Advertisement

iklan

Cara Menggunakan Indikator MACD Untuk Divergence Trading

Pengetahuan mengenai cara menggunakan indikator MACD, bisa membantu Anda melihat perubahan trend, serta mendeteksi Divergence yang terjadi.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

MACD adalah singkatan dari Moving Average Convergence Divergence. Indikator ini digunakan untuk melihat gerakan rata-rata grafik, juga untuk melihat penyimpangan (Divergence) yang terjadi. Pada saat terjadi penyimpangan inilah Anda bisa masuk ke pasar, karena pada saat itu harga berpotensi untuk berbalik arah dan membentuk Trend panjang yang baru. Lantas, bagaimanakah cara menggunakan indikator MACD untuk analisa Divergence?

cara menggunakan indikator MACD

(Baca Juga: Cara Trading Divergence Sederhana, Tingkatkan Akurasi Pin Bar)

 

Kenapa Disarankan Menggunakan MACD?

Mungkin terlintas dipikiran Anda, mengapa harus repot-repot mempelajari cara menggunakan indikator MACD? Hal ini dikarenakan formulasi sederhana yang terdapat dalam MACD mampu memberikan informasi berguna dalam menganalisa pergerakan harga secara teknikal, terutama untuk memprediksi arah Trend.

MACD juga dapat digunakan untuk mengetahui peralihan momentum yang dinilai kuat atau lemah. Selain itu, indikator ini dapat dipakai untuk mengetahui kondisi Overbought dan Oversold pada pasar yang dapat memicu peralihan Trend. Dalam penerapannya, MACD turut bisa dipakai untuk menganalisa terjadinya Divergence dalam trading.

By the way, sudah tahu apa itu Divergence dalam trading? Divergence trading mengacu pada penggunaan patokan perbedaan antara pergerakan harga dengan pergerakan indikator Oscillator, salah satunya adalah MACD yang akan dibahas pada topik kali ini. Divergence trading ini sangat berguna untuk mengidentifikasi apakah sebuah Trend akan cenderung berbalik arah.

 

Convergence Dan Divergence Indikator MACD

Sesuai dengan kepanjangan dari MACD, indikator ini menyebutkan istilah Konvergensi (Convergence) dan Divergensi (Divergence). Seperti apa tampilan dari keduanya? Berikut penjabaran mengenai cara menggunakan indikator MACD untuk melihat letak Konvergensi dan Divergensi:

 

1. Convergence Indikator MACD

Sesuai istilahnya, Convergence adalah keadaan saat harga dan grafik MACD seolah-olah akan bergerak menyatu, di mana harga bergerak turun sedangkan garis atau histogram MACD bergerak naik. Contoh Convergence bisa Anda lihat sebagai berikut:

Cara Menggunakan Indikator MACD Untuk Analisa Divergence

Pada pair EUR/USD Time Frame Daily di atas, amatilah bagan yang diberi tanda kotak. Tampak keadaan Convergence, yakni pergerakan harga yang turun tetapi garis histogram MACD justru naik. Hindari trading dengan posisi Sell saat Convergence semacam ini terjadi. Segera tutup semua posisi Sell yang Anda miliki, karena bisa jadi ini merupakan pertanda akhir dari Downtrend.

 

2. Divergence Indikator MACD

Divergence yaitu sebuah kondisi dimana harga bergerak naik, tetapi garis atau histogram MACD semakin turun. Divergence semacam ini merupakan salah satu sinyal penting yang sering terjadi. Contoh Divergence bisa Anda amati sebagai berikut:

Cara Menggunakan Indikator MACD Untuk Analisa Divergence

Pada pair USD/CHF Time Frame Daily di atas, amatilah bagan yang diberi tanda kotak. Tampak keadaan Divergence, yakni pergerakan harga yang naik, tetapi garis histogram MACD justru turun. Anda tidak disarankan untuk Entry Buy saat Divergensi terjadi. Hati-hati jika Anda masih memiliki posisi Buy yang terbuka, karena bisa jadi ini merupakan pertanda akhir dari Uptrend.

 

Cara Analisa Divergence MACD Untuk Open Posisi

Sinyal Divergence dari indikator MACD bisa digunakan sebagai acuan untuk menentukan open posisi ideal. Ada dua jenis Divergence yang dapat dijadikan sebagai acuan untuk Entry, yaitu Bullish Divergence (Convergence Indikator MACD) untuk Entry posisi Buy, dan Bearish Divergence untuk Entry posisi Sell. Simak penjelasan selengkapnya mengenai cara menggunakan indikator MACD Saat Bullish atau Bearish Divergence berikut ini:

 

