Advertisement

iklan

Tip Trading Pada Mata Uang Utama - Bagian 3: GBP/USD

GBP/USD adalah pasangan mata uang ketiga terbesar volume perdagangannya di pasar forex dunia. Pair ini favorit para day trader dan scalper.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Setelah Euro-Dollar dan Dollar-Yen, Sterling-Dollar atau GBP/USD adalah pasangan mata uang ketiga terbesar volume perdagangannya di pasar forex dunia. Sering disebut dengan julukan "cable" atau "sterling", GBP/USD pernah menjadi pasangan mata uang favorit para day trader dan scalper di samping GBP/JPY, karena volatilitas dan trading range-nya yang tinggi.

 

3. GBP/USD

Sejauh ini pasangan mata uang GBP/USD masih dianggap cukup volatile oleh para trader, walaupun trading range-nya masih di bawah pasangan cross GBP/JPY. Walaupun GBP/JPY adalah ladang subur bagi scalper yang berpengalaman, tetapi rata-rata mereka berangkat dari pengalaman scalping pada GBP/USD.

Pound sterling

Ciri yang unik dari pasangan mata uang Sterling-Dollar ini adalah mudahnya terjadi breakout (menembus level support/resistance) dan acapkali terjadi pembalikan arah (reversal) secara dramatis. Sering juga terjadi pergerakan searah hingga ratusan pip secara terus menerus. Hal ini membuat GBP/USD cocok untuk ditradingkan dalam semua time frame.

Namun, karena breakout dan reversal sangat krusial dan menjadi ciri khas GBP/USD, para trader sering berpesan agar jangan lupa untuk selalu menggunakan Stop Loss ketika trading GBP/USD. Di masa lalu, pasangan mata uang ini sudah banyak menelan korban.

Meskipun persentase terbesar dari total volume perdagangan forex dunia berada di London, tetapi volume perdagangan Pound Sterling bukan yang terbesar di dunia. Dan walaupun Inggris adalah anggota Uni Eropa, tetapi memilih untuk tidak ikut serta mengadopsi mata uang tunggal zona Eropa (Euro) sebagai mata uang resmi di Kerajaan Inggris. 

GBP/USD sangat aktif diperdagangkan mulai dari jam buka pasar London hingga pertengahan sesi New York (sekitar jam 3 AM sampai 10 AM EST atau jam 15 sampai jam 22 WIB).

 

Profil GBP/USD

  • Sangat volatile dan menjadi salah satu pasangan mata uang favorit para trader dan spekulan.
  • Sensitif terhadap perubahan tingkat suku bunga. Trader selalu mencermati laju inflasi Inggris yang merupakan salah satu faktor utama Bank of England (BoE) dalam menentukan tingkat suku bunga Pound Sterling.
  • Pergerakan harga rata-rata per hari: sekitar 160 pip.
  • Karena volatilitasnya yang cukup tinggi, GBP/USD cocok untuk ditradingkan pada semua time frame. Scalper trader sering bermain dalam time frame 5 menit dan 1 menit untuk pasangan mata uang ini.

 

Apa Saja Yang Menggerakkan Nilai GBP/USD?

  • Perubahan tingkat suku bunga GBP yang dirilis oleh Bank of England (BoE) dan perubahan tingkat suku bunga US Dollar yang diberlakukan oleh The Fed.
  • Data perekonomian Amerika Serikat, terutama yang mengenai inflasi, tenaga kerja dan pertumbuhan. Indikator tentang pemulihan (recovery) perekonomian Amerika Serikat saat ini perlu dicermati. Jika terjadi perubahan yang mengejutkan atau diluar prediksi dan harapan para pelaku pasar, akan sangat berdampak pada GBP/USD.
  • Pertumbuhan pasar perumahan di Inggris. Data ini selalu menjadi acuan utama bagi Bank of England (BoE) untuk mengukur besarnya laju inflasi di Inggris. Pasar perumahan yang makin berkembang akan berdampak pada kenaikan laju inflasi di Inggris. BoE akan mengambil langkah kebijakan moneter (menaikkan atau menurunkan tingkat suku bunga) setelah mengadakan dengar pendapat dengan parlemen (Inflation Report Hearings).

 

Rilis Data Fundamental Yang Perlu Diperhatikan Dalam Trading GBP/USD

Data-data fundamental yang akan berdampak langsung dan harus dicermati saat kita trading GBP/USD adalah:

  • FOMC statement atau pengumuman tingkat suku bunga Amerika Serikat. Jika The Fed menaikkan suku bunga US dollar akan menguat, dan sebaliknya.
  • Data Non Farm Payrolls Amerika Serikat, yang merilis jumlah tenaga kerja baru diluar bidang kerja pertanian dan dirilis setiap bulan dihari Jum’at minggu pertama. Jika rilis aktual lebih besar dari prediksi (forecast), biasanya US dollar akan menguat, dan sebaliknya.
  • FOMC meeting minutes: laporan hasil pertemuan para anggota FOMC yang memberi gambaran tentang tingkat suku bunga The Fed yang akan datang. Jika tingkat suku bunga diramalkan akan naik, US dollar akan menguat, dan sebaliknya.
  • Official bank rate: pengumuman perubahan tingkat suku bunga yang dikeluarkan oleh Bank of England melalui Monetary Policy Committee (MPC). Data yang dijadwalkan dirilis tiap bulan ini selalu ditunggu para trader GBP. Jika memang terjadi perubahan tingkat suku bunga, GBP/USD bisa bergerak dengan dahsyat.
  • MPC meeting minutes: anggota-anggota Monetary Policy Committee (MPC) selalu mengadakan pertemuan dua minggu setelah pengumuman tingkat suku bunga untuk voting dalam menentukan tingkat suku bunga pada bulan yang akan datang. Jika hasilnya lebih banyak anggota yang mengusulkan kenaikan suku bunga, GBP akan menguat.
  • UK housing prices atau House Price Index (HPI): index tingkat harga perumahan di Inggris, sebagai indikator laju inflasi. Jika tingkat harga rata-ratanya lebih besar dari data sebelumnya, maka kemungkinan besar laju inflasi akan meningkat dan mendorong BoE untuk mempertimbangkan perubahan tingkat suku bunga.
  • Claimant Count Change: data perubahan jumlah klaim pengangguran. Makin besar tingkat pengangguran, maka akan memperburuk keadaan perekonomian. Data ini dirilis tiap bulan, dan jika hasil rilis lebih kecil dari prediksi, maka akan berdampak positif bagi GBP.

Selain data-data di atas, isi pidato dari gubernur bank sentral Inggris (BoE) sangat menjadi perhatian para trader dan spekulan. Sering kali terjadi fluktuasi GBP/USD yang cukup besar ketika pidato sedang berlangsung. Jika para pelaku pasar memprediksi bakal ada kenaikan tingkat suku bunga, maka GBP/USD bisa membumbung tinggi seusai pidato gubernur BoE.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Rahmatul Hadi
Walopun yang tercatat paling banyak digunakan adalah EUR/USD, tapi pair GBP tetap lebih volatil ketimbang pair itu. Saya pernah baca di suatu sumber tentang memilih pair yang volatilitasnya bisa menghasilkan banyak. Karena yang paling sering dibicarakan adalah EUR/USD saya pikir maka pair itu yang paling volatil. Tapi setelah semakin tahu lagi justru GBP/USD atau GBP/JPY yang lebih volatil. Kenapa kebanyakan trader tidak memilih yang sekalian volatil saja ?
Martin S
@ Rahmatul Hadi:
Yang trading di GBP/USD dan GBP/JPY banyak juga, biasanya mereka adalah para trader yang telah berpengalaman dan bisa mendulang profit secara konsisten pada pasangan tersebut.
Reziki Amal
GBP/USD itu volatilitasnya tinggi jadi resikonya pun tinggi, kalo trader pemula nekat masuk pair ini dan salah memperhitungkan position sizing mereka, sudah dipastikan mereka hanya akan "menyetor" dana ke broker alias MC... Apalagi GBP/JPY, coba diperiksa spreadnya, cukup tinggi disaat kondisi market sedang bergejolak, sekali lagi trader pemula dengan modal kecil istilahnya hanya akan jadi bahan bulan2an di pair2 cross dengan spread dan volatilitas tinggi itu. Itu sebabnya trader pemula lebih memilih EURUSD dengan likuiditas tertinggi = spread terendah, walaupun pergerakan pip relatif lambat, tapi posisi resikonya relatif lebih kecil daripada pair crosses.
Rajo Saja
position sizing itu maksudnya gimana ya? apa termasuk dengan strategi position holding? maksudnya berapa lama menahan posisinya gitu? memang biasanya berapa lama trader tahan posisi di pair-pair dengan volatilitas tinggi seperti di atas?
Reziki Amal
position sizing itu bukan berapa lama kita tahan posisi kita, itu termasuk perhitungan berapa besar lot yg akan kita pakai jika kita strict menggunakan managemen resiko dengan rasio tertentu, kalau mau baca artikelnya ini linknya

