OctaFx

iklan

Cara Menentukan Open Posisi

101497

Ingin menjadi trader profesional? Cobalah pahami langkah-langkah open posisi forex untuk menentukan entry yang akurat terlebih dulu.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Langkah krusial yang wajib dikuasai oleh seorang trader adalah bisa menentukan open posisi forex dengan tepat dan akurat. Apapun strategi atau teknik trading yang digunakan, ujungnya tetap berakhir pada langkah ini, yaitu memutuskan untuk membuka posisi Buy atau Sell. Hal itu tidaklah mudah. Terbukti, masih banyak trader yang kesulitan melakukan open posisi, entah karena ragu-ragu atau tidak punya landasan strategi yang kuat.

Open Posisi Forex

Akibatnya, keputusan yang diambil hanya berdasarkan insting dan terkesan ngawur, sehingga hasilnya pun tidak bisa maksimal. Kalau pun bisa profit, maka hanya faktor keberuntungan belaka. Nah, pembahasan kali ini akan menyoroti bagaimana cara menentukan open posisi forex yang benar.

 

3 Hal Penting Saat Open Posisi Forex

Untuk bisa mengerti pergerakan trend harga di pasar forex dan bisa melakukan open posisi di momen paling tepat, diperlukan banyak latihan. Lazimnya, semakin sering Anda melakukan trading dan belajar strategi forex, maka kemampuan menentukan open posisi akan semakin membaik pula.

Jangan pernah menganggap bahwa trading forex hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang memiliki latar belakang tertentu saja. Siapapun bisa menjadi trader profesional, asalkan mau belajar dan terus mengasah kemampuannya.

Kembali ke topik awal, untuk bisa melakukan open posisi forex dengan baik, dibutuhkan analisa yang matang dan momen yang tepat. Dua hal tersebut tidak bisa di lepaskan satu sama lain; jika analisa matang tapi momennya tidak tepat, maka hasilnya juga tidak bagus. Begitu juga sebaliknya.

Faktanya, mencari momen yang pas untuk membuka posisi Buy atau Sell tidak se-simple seperti kelihatannya. Tentu saja masih banyak faktor lain yang perlu diperhatikan sebagai bahan analisa agar pengambilan keputusan saat open posisi lebih menguntungkan. Nah, berikut ini adalah beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum mengambil open posisi forex.

 

1. Kenali Trend Pasar

Trading forex bisa dilakukan selama 24 jam non-stop dengan volatilitas harga sesuai trend pasar yang sedang berlangsung. Inilah yang dimanfaatkan oleh pelaku pasar forex untuk memperoleh keuntungan, entah dari selisih open posisi Buy atau sell.

Trend harga dalam trading forex ada tiga macam, yaitu downtrend (cenderung turun), uptrend (cenderung naik), dan sideways (cenderung mendatar dalam kisaran tertentu). Salah satu cara menentukan jenis trend yang sedang berlangsung adalah dengan menggambar garis trend. Jika garis cenderung turun maka downtrend, jika naik uptrend, dan jika menyamping maka sideways.

Mengenali Trend Harga Pasar

Alternatif lain yang bisa Anda lakukan untuk menentukan trend adalah membuat garis support dan resistance. Apabila harga menembus garis support dan resistance tersebut, maka ini bisa menjadi indikasi bahwa trend harga akan berubah arah.

Intinya, mengenali trend pasar adalah sebuah cara untuk mengetahui waktu paling tepat untuk mengetahui letak open posisi forex. Dengan bantuan 2 metode yang telah disebutkan di atas, kini mengenali trend harga pasar tidak sesulit seperti yang dibayangkan. 

 

2. Analisa Forex

Selanjutnya adalah analisa forex. Seorang trader forex profesional dalam mengambil keputusan sangat bergantung pada aspek ini. Setidaknya ada tiga jenis analisa forex yang biasa dipakai, antara lain: analisa fundamental, teknikal dan sentimen pasar.

  • Analisa fundamental akan berfokus pada data ekonomi dan berita-berita yang ramai diperbincangkan di pasar finansial.
  • Analisa teknikal lebih berfokus untuk mengukur perubahan harga menggunakan perangkat statistik, seperti grafik (chart), rumus-rumus matematis, dan indikator-indikator yang terdapat pada aplikasi MetaTrader.
  • Analisa sentimen pasar merupakan akumulasi dari berbagai faktor fundamental dan teknikal, termasuk di dalamnya pola pembentukan harga serta rilis data ekonomi ataupun berita global yang dianggap penting. 

