Advertisement

iklan

Faktor Pendukung Validitas Resistance Dan Support

Kesuksesan trader sering ditentukan oleh kemampuan mengenali level resistance dan suport yang valid. Tapi, sudahkah Anda mengetahui caranya?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Para trader teknikal (teknikalis) biasanya akan fokus pada level-level resistance dan support sebelum memulai analisa dengan indikator apa saja. Level resistance dan support bisa berubah setiap waktu, sehingga para trader (terutama yang pemula) bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menentukan level-level resistance dan support untuk kemudian dipetakan pada chart. Tapi tahukah bahwa ada beberapa faktor pendukung yang dapat mempermudah trader dalam mengidentifikasi level resistance dan support yang valid? Kita akan mengulasnya dalam artikel ini.

 

Makna Level Support dan Resistance

Apa sebenarnya level support dan level resistance tersebut, dan apakah sulit menentukannya?

Support dan resistance berhubungan dengan tingkat permintaan (demand) dan penawaran (supply) di pasar. Pada level support, pelaku pasar secara umum menganggap bahwa harga sudah terlalu murah. Oleh karena itu, mereka memprediksi permintaan ke depan akan melebihi penawaran hingga penurunan harga yang sedang terjadi akan terhenti. Sebaliknya, pada level resistance, pelaku pasar menganggap harga sudah terlalu mahal dan memperkirakan permintaan selanjutnya akan berkurang.

Permintaan juga dapat diartikan bullish atau buy. Pada saat harga mencapai level support, aksi beli akan meningkat dan harga akan naik. Sedangkan saat harga mencapai level resistance, tekanan jual atau penawaran akan meningkat hingga harga akan menurun dan bisa diartikan sebagai bearish atau sell.

Jika level support berhasil dilewati atau ditembus (breakout), artinya pelaku pasar menganggap level harga masih cukup mahal untuk dibeli. Hal ini akan mengubah level tersebut menjadi level resistance yang baru. Sebaliknya, jika level resistance ditembus, berarti pelaku pasar menganggap harga masih terlalu murah untuk dilepas (dijual), maka level resistance tersebut akan menjadi level support yang baru. Jadi setelah ditembus, resistance lama menjadi support baru, dan sebaliknya.

 

Faktor Pendukung Level Support dan Resistance

Dalam trading forex, kita perlu selalu perhatikan faktor pendukung. Apa maksudnya?

Dalam keadaan pasar yang sebenarnya, level-level support dan resistance akan senantiasa berulang. Semakin lama dan semakin sering level-level tersebut "dikunjungi", maka support atau resistance tersebut akan semakin kuat. Jika harga di kemudian hari bergerak mendekati level itu lagi, maka level support atau resistance lama tersebut bisa dianggap sebagai salah satu faktor pendukung validitas pergerakan harga.

Semakin kuat level support atau resistance lama, maka akan semakin valid sebagai faktor pendukung untuk konfirmasi level yang baru. Trader dapat pula memanfaatkan faktor pendukung lainnya seperti garis trend, channel (kanal tren), dan level Fibonacci Retracement.

Berikut ini contoh hubungan antara level resistance dan support dengan faktor pendukung level resistance lama dan channel:

Hubungan Antara Resistance Dan

Pada contoh di atas, tampak harga menembus level resistance pada saat pergerakan tren berbalik (uptrend). Konsekuensinya, level resistance lama tersebut menjadi support yang baru, dan dengan faktor pendukung tersebut membuat level support baru cukup valid. Faktor pendukung lain adalah lower channel uptrend (garis channel uptrend bagian bawah) yang tidak benar-benar ditembus.

Contoh berikutnya membandingkan level support dan resistance dengan faktor pendukung dari level Fibonacci Retracement pada USD versus Chinese Yuan (CNH):

Hubungan Antara Resistance Dan

Pada contoh kedua ini, level resistance tidak sekuat contoh sebelumnya karena belum lama terbentuk. Untuk menguji validitas pada keadaan seperti ini, trader sering menggunakan level Fibonacci Retracement sebagai faktor pendukung. Jika level retracement 23.6% tidak ditembus, maka level support baru tersebut bisa dianggap cukup valid untuk dijadikan referensi trading berikutnya.

