Sinyal Pin Bar Perlu Dipertanyakan, Ini Alasannya

Jangan buru-buru buka posisi hanya karena sinyal Pin Bar, karena akurasinya masih meragukan. Ada aturan yang harus Anda cek dan ricek dulu untuk memastikan validitasnya.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Candle Pin Bar adalah salah satu pola candlestick populer dan banyak trader menggunakannya sebagai petunjuk trading. Trader pemula juga sering bertanya-tanya bagaimana cara buka posisi berdasarkan sinyal trading Pin Bar. Namun, tidak sedikit pula trader jadi frustrasi karena selalu gagal memahami cara kerja sinyal Pin Bar. Kenapa yah bisa begitu?

Candle Pin Bar dapat menjadi acuan trading sinyal andalan, tapi kalau Anda tidak tahu seluk-beluknya, bisa jadi Anda malah kehilangan banyak uang. Inilah alasan utama kenapa trader malah merugi gegara sinyal Pin Bar:

  • Bentuknya sangat jelas di chart, sehingga mudah dikenali semua trader, mulai dari pemula hingga profesional. Karena trader amatir masih memanfaatkan strategi umum untuk memanfaatkan sinyal Pin Bar, trader profesional tahu persis bagaimana mengantisipasi langkah mereka dari pembacaan sinyal Pin Bar.
  • Kalau suatu sinyal tampak terlalu sempurna, berhati-hatilah – Candle Pin Bar sempurna masih bisa dilawan oleh pasar.
  • Trader pemula seringkali buka posisi hanya berdasar kemunculan Pin Bar, tanpa konteks dan tidak memahami apa yang sebenarnya terjadi pada Chart.
  • Candle Pin Bar semata wayang akurasinya lemah.

Beberapa tahun lalu, Candle Pin Bar masih bisa diandalkan. Namun sekarang Anda akan sering melihat banyak perlawanan pasar, sinyal Pin Bar gagal, dan sinyal tertunda. Alasannya, pelaku pasar forex semakin bertambah, dan sebagian besar dari mereka bereaksi serupa terhadap sinyal Pin Bar. Hal ini menguntungkan para trader profesional yang malah menggunakan kesempatan tersebut untuk menggerakkan harga pasar supaya trader amatiran merugi.

Di dalam artikel ini dijabarkan cara memahami Pin Bar dengan lebih baik, supaya setup trading Pin Bar Anda lebih akurat.

 

Setup Trading Candle Pin Bar Akurat Versus Versi Gagal

Mari kita mulai dengan dua skenario trading berbeda, lalu cermati apa yang terjadi setelah pola candle Pin Bar terbentuk:

1. Skenario Sinyal Pin Bar gagal

Saat menarik chart ke belakang, biasanya kita akan melewatkan Pin Bar gagal karena mereka tidak tampak menonjol. Jika Anda hanya terpaku pada Pin Bar signifikan saja untuk memprediksi pembalikan arah harga, akibatnya bisa merugikan.

Pin Bar dengan tanda no. 1 menunjukkan Pin Bar gagal. Setelah Bearish Pin Bar terbentuk, harga memang tidak berhasil Breakout dengan munculnya pola harga Double Top. Namun, Pin Bar masih gagal mengindikasikan reversal menurun karena harga ternyata sangat sulit untuk melandai lebih rendah daripada low Pin Bar. Setelah 11 candlestick berikutnya, barulah harga tertutup di bawah low Pin Bar tadi.

2. Skenario Sinyal Pin Bar sukses

Formasi Pin Bar ini nyaris sempurna, meskipun kebanyakan trader kemungkinan salah memahaminya. Setelah Pin Bar terbentuk, harga memerlukan 3 pembentukan candlestick lagi untuk benar-benar turun lebih rendah daripada nilai low Pin Bar. Karena harga bergerak melawan trader terlebih dulu, sebagian besar dari mereka akan kehilangan uang.

contoh sinyal pinbar

Dari dua contoh di atas, kita dapat menggarisbawahi dua peraturan penting untuk setup trading Pin Bar:

  • Sinyal Pin Bar Bearish dikatakan valid apabila harga menembus dan ditutup di bawah nilai low. Sebaliknya, untuk Bullish Pin Bar jika harga tembus dan ditutup di atas nilai high-nya.
  • Semakin cepat harga breakout, semakin akurat sinyalnya.