Nah, jika Anda ingin bisa menargetkan open posisi forex dengan tepat, maka Anda wajib belajar analisa-analisa tersebut. Tidak harus handal di semuanya, Anda cukup pilih salah satu jenis analisa yang paling cocok, dan jadikan analisa-analisa yang lain sebagai pendukung saja. Kemudian, gunakan hasil "ramuan" analisa tersebut sebagai cara menentukan open posisi.

 

3. Money Management (MM)

Dalam konteks trading forex, Money Management merupakan cara mengelola dana akun trading yang mencakup besar kecilnya lot di setiap posisi trading, jarak antara harga entry dengan Stop Loss (SL), target profit harian, dan jumlah maksimal open posisi trading dalam satu waktu.

Gampangnya, Money Management di sini berperan untuk melatih kedisiplinan mengelola dana di akun trading. Dengan memahaminya, Anda diharapkan bisa menekan risiko kerugian saat keliru mengambil open posisi forex yang mengakibatkan loss berkepanjangan. Sehingga, akun trading Anda tetap bisa bertahan dan terhindar dari Margin Call.

Salah satu peran vital Money Management ini adalah menekan menekan sifat 'serakah' selama trading. Serakah yang dimaksud adalah tidak pernah puas dengan profit yang didapat; untung 10 pip ingin tambah untung 20 pip, sudah untung 20 pip mengincar 30 pip, dan seterusnya.

Padahal dalam trading forex tidak bisa seperti itu, karena yang dihadapi adalah volatilitas harga yang tidak bisa diprediksi 100 persen. Misalnya, di saat Anda sudah untung 20 pip pada open posisi Buy, tidak bisa menjamin harga akan terus bergerak bullish. Ada kalanya harga tiba-tiba berbalik arah menjadi bearish ke titik terendah.

Akhirnya yang didapat adalah LOSS. Padahal jika dipikir secara logika, apabila posisi ditutup sejak awal ketika sudah profit 20 pip, loss dapat dihindarkan. Inilah yang membuat sifat serakah sangat berbahaya. Untuk menghindari kejadian seperti ini, gunakan Money Management sebaik mungkin. Selama profit harian sudah tercapai, tidak ada salahnya segera menutup posisi.

 

Kesalahan Saat Menentukan Open Posisi Forex

Awalnya, semua trader pasti pernah melakukan kesalahan pada saat open posisi, bahkan trader profesional juga tidak luput dari kesalahan ini. Bisa saja kesalahan disebabkan oleh trend palsu atau berasal dari kelalaian analisa tradernya. Kejadian seperti ini sangat lumrah. Namun lain cerita jika kesalahan tersebut selalu terjadi berulang-ulang. Jika demikian, maka artinya memang ada yang salah sejak awal dan perlu diperbaiki. Apa sajakah contohnya?

Menghindari Kesalahan Open Posisi Trading

(Baca juga: 5 Kesalahan Trader Pemula Paling Fatal)

 

A. Terburu-Buru Mengambil Keputusan

Kesalahan fatal paling sering dilakukan oleh trader adalah terburu-buru dalam open posisi. Biasanya, penyebab terburu-buru saat buka posisi adalah tergiur dengan chart harga yang menunjukkan trend sementara, sehingga jika open posisi pada trend tersebut, harga kemudian justru berbalik arah.

Hal ini sering terjadi pada trader pemula yang pemahaman analisanya kurang kuat. Atau juga bisa terjadi karena mengikuti sinyal-sinyal tidak jelas yang didapat dari komunitas forex, tanpa melakukan riset terlebih dahulu. Jadi solusinya, berhentilah membuka posisi saat trading tanpa analisa dan pertimbangan yang matang.

 

B. Tidak Memiliki Landsan Analisa Yang Kuat

Seperti yang diketahui, ragam analisa forex ada tiga jenis yaitu analisa fundamental, teknikal dan sentimen pasar. Bermain forex tanpa menganalisa pergerakan harga pasar sama saja dengan bunuh diri. Pasalnya, para trader profesional saja yang sudah melakukan anlaisa mendalam bisa salah, apalagi pemula yang tanpa analisa sama sekali.

Jika Anda ingin menjadi trader sukses, maka Anda harus stop trading menggunakan intuisi atau naluri saja. Mulailah belajar menganalisa dengan salah satu jenis analisa tersebut. Semakin baik analisa Anda, maka semakin besar peluang profit yang didapat dan semakin kecil pula risiko loss-nya.