176487

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Mustakim
ane malah lebih tertarik cari tau soal pembalikannya itu, lumayan kan kalau bisa pasang order buy di posisi pembalikannya itu...
Martin S
@ Mustakim:
Ya, Anda bisa buy saat harga bouncing pada support atau sell saat harga bouncing pada resistance (pembalikan). Untuk keterangan lebih lanjut bias baca:Buy The Dip Dan Sell The Rally.
Aman_smn
msh krg phm soal hub sr sm channel tren/grs tren....
Mich
Di gambar rasanya udah cukup jelas, kalau harga yg tdk menembus channel bawah tren itu untuk semakin memperkuat posisi support baru
Restu Andara
dah jls ya bang? ane kok masi rada susah ya ngenalin cara konfirmnya, bgmn kalo prgerakan hrga sebelum break support/resistan tdk bisa digarisi dgn trend line atau channel krn trennya tdk cukup kuat? apa trus kita bisa pake fibonacci sja?
Martin S
@ Restu Andara:
Bisa, dengan menggunakan Fibonacci retracement atau Fibonacci expansion.
Untuk keterangan lebih lanjut bias baca: Trading Dengan Teori Fibonacci dan Menggunakan Level Ekspansi Fibonacci
Martin S
@ Aman_smn:
Dalam hal ini channel trend atau garis trend sebagai konfirmator validitas suatu level support atau resistance. Jika channel atau garis trend tersebut gagal ditembus maka level support atau resistance tersebut bias dianggap valid.
Riswan Bachir
Thnx infox, cukup meyakinkan buat nguji bentukan2 sr2 yg baru, smoga berikutx akan ada pmbahasan lg soal ketahanan sr ni, biar trading makin dpt dikonfirmasi jga
Teuku Abe
Memang SR adalah level-level kunci yang selalu berubah, di saat ini bisa sebagai support, di waktu mendatang mungkin akan berubah jadi resistance. Menurut master, bagaimana cara terbaik untuk menentukan SR? Dan dengan indikator apa? Kalau dari contoh di gambar pertama, sepertinya SR ditentukan dgn horizontal line dari ujung2 tops harga. Dan channel tren hanya digunakan buat konfirmasi. Lalu bagaimanakah jika tool tren seperti channel tren & tren line dipakai sebagai level SR? Apakah bisa?
Martin S
@ Teuku Abe:
Indikator tidak menentukan level support atau resistance, hanya digunakan sebagai konfirmator dari suatu level support atau resistance. Channel trend dan garis trend bisa untuk menentukan level support dan resistance.
Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca: Menggunakan Garis Trend Dalam Trading dan Dasar-Dasar Trading Dengan Channel. Selain itu, alat bantu lain yang bisa digunakan untuk menentukan level support dan resistance adalah Fibonacci retracement, Fibonacci expansion dan turunan pivot point.
Aldino
sebaiknya di tf mana kita menerapkan resistance support?
Martin S
@ Aldino:Level-level resistance dan support bisa ditentukan pada semua time frame, hamya saja semakin tinggi tiome frame akan semakin akurat level resistance dan support.
Baca juga: Beberapa Tips Dalam Menentukan Support Dan Resistance
Yudi Arianto
Malam master, mau tanya sedikit tentang trading dgn support resistance. Sy tertarik melihat contoh setting yg ada di chart ini. Tapi sy ada pertanyaan mengenai resistance lama / support baru yg ditunjukkan sebagai area, bukan level disini. Seumpama setelah resistance berubah menjadi support, sy ambil buy setelah harga bounce dari support, dlm menentukan stop loss level mana yg sebaiknya diambil? Krn di area support itu ada 2 level, level atas dan bawah.
Terima kasih.
Martin S
@ Yudi Arianto: Dalam hal ini yang diambil sebagai level stop (stop loss) untuk posisi buy adalah level bawah area support.

Kesulitan Akses Seputarforex?

Lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone