Buge Satrio, Full Time Trader Indonesia Yang Sukses Bereksperimen

284147

Buge Satrio adalah analis forex sekaligus Full Time Trader Indonesia yang kiprahnya dimantapkan oleh berbagai eksperimen di akun demo.

FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

Buge Satrio adalah seorang analis teknikal dan fundamental sekaligus Full Time Trader Indonesia. Bergabung dengan Seputarforex sejak tahun 2014, tamatan jurusan IT dari sebuah Universitas Swasta di Jakarta ini mantap untuk pensiun dini dari pekerjaannya di sebuah perusahaan teknologi. Kisah panjang dan kiat-kiatnya sebagai trader forex Full Time akan diuraikan dalam artikel ini.

buge-satrio-analis-forex

 

Awal Perkenalan Dengan Trading Forex

Buge Satrio mengenal forex sejak pertengahan tahun 2003. Kala itu, trading masih menggunakan platform MetaTrader 3 dan koneksi internet belum selancar sekarang.

Buge yang baru lulus kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan media cetak tersebut memulai karir forex dengan mempelajari berbagai indikator teknikal. dan fokus pada analisis teknikal saja. Ia baru berani melakukan deposit pertama kali pada tahun 2005. Hasilnya? lebih banyak mengalami Margin Call (MC) ketimbang withdrawal.

 

Analisa Fundamental Tak Kalah Penting

Pada tahun 2008, terjadi krisis Subprime Mortgage AS yang kemudian memicu krisis finansial global. Peristiwa inilah yang membuka wawasan baru bagi Buge Satrio, karena setelah itu ia rajin mempelajari berbagai hal yang berbau fundamental dengan membaca banyak artikel berbahasa Inggris secara online. Dari situ pula ia akhirnya membiasakan diri untuk menulis analisa teknikal yang didukung dengan analisa fundamental.

Full Time Trader Indonesia ini menjelaskan, "Siklus pergerakan harga (jangka menengah hingga jangka panjang) sebuah pasangan mata uang banyak ditentukan oleh perbedaan kebijakan moneter bank sentral di samping data inflasi, jobs data, dan data ekonomi penting lainnya."

Oleh sebab itulah, analis ini menekankan pentingnya memahami kebijakan moneter suatu negara, meski hanya sekadar mengetahui suku bunganya akan dinaikkan (hawkish) atau diturunkan (dovish).


Eksperimen Berbuah Pencerahan

Selama 2008 hingga 2013, Buge melakukan beberapa eksperimen dengan akun demo. Tujuannya agar mendapatkan trading style senyaman mungkin dengan risiko yang sekecil mungkin. Hasil dari eksperimen itu ada tiga:

1. Manajemen Risiko Ala Buge

Melalui eksperimennya, Buge memahami bahwa risiko serta target yang tidak agresif justru memberikan profit cukup konsisten. Hasilnya, ia lebih nyaman dengan target mingguan hanya 2% dan target bulanan 4%.

Jadi, jika dalam 3 minggu sudah dapat mencapai atau melebihi target 4 persen, maka ia lebih suka menjadi penonton saja sampai akhir bulan. Bisa juga dengan cukup membuka akun Cent untuk sekedar menguji level support dan resistance. Risiko yang ia pakai pun kecil. Tidak lebih dari 1 persen (terhadap total Equity) pada satu atau beberapa open posisi perdagangan Intraday.

"Jika saya fokus pada dua pair di hari yang sama, misalnya EUR/USD dan GBP/USD, maka 1 persen tersebut saya bagi dua, sehingga masing-masing menjadi setengah persen," urai Buge.

Peraturan itu pun kadang sangat tergantung pada Trading Plan dan kondisi teknikal, sehingga dalam prakteknya, Full Time Trader Indonesia ini  lebih sering menggunakan seperlima hingga tiga perempat persen saja, dan tidak pernah lebih dari 2 pair dalam satu hari transaksi Intraday.

 

2. Keajaiban Price Action Dan Indikator Ichimoku Kinko Hyo

Dari hasil eksperimen, Buge juga dapat menyimpulkan bahwa price action yang membentuk candle pattern (terutama chart H1) akibat reaksi market terhadap data atau news penting, seringkali jauh lebih cepat mengindikasi arah pergerakan harga ketimbang indikator teknikal manapun. Di samping itu, indikator Ichimoku Kinko Hyo dirasanya sangat menarik, sehingga sering dipakai dalam menyusun analisa forex saat ini. Lebih lanjut, akan ada sedikit ulasan tersendiri dari Buge Satrio tentang bagian dari Indikator Ichiimoku, Kijun Sen.