Jadi singkatnya, itu strategi untuk mengatur seberapa besar lot yng kita pasang di posisi kita, supaya dalam satu posisi (relatif dengan berapa lama posisinya) meskipun terkena SL pun, lossnya masih bisa kita tanggung
Sean Satriawan
@rahmatul: kayakny itu berubungan sm kemudahan analisa deh. makin tajem volatilitasny biasany makin susah dianalisa. buat newbie jadiny kurang seberapa cocok. trus pair yg paling enak dianalisa selama ini emang eurusd itu sih. lebih gampang dianalisa scr teknikal en fundament juga. lebih gampang diperkirakan. en sumber data yg muncul lbh banyak. respon pergerakan hargany jg ngg segila gbp.. ane jg penasaran sih apa yg bikin gbp jadi currency yg pergerakanny paling volatil gitu..
Martin S
@ Sean Satriawan:
Sebelum ada EUR, yang banyak ditradingkan adalah GBP/USD dan Mark Jerman (DM) versus USD, jadi secara historis GBP lebih lama ada di pasar forex dibandingkan EUR dan seing dibuat ajang spekulasi sehingga volatilitasnya tinggi.
Puji
Mau trading pakai Gbp/Usd paling baik dijam berapa ya? Apa mesti selalu di sesi London itu. Di sesi sesi lainnya pergerakan pair ini bgmana? Apa masih bisa diandalkan?
Martin S
@ Puji:
- Di sesi London dan sesi New York, terutama pada overlapping waktu kedua sesi trading tersebut. Jadi antara sekitar jam 14:00 WIB hingga jam 04:00 WIB. Overlapping sekitar jam 20:00 WIB hingga jam 24:00 WIB. Untuk keterangan bisa baca:
Pasangan Mata Uang Dan Waktu Yang Tepat Untuk Trading
Sesi Waktu Perdagangan Forex
Fran
kk martin, link pasangan mata uang dan waktu yg tepat utk trading sudah tidak tersedia page nya..
Seputar Forex
Maaf, terjadi kesalahan saat memasukkan link. Artikel tersebut masih tersedia page-nya, dan link di atas juga sudah diperbaiki. Anda bisa klik link tersebut untuk membuka artikel yang dimaksud.

Terima kasih atas notifikasinya
Iko Wijaya
pertumbuhan ekonomi Inggris sebenarnya bagus, tapi sepertinya para pembuat kebijakan moneternya selalu ragu-ragu karena khawatir terimbas efek negatif dari kondisi ekonoi dari zona euro dll. jadinya karena langkah boe sepertinya lebih berhati-hati, barangkali tidak ada gebrakan dari mereka, yang berpengaruh mungkin naik turun data-datanya. apakah benar?
Martin S
@ Iko Wijaya:
Tadinya BoE merencanakan untuk menaikkan suku bunga, tetapi karena tingkat inflasi tahunan Inggris tidak kunjung naik (data CPI y/y), dan juga terjadinya perlambatan ekonomi global (tidak hanya di Eurozone), maka Mark Carney menunda rencana tersebut paling tidak hingga ada kenaikan angka inflasi. Diperkirakan BoE akan menjadi bank sentral negara mata uang utama yang menaikkan suku bunga acuannya setelah The Fed.
Aris Estel
dg breakout & reversal yg mnjd ciri gbp/usd, knp banyak yg jd korban kl tdk mnggunakan sl? maaf krn sy msh pemula jd krg tau soal ini. kl hrs mnggunakn sl itu artinya prgrkn hargany susah diprediksi y? sl setau sy utk membatasi loss kl ada reversal tajam yg membuat trdng kt rugi. berarti mskipun nanti di gbp/usd sdh teridentifikasi tren, nantinya potensi reversalnya akan bsr dn bs tajam?
Martin S
@ Aris Estel:
Stop loss digunakan memang untuk membatasi resiko atau kerugian, dan cara menentukannya harus berdasarkan antisipasi kemungkinan pergerakan harga selanjutnya. Misal Anda entry buy, cara menentukan stop loss yang sederhana adalah pada level support terdekat atau dibawahnya, dan jika entry sell stop loss bisa ditentukan pada level resistance terdekat atau diatasnya. Untuk keterangan bisa baca: Menentukan Stop Loss Dan Target Dengan Price Action (1)
Setiap gerakan bisa terjadi reversal dan bisa tajam, tetapi bisa diantisipasi baik dengan analisa teknikal (dengan indikator) atau analisa sentimen (dengan melihat formasi price action).
Dina
wah sip nih strategi trading di pair GBP/USD nya, masuk lah, bisa langsung dipraktekkan. Terimakasih, tips dan infonya