan bulan sebelumnya yang +0.8%. Dalam basis bulanan (m/m), CPI total bulan Juni 2019 naik 0.2%, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang naik 0.1%. Menguatnya inflasi tahunan bulan Juni terutama disebabkan oleh meningkatnya harga energi, makanan, dan sektor jasa.

Untuk bulan Juli 2019, diperkirakan CPI total dan CPI inti y/y kawasan Euro akan naik 1.0%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan EUR menguat.

 

  • Jam 19:15 WIB: data Non Farm Employment Change AS versi ADP bulan Juli 2019 (Berdampak medium-tinggi pada USD)

Indikator ini disebut juga dengan ADP Jobs Report atau ADP Employment Report. Data yang dibuat oleh Automatic Data Processing, Inc. (ADP), laporan ketenagakerjaan ini didasarkan pada hasil riset tenaga kerja di luar sektor pertanian, yang dilakukan oleh ADP Research Institute dan Moody’s Analytics. ADP Jobs Report sendiri dianggap sebagai indikator awal data Non-Farm Payrolls (NFP) dari biro statistik tenaga kerja AS yang akan dirilis Jumat mendatang. Meski versi ADP ini bisa berdampak, tapi pengaruhnya tidak sebesar dampak rilis NFP.

31 Juli-1 Agustus 2019: FOMC, ADP Non
Bulan Juni lalu, perkiraan dari ADP untuk jumlah jobs di AS bertambah 102,000, lebih rendah dari perkiraan bertambah 140,000 jobs, tetapi lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang hanya bertambah 41,000 jobs. Pertambahan tenaga kerja diperkirakan terjadi pada tenaga profesional dan bisnis, sektor jasa, serta pendidikan. Sementara itu, sektor konstruksi dan pertambangan mengalami kontraksi.

Untuk bulan Juli 2019, diperkirakan jumlah jobs di AS versi ADP Report akan bertambah 150,000 jobs. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

GDP menunjukkan nilai total barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam periode waktu tertentu, dan dianggap sebagai ukuran pertumbuhan ekonomi suatu negara. Tidak seperti negara-negara mata uang utama lainnya yang hanya merilis data GDP tiap kuartal, Kanada juga merilis GDP tiap bulan dan relatif agak terlambat. Meski demikian, dampak terhadap pergerakan mata uangnya cukup tinggi, terutama data GDP month over month (m/m) yang dibandingkan dengan data bulan sebelumnya.

31 Juli-1 Agustus 2019: FOMC, ADP Non
Kuartal pertama lalu, GDP Kanada tumbuh 0.1%, lebih rendah dari perkiraan tumbuh 0.5%, dan sama dengan kuartal sebelumnya (terendah sejak kuartal kedua 2016). Pada kuartal pertama 2019, pengeluaran konsumen naik 0.9%, sedangkan ekspor mengalami kontraksi 1.0%. Sementara itu, GDP bulan April 2019 mengalami kenaikan 0.3%, lebih tinggi dari perkiraan naik 0.2%, tetapi lebih rendah dari bulan sebelumnya yang naik 0.5%.

GDP kuartal kedua tahun 2019 akan dirilis 30 Agustus 2019, sementara GDP bulan Mei 2019 yang akan rilis hari ini diperkirakan mengalami pertumbuhan 0.1%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan CAD menguat.

 

Kamis, 1 Agustus 2019:

  • Jam 01:00 WIB: hasil meeting FOMC : Statement FOMC dan pengumuman suku bunga The Fed bulan Juli 2019 (Berdampak tinggi pada USD).

FOMC memberikan Statement mengenai kebijakan moneter rata-rata 8 kali dalam setahun, bersamaan dengan pengumuman suku bunga. Penentuan suku bunga dilakukan dengan cara voting, dan hasil voting secara individu serta komentar-komentarnya dimuat dalam Statement FOMC yang dirilis seusai meeting. Selain suku bunga, Statement juga berisi mengenai kebijakan lainnya dan perkiraan kondisi ekonomi di waktu mendatang yang bisa mempengaruhi kebijakan bank sentral.

31 Juli-1 Agustus 2019: FOMC, ADP Non
Pada meeting terakhir 19-20 Juni lalu, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada level +2.50%, sesuai dengan perkiraan pasar. Salah satu anggota FOMC, James Bullard, menyatakan keberatan atas keputusan tersebut. Bullard memberi saran agar penurunan suku bunga dilakukan segera.

Para anggota komite juga memberi sinyal kemungkinan memangkas suku bunga sebanyak dua kali pada tahun 2019. Hal ini sebagai antisipasi atas meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan penurunan tingkat inflasi. Pertimbangan lain adalah meningkatnya ketegangan perang dagang antara AS dan China, yang bisa berdampak pada perekonomian AS.

Meski demikian, The Fed mencatat bahwa pasar tenaga kerja dan pengeluaran konsumen masih kuat. Dengan demikian, FOMC akan bertindak sesuai kebutuhan agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga. Pernyataan ini memicu ekspektasi bahwa bank sentral AS tersebut berniat memangkas suku bunga acuan setidaknya sekali pada tahun ini.

Pada proyeksi ekonomi, The Fed merevisi turun proyeksi inflasi (PCE inflation) untuk tahun ini dan tahun depan, tetapi merevisi turun tingkat pengangguran, dan merevisi naik pertumbuhan untuk tahun depan dari 1.9% ke 2.0%. Secara umum, Statement FOMC bulan Juni dan pernyataan Powell dianggap lebih dovish dari yang diperkirakan, sehingga USD melemah.

Data terakhir menunjukkan, inflasi bulan Juni y/y turun ke +1.6%, dan data awal GDP kuartal kedua tahun ini merosot ke +2.1%. Dari data tersebut dan testimoni Powell di hadapan kongres beberapa waktu lalu, maka untuk bulan Juli 2019 ini, The Fed diperkirakan menurunkan suku bunga acuan sebesar 0.25% pada level 2.00% hingga 2.25%.

Kemungkinan pemotongan suku bunga ini telah diperhitungkan pasar. Karenanya, fokus perhatian akan lebih tertuju pada isi Statement yang akan dirilis seusai meeting dan isi konferensi pers Jerome Powell. Jika Statement dianggap hawkish, maka USD akan cenderung menguat. Sebaliknya, jika Statement dianggap dovish, USD akan cenderung melemah. Statement meeting hari ini bisa dibaca di sini.

 

  • Jam 01:30 WIB: konferensi pers FOMC yang dihadiri ketua The Fed Jerome Powell (Berdampak tinggi pada USD).

31 Juli-1 Agustus 2019: FOMC, ADP Non
Perhatian pelaku pasar akan tertuju pada keterangan Powell mengenai prospek pemotongan suku bunga dalam tahun ini. Jika pernyataan dan komentar Powell dianggap hawkish, maka USD akan menguat. Sedangkan jika dianggap dovish, USD akan cenderung melemah. Konferensi pers Jerome Powell bisa dipantau di sini.

 

Keterangan: Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Pair Rate    
AUD/JPY 74.19 74.19 -1
AUD/USD 0.6818 0.6818 -3
EUR/CHF 1.0947 1.0947 9
EUR/USD 1.1062 1.1062 10
GBP/JPY 140.67 140.67 30
GBP/USD 1.2928 1.2928 25
NZD/USD 0.6402 0.6402 0
USD/CAD 1.3218 1.3218 -6
USD/CHF 0.9896 0.9896 -1
USD/JPY 108.81 108.81 3
18 Nov 09:10