1. Entry Buy Saat Bullish Divergence Pada MACD

Ketika indikator MACD menunjukan Bullish Divergence, maka Anda dianjurkan untuk melakukan Entry posisi Buy. Namun, sebelumnya pastikan Anda sudah memiliki sinyal konfirmator, bisa berupa pola chart yang mendukung sentimen Bullish, terjadi rejection pada level Support, atau Price Action membentuk pola yang mendukung (Pin Bar, Inside Bar, Bullish Engulfing, dsb). Perhatikan ilustrasi cara menggunakan indikator MACD untuk mendeteksi Bullish Divergence berikut:

Cara Menggunakan Indikator MACD Untuk Analisa Divergence

Pada pair USD/CAD Time Frame Daily di atas, tampak kondisi Bullish Divergence pada MACD, diikuti dengan munculnya Price Action Bullish Engulfing (lihat kotak berwarna biru). Anda diperkenankan melakukan Entry Buy. Sementara, Stop Loss dan Take Profit bisa ditentukan dengan menggunakan Risk/Reward Ratio 1:1.5 sampai 1:2.

 

2. Entry Sell Saat Bearish Divergence Pada MACD

Dalam kondisi Bearish Divergence, Anda diperkenankan melakukan Entry Sell. Ini ditandai dengan harga yang terus naik, sementara titik puncak MACD semakin menurun. Konfirmasi Entry Sell bisa diperoleh melalui Price Action, rejection pada level Resistance, atau pola chart yang mendukung sentimen Bearish. Amati ilustrasi cara menggunakan indikator MACD untuk mendeteksi Bearish Divergence di bawah ini:

Cara Menggunakan Indikator MACD Untuk Analisa Divergence

Pada pair GBP/USD Time Frame Daily di atas, tampak kondisi Bearish Divergence pada MACD, diikuti dengan munculnya Price Action Inside Bar (lihat kotak berwarna biru). Anda diperkenankan melakukan Entry Sell. Sementara, Stop Loss dan Take Profit bisa ditentukan dengan menggunakan Risk/Reward Ratio 1:1.5 sampai 1:2.

 

Kesimpulan

Itulah sekilas mengenai cara menggunakan indikator MACD untuk analisa Divergence. Pengetahuan mengenai Divergence sangatlah penting supaya Anda tidak salah dalam melakukan Entry. Kurangnya pemahaman terhadap Divergence bisa membuat Anda terjebak pada situasi yang sulit, contohnya melakukan Sell di lembah atau Buy di puncak. Jika bisa memanfaatkannya dengan benar, maka Anda akan bisa memanen profit yang sangat besar, karena Divergence biasanya akan membentuk Trend baru yang cukup panjang.

 

Tahukah Anda? Selain menerapkan cara menggunakan indikator MACD di atas, Anda juga bisa memanfaatkan indikator RSI untuk menganalisa Divergence yang terjadi pada chart trading. Selengkapnya bisa Anda baca pada artikel berikut ini: Trading Dengan Divergensi Dan Konvergensi Indikator RSI.

Alumni Sastra Inggris yang sudah berkecimpung dalam dunia penulisan selama 8 tahun. Sudah mulai menulis sejak masih kuliah. Saat ini aktif sebagai penulis di seputarforex.com.


Omar
Perlu disesuaikan juga sama tf yang dipake. Kan ga sesuai juga kalo tfnya kecil tapi periode MACDnya tinggi. Trus analisa ke tf yg lebih tinggi juga bisa jadi bermanfaat banget supaya ga kejebak sama false signal disatu tf saja...
Angga_ifandi
ini sama aja kayak strategi divergensi dari oscilator lain. cuman disini bedainx dari konvergen/divergen sementara di teori yang biasax lebih gunain LL-HL/HH-LH. Btw dicontoh pertama untuk konvergen indikatorx masih kurang belum bergerak naik tuh, malah cenderung agak sama pergerakanx
Mus.fikry
to angga. apa itu ll-hl dan smcmnya? apa analisanya beda dg yg ini?
Angga_ifandi
LL: Lower low HL: higher low. diambil dari bentukan pergerakan di bagian bawah yang lebih tinggi/ lebih rendah. ket lengkapx bisa dicek di sini. dasarx sama aja kok kayak konvergen/divergen diatas. intix kalo ada perbedaan kayak gitu bisa mengikuti arah dari indikator aja, karena oscillator lebih bisa menunjukkan kekuatan tren lebih dulu makax dikatakan sebagai leading indikator
Ryo
Meskipun jarang terjadi tapi sepertinya memang berguna sekali untuk mengantisipasi kesalahan sinyal, contoh di divergen bisa digunakan sebagai bukti nyata karena terlihat bahwa sebenarnya garis sinyal sudah memotong histogram dari atas ke bawah yang semestinya menandakan sinyal sell, tapi harga kemudian malah bergerak naik.

Dari sini kalau tidak mencermati penjelasan mengenai divergen maka bisa menimbulkan kebingungan dalam memilih sinyal trading yang sesuai.