 

C. Memakai Sistem Trading Terlalu Rumit

Sebenarnya, terlalu banyak menggunakan indikator saat trading sangat tidak disarankan, terutama jika Anda belum begitu paham tentang fungsi utama indikor tersebut. Bahayanya, bukannya mendapat sinyal trading, Anda malah jadi bingung. Hal ini karena pada dasarnya, indikator memiliki metode berbeda-beda untuk mengelola data.

Satu indikator bisa saja bertentangan dengan sinyal dari indikator lainnya. Misalnya: satu indikator mengirimkan sinyal Buy, tapi satunya lagi menyarankan posisi Sell. Perlu diingat, indikator trading tak ada yang sempurna, dan seringkali hanya pencipta sistem trading sendiri-lah yang paham bagaimana cara mengimprovisasinya.

 

Kesimpulan

Memahami cara menentukan open posisi adalah sebuah keharusan untuk seorang trader, terlebih lagi bagi pemula. Untuk bisa melakukan open posisi yang benar saat trading, setidaknya harus memperhatikan faktor-faktor lain sebagai bahan pertimbangan, seperti: pergerakan trend pasar, jenis analisa yang digunakan, Money Management (MM), serta menghindari kesalah-kesalahan yang sering terjadi.

 

Untuk menjadi trader forex profesional tidak bisa dalam waktu singkat, perlu memperbanyak belajar dan latihan. Nah, bagi Anda yang ingin memperkaya referensi untuk belajar seputar trading forex, Anda bisa mengikuti program sekolah forex yang sudah kami sediakan.

Alumni Sastra Inggris Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dan telah aktif menjadi content writer lebih dari 6 tahun di berbagai macam platform. Saat ini bergabung di Seputarforex.com sebagai jurnalis berita, artikel dan konten-konten menarik lainnya.


Adi Kusuma
Floating ada positif ada negatif. Tiap habis open pasti posisi kefloat dulu, kecuali kalo setelah open langsung close. Tapi dengan cara itu apa nanti profitnya sudah cukup? Karena biasanya ada cara untuk menahan floating positif supaya target positifnya tercapai. Selain open, sebenanrnya satu yg penting juga adalah closenya.

Meskipun open dengan benar itu perlu tapi close diposisi yg benar itu juga perlu. Bisa jadi ada open yg sudah benar tapi karena tidak tau kapan closenya jadi berakhir loss. Sebaliknya boleh jadi trader open diposisi yang kurang tepat, tapi karena bisa close diposisi yg benar maka bisa juga profit.
Bayusatria
@adi: betul, itu smw krn pergerakan hrg yg gag menentu. dn krn volatilitas jg. tp op bs betul plg g bs buat keyakinan trdr sm peluang profit lbh baik. cmn y itu. kl g bs exitny jg hasilny blm tentu profit wlopun openny dah betul.
Carlos
trus gimana cara memperoleh exit posisi yang bagus? kalo open aja suda ruwet gini, exit nya apa malah tambah ruwet? ato bisa lebih gampang? yg mana yg lebih penting sebener nya? entri apa exit?
Adi Kusuma
Sama2 penting antara open dan close itu. Seperti yg sudah saya sebutkan, supaya profit bisalebih terjamin maka penting untuk memiliki cara open dan close yang benar. Jika disini disebutkan bahwa untuk open trader harus memahami sistem, maka demikian pula dengan menentukan close. Biasanya dalam sistem sudah ada persiapan untuk open dan close secara tepat. Khusus untuk close posisi, bisa sesuai dengan sinyal saja, tapi yg lebih bagus dan banyak disarankan adalah yang objetif dan sesuai dengan money management. Oleh itu jika sudah memiliki aturan money management bisa memasukkan hitungan target untuk profit dan loss itu sebagai cara obyektif menentukan close posisi. Karena diplatform sudah ada stop order untuk close trade secara otomatis, maka perhitungannya bisa disesuaikan dengan money management sendiri.
Hilman Santoso
Jd kuncix ada ditren ini? Tp mengikuti tren jg ndak segampang itu lo... Kenyataanx kita ndak bisa langsung open buy begitu tau ada uptrend atau open sell begitu tau ada downtrend. Nantix kita juga bakal perlu caritau juga apa tren itu masih diawal atau suda mau selese. Bagaimana kira2 kekuatanx, trus momentum paling tepat buat entryx kapan. Bukanx banyak orang terjebak masuk buy/sell krna kurang menganalisa lbh dalam soal tren itu? Bahkan sampe ada beberapa yg pake teknik multiple screen juga, buat memastikan tren jangka panjangx seperti apa sblm entry.
Eg.ir
Setuju x.cukup bagus saran dan masukannya
Iwan
Makasih uraiannya. Mantaaaaaaab