Indikator Ichimoku

Baca juga: Mengenal Indikator Ichimoku Kinko Hyo

 

3. Kemantapan Hati Menjadi Full Time Trader

Eksperimen yang dilakukan menjadi sebuah pencerahan bagi Buge Satrio. Ia pun memberanikan diri untuk keluar dari zona nyamannya dengan pensiun dini dan lebih memilih menekuni forex sebagai trader Full Time sejak awal tahun 2014 hingga sekarang.

 

Perbedaan Trading Dengan Akun Demo Dan Akun Riil

Berbicara tentang eksperimen yang menggunakan akun demo, Buge tak menampik adanya perbedaan eksekusi trading menggunakan akun demo dan akun riil.

"Mungkin karena server akun riil dibedakan dengan server akun demo. Server akun demo bebannya lebih ringan, bisa jadi karena itu, justru lebih banyak trader (termasuk pemula) yang langsung terjun ke akun riil ketimbang akun demo." kata Full Time Trader yang berdomisili di Jakarta ini.

Dalam eksperimennya itu, ia menemukan beberapa kasus. Ketika berhadapan dengan data penting, harga di akun demo malah rasanya bereaksi lebih cepat. Tapi pernah ada satu dua kasus ketika harga bergerak melambat, mungkin selisih sepersekian detik, ketimbang akun riil. Kendati demikian, secara keseluruhan ia tak mempermasalahkan karena kebutuhan eksperimennya sudah tercukupi.

Cara Menyusun Analisa Teknikal Ala Buge Satrio

1. Cara Memfilter Indikator
Apabila sering mengikuti analisa forex Buge Satrio di Seputarforex, mungkin akan menyadari bahwa ia sering menggunakan indikator teknikal yang tidak sama dalam setiap kondisi market. Terkadang hanya ada MA saja, Ichimoku saja, atau Support and Resistance (SnR) saja. Bagaimana cara memfilternya?

Menanggapi hal itu, Buge menjelaskan bahwa pada dasarnya ia selalu memantau perjalanan harga pada grafik Daily dan H1, untuk menyusun Trading Plan dari hari Senin hingga Jumat. Namun untuk keperluan menulis artikel, maka akan tergantung situasi:

  • Indikator Ichimoku pada grafik H1 cukup efektif untuk menangkap tren jangka pendek dan bisa jadi bahan untuk tulisan analisa forex.
  • Namun jika rentang harga berada dalam kondisi relatif rendah dalam satu atau dua hari terakhir, terjebak Inside Bar pada grafik Daily, atau harga berkonsolidasi dalam lintasan chart pattern, maka akan lebih mudah dipantau lewat H4 atau Daily
  • Apabila SnR agak sulit diidentifikasi via grafik H1, maka yang digunakan adalah grafik Daily dengan DMA-30 (Daily Moving Average periode 30). Kadang-kadang grafik H4 berikut level-level SnR dijadikannya sebagai bahan tulisan.

 

2. Memanfaatkan Candlestick Dan Pola-Pola Candle Yang Penting
Pada saat berhadapan dengan berita atau data fundamental berdampak tinggi, pertama-tama, Buge Satrio akan memperhatikan Price Action atau aksi harga yang membentuk candle pattern (terutama grafik H1) sebagai alasan utama untuk mengambil keputusan. Terkadang, ia malah lebih suka naked chart (kecuali indikator Volume) karena sudah menghafal Trading Plan yang ia susun sebelumnya.

Pola Candlestick

Baca juga: Pola Candlestick Yang Paling Menguntungkan

 

Bullish/Bearish Engulfing menjadi pola candlestick favoritnya, baru kemudian Spike Upper/Lower Shadow, Morning Star/Evening Star, dan Inside Bar. Kalau bicara tentang Price Action, Buge mengatakan bahwa sebetulnya tidak hanya tentang pembentukan candle pattern. Price Action juga tentang aksi harga terhadap Harga Open. Satu yang selalu dicatatnya adalah harga Open Weekly dan Daily.

Berikutnya, Buge akan memperhatikan aksi harga terhadap indikator seperti MA atau Kijun-sen, dan indikator teknikal lainnya termasuk aksi harga terhadap SnR dan chart pattern (Triangle, Wedge, Channel, Minor/Major Trendline).

 

Penjelasan Buge Satrio Tentang Kijun-Sen

Dari sekian banyak analis Seputarforex, Buge adalah yang paling sering menggunakan Indikator Ichimoku. Banyak yang menanyakan tentang penggunaan Kijun Sen. Di sini, Buge menguraikan tentang Kijun-sen.

Indikator Ichimoku Kinko Hyo banyak digunakan oleh analis teknikal di berbagai institusi keuangan atau bank-bank besar. Kijun-sen adalah tentang level keseimbangan yang bergerak dinamis. Kadang ia bertindak sebagai support dinamis, kadang sebagai resistance dinamis.