 

Awasi Jebakan Pin Bar (Trap Pin Bar)

Pola harga head and shoulders adalah salah satu sinyal trading berakurasi tinggi, tetapi dalam kasus ini sinyalnya diintervensi oleh jebakan Pin Bar klasik. Setelah pola head and shoulders komplit dan harga menerobos Neckline, harga segera membentuk pola candlestick Pin Bar Bearish. Akibatnya, trader yang awalnya memasang posisi Buy di awal breakout Neckline menjadi panik, lalu melepas posisi Long.

strategi trading pin bar, skenario trading pin bar

Padahal, setelah Pin Bar Bearish terbentuk, harga kembali mendaki. Sayangnya, kebanyakan trader yang awalnya sudah bisa mengidentifikasi pembentukan pola head and shoulder malah merugi – terutama karena mereka salah menginterpretasi Pin Bar.

Dalam skenario ini, meskipun kita melihat sinyal Pin Bar bearish, perlu diperhatikan juga bahwa harga tidak pernah menembus low Pin Bar itu. Artinya, sinyal Pin Bar itu tidaklah valid. Apa yang sebenarnya terjadi justru harga mencetak nilai tinggi baru, lebih tinggi daripada rekor high sebelumnya dan menjadi indikasi bahwa downtrend sudah berakhir.

Candle Pin Bar sebenarnya menunjukkan bahwa Buyer berhasil mendorong harga lebih tinggi dari nilai tinggi sebelumnya, suatu hal yang belum pernah terlihat selama masa downtrend. Meskipun para pembeli tidak dapat mempertahankan harga untuk bertengger di atas, tetapi sinyal Pin Bar tidak valid, sehingga pembeli terus berdatangan dan mendorong harga untuk terus mendaki dan menghiraukan Pin Bar.

 

Contoh Kasus Pin Bar Lainnya

Pada bagian ini ada beberapa marka pada chart untuk membedakan mana sinyal Pin Bar "baik" dan "buruk".

contoh strategi pin bar, contoh pinbar akurat

Anak panah pertama dari kiri menunjukkan Candle Pin Bar yang sukses, karena harga langsung ditutup di bawah nilai rendah Pin Bar pada candlestick berikutnya.

Pin Bar kedua menunjukkan contoh Candle Pin Bar gagal breakout yang menarik. Walaupun candlestick berikutnya ditutup di bawah low Pin Bar, tapi ternyata harga kembali naik dan ditutup lebih tinggi. Tentu saja, trader profesional mengetahui bahwa trader amatiran akan terburu-buru membuka posisi jual atas sinyal Pin Bar tadi. Mereka membuat harga tampak akan turun dengan tujuan menjebak trader amatiran.

Anak panah ketiga dari kiri menunjukkan Candle Pin Bar yang tak pernah "terpicu". Harga bergerak mendatar selama 8 candlestick dari Pin Bar tersebut. Memang, menahan godaan untuk membuka posisi setelah kemunculan sinyal Pin Bar yang tampak sempurna memang sulit, tapi Anda harus belajar untuk menghindari overtrading.

 

Apakah Candle Pin Bar Masih Relevan?

Sejumlah pihak berpadangan bahwa akurasi sinyal dari Candle Pin Bar sebenarnya rendah dan tidak dapat di-trading-kan semata wayang. Mereka biasanya hanya menggunakan Pin Bar sebagai konfirmator sampingan saja. Sama juga halnya dengan pola candlestick satu bar lainnya (Hammer, Hanging Man, Marubozu, dsb.), sinyal mereka rendah karena konteksnya kurang detail. Pola candlestick lebih dari satu atau pola harga sinyalnya lebih akurat.

Masalah lain dengan Candle Pin Bar adalah wujudnya yang mudah dikenal dan ditebak, sehingga trader profesional akan memanfaatkan sinyal Pin Bar untuk menjebak trader amatiran.

Trader-trader profesional menyarankan untuk menggunakan Candle Pin Bar hanya sebagai tambahan konfirmasi saja. Intinya, mereka menekankan untuk buka posisi trading hanya ketika Pin Bar sudah memenuhi peraturan ini:

  1. Harga harus menembus low atau high Pin Bar.
  2. Semakin cepat harga menembus batas tersebut semakin tinggi akurasinya.

Harapannya, dengan mematuhi peraturan dasar tersebut, Anda dapat meningkatkan kualitas trading dan menghindari kesalahan-kesalahan umum dalam menginterpretasi sinyal Pin Bar.

 

Selain dua aturan di atas, ada tiga cara menentukan Pin Bar dengan probabilitas tinggi. Anda bisa melihat contoh-contohnya di artikel 3 Tips Trading Dengan Pin Bar.

Rio Renata aktif menulis di Seputarforex sebagai penulis artikel forex dan broker dalam dua bahasa, khususnya mengenai aspek teknikal. Karena berlatar pendidikan psikologi, ia memandang pergerakan harga pasar layaknya dinamika perilaku individual, yaitu memiliki pola tertentu yang dapat diantisipasi.