Orang juga menyebutnya level keseimbangan atau level Equilibrium. Default periode-nya adalah 26. Artinya, pada grafik Daily misalnya, maka level Kijun-sen Daily adalah 50% dari High dan Low pada 26 candle (Daily) terakhir. Begitu pula pada grafik H4 dan H1.

"Saya tidak membutuhkan Crossover-nya. Yang saya butuhkan adalah posisi/letak level keseimbangan H1, H4 dan Daily." jelas Buge Satrio tentang Crossover Ichimoku dan perbandingannya Crossover dalam Moving Average.

Implementasinya pada dasarnya tidak rumit. Sebagai ilustrasi sederhana, jika tidak sedang berhadapan dengan data penting, dan ketika tren jangka pendek sudah terbentuk, maka opsi pertama dari entri posisinya adalah posisi Pending Order sell/buy limit sedekat mungkin dengan Kijun-sen H1. Bisa juga posisi Pending Order sell/buy stop di level Kijun-sen H1, atau eksekusi ketika harga Spot melewati Kijun-sen H1 dan mendekati Cloud/Kumo Ichimoku.

"Rentang harga di antara Kijun-sen H4 hingga Daily, jika terbentuk cukup lebar, saya anggap sebagai warning atau area netral. Price action berikutnya akan saya tunggu dan saya awasi ketika harga memasuki area ini termasuk kemungkinan terbentuknya Morning/Evening Star. Itu tak jarang menjadi sinyal kontinuasi tren jangka pendek. Begitu pula dengan munculnya Bullish/Bearish Engulfing (menembus di atas Kijun-sen H4 atau Daily) juga tak jarang mengubah skenario jangka pendek."

 

Tips Untuk Menjadi Full Time Trader

Apabila ada trader yang tertarik untuk mengikuti jejak Buge Satrio menjadi Full Time Trader Indonesia, Buge selalu ingat akan wejangan seniornya, bahwa trading itu tidak untuk membuktikan bahwa analisa kita benar atau salah, tapi semata-mata untuk mencari profit. Selain itu, berikut ini beberapa kemampuan dan kedisiplinan yang menurut Buge perlu dimiliki:

quotes-full-time-trader

  1. Menguasai beberapa indikator teknikal atau sebuah sistem trading yang biasanya merupakan gabungan atau turunan (custom indicator) dari beberapa indikator teknikal. Trader pemula mungkin banyak yang agak lama terjebak di sini. Memang butuh waktu, tapi yang penting sabar.
  2. Menguasai data-data fundamental ekonomi. Kalau ini dirasa terlalu berat, mungkin sebaiknya cukup mengetahui kapan berita penting dirilis, ditambah dengan banyak-banyak membaca isu terkini yang diperkirakan bisa mempengaruhi sentimen pasar.
  3. Menyusun Trading Plan. Ini tentang strategi yang sudah melibatkan pemetaan teknikal dan sedikit sentuhan analisa fundamental, ditambah risk-reward dan Money Management. Trading Plan tidak hanya fokus pada satu arah, tapi juga menyiapkan skenario terhadap arah sebaliknya agar setidaknya bisa recovery atau menutup kerugian. Trading Plan ini disusun sebaiknya dua hari sekali, atau ketika akan berhadapan dengan data/event fundamental penting.
  4. Jangan suka pamer atau terlalu berambisi. Sebelum menjadi Full Time Trader Indonesia, ia mengakui bahwa dulu ia punya penyakit pamer. Kalau analisanya benar dan mencetak banyak profit, ia pamerkan di Yahoo Messenger. Anehnya, tak lama kemudian ia berujung MC. Dari situ ia kapok untuk sombong dan mensyukuri setiap pip yang diperoleh.

"Kelihatannya berat ya? Tapi barangkali kerja keras sekaligus kerja cerdas memang dibutuhkan. Saya selalu percaya bahwa passion yang diikuti kerja keras dan doa akan membuahkan hasil yang baik di segala bidang, termasuk forex." tutup Buge.

 

Pentingnya analisa fundamental telah dirasakan oleh Buge Satrio setelah mengalami kerugian pasca krisis finansial 2008. Cerita ini persis seperti pengalaman dari analis fundamental andal, Stephen Innes.

 

Artikel ini juga telah diunggah di Instagram dan bisa dilihat di sini. Agar tetap terhubung dengan Update konten Seputarforex di Instagram, Follow kami di IG: @Seputarforex. Selain itu, Anda juga bisa membaca artikel ini dalam versi catatan singkat di Facebook Fanspage Seputarforex.

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.