Advertisement

13-14 Februari 2018: Inflasi Inggris, Pidato Fed Mester, GDP Jepang

  By: Martin   View: 818
Analisa Forex Fundamental Harian

Selasa, 13 Februari 2018:

Data PPI adalah salah satu indikator utama guna mengukur tingkat inflasi di Swiss disamping CPI. Karena perekonomian Swiss tidak sebesar negara-negara mata uang utama lainnya, maka data PPI yang dirilis disatukan dengan data Import Prices dan sering disebut dengan Producer and Import Prices. Rilis data berupa persentase perubahan dibandingkan bulan sebelumnya atau m/m (month over month), dan persentase perubahan yang dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya atau y/y (year over year).

13-14 Februari 2018: Inflasi Inggris,

 

Bulan Desember 2017 lalu, PPI m/m naik 0.2%, lebih rendah dari perkiraan yang akan naik 0.4% dan yang terendah dalam 4 bulan terakhir. Sementara untuk y/y, PPI naik 1.8%, juga lebih rendah dari perkiraan yang akan naik 2.1% dan sama dengan bulan sebelumnya (tertinggi sejak bulan Oktober 2008).

Untuk bulan Januari 2018, diperkirakan PPI Swiss m/m akan kembali naik 0.2% dan y/y akan naik 0.9%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan CHF.

 

CPI adalah pengukur utama tingkat inflasi yang selalu diperhatikan bank sentral sebagai pertimbangan utama dalam menentukan suku bunga. Ada 2 rilis, yaitu CPI inti (Core CPI) dan CPI total. CPI inti tidak memperhitungkan kategori makanan, minuman dan energi (bahan bakar minyak dan gas). Data yang dirilis masing-masing untuk month over month (m/m) yang dibandingkan dengan bulan sebelumnya, dan year over year (y/y) yang dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya.

Di Inggris, paling berdampak adalah CPI total y/y (inflasi tahunan) yang digunakan sebagai acuan oleh BoE. Di samping CPI, juga dirilis data Producer Price Index (PPI) dan Retail Price Index (RPI) yang hanya mengukur barang-barang konsumsi utama dan biaya sewa tempat tinggal (y/y), tetapi dampak CPI jauh lebih tinggi.

13-14 Februari 2018: Inflasi Inggris,

 

Bulan Desember 2017 lalu, inflasi tahunan Inggris naik 3.0%, sesuai dengan perkiraan dan lebih rendah dari bulan sebelumnya yang naik 3.1%. Sementara untuk basis bulanan (m/m), inflasi naik 0.4%, juga sesuai dengan perkiraan dan tertinggi dalam 4 bulan terakhir.

Naiknya inflasi tahunan bulan Desember 2017 tersebut disebabkan oleh meningkatnya biaya transportasi (+3.8%), biaya rekreasi (+2.7%), harga rumah, air dan listrik (+2.3%), harga tembakau dan minuman beralkohol (+5.6%), furniture dan perlengkapan rumah (+3.2%), harga pakaian dan alas kaki (+3.1%) dan harga barang dan jasa lainnya (+0.8%). CPI inti bulan Desember y/y naik 2.5%, lebih rendah dari perkiraan +2.6% dan terendah dalam 5 bulan.

Untuk bulan Januari 2018, diperkirakan CPI total y/y akan naik 2.9%, m/m akan turun 0.6% (atau -0.6%) dan CPI inti y/y akan naik 2.6%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan GBP menguat.

 

  • Jam 16:30 WIB: data PPI Inggris bulan Januari 2018 (Berdampak medium pada GBP)

Indikator ini mengukur perubahan harga di tingkat produsen dan akan mempengaruhi tingkat inflasi di Inggris. Producer Price Index Inggris yang dirilis, terdiri atas PPI input dan output. PPI input termasuk biaya operasional produksi dan lebih berdampak.

13-14 Februari 2018: Inflasi Inggris,

 

Bulan Desember 2017 lalu, PPI input m/m Inggris naik 0.1%, lebih rendah dari perkiraan yang akan naik 0.5% dan yang terendah dalam 5 bulan terakhir. Sementara untuk y/y, PPI naik 3.3%, lebih tinggi dari perkiraan yang akan naik 2.9% dan yang tertinggi dalam 3 bulan akibat naiknya produk makanan dan petroleum.

Untuk bulan Januari 2018, diperkirakan PPI input m/m akan naik 0.7% dan y/y diperkirakan naik 3.0%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan GBP.

 

  • Jam 20:00 WIB: pidato anggota FOMC Loretta Mester (Berdampak medium pada USD)

13-14 Februari 2018: Inflasi Inggris,

 

Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland yang juga anggota FOMC Loretta Mester dijadwalkan berbicara mengenai outlook perekonomian dan kebijakan moneter di Dayton Area Chamber of Commerce Government Affairs Breakfast. Isi pidato Mester bisa dibaca disini.


Rabu, 14 Februari 2018:

Data yang dirilis oleh Westpac Banking Corporation ini sering disebut juga dengan Westpac-Melbourne Institute Consumer Confidence. Indeks dibuat berdasarkan survey terhadap 1200 konsumen mengenai kondisi perekonomian Australia diwaktu yang akan datang, kondisi tenaga kerja dan iklim bisnis. Indeks ini adalah indikator awal untuk pengeluaran konsumen.

13-14 Februari 2018: Inflasi Inggris,

 

Bulan Januari lalu, indeks kepercayaan konsumen berada pada angka 105.1 atau naik 1.8% dibandingkan bulan sebelumnya; tertinggi sejak bulan November 2013. Untuk bulan Februari 2018, diperkirakan indeks akan turun ke angka 102.0. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan AUD.

 

Disebut juga dengan real GDP, dan dirilis oleh Cabinet Office setiap kwartal. GDP menunjukkan nilai total barang dan jasa yang dihasilkan Jepang dalam periode waktu tertentu dan digunakan sebagai ukuran pertumbuhan ekonomi. Untuk Jepang, data GDP dirilis 2 kali, Preliminary (data awal) dan Final. Preliminary GDP yang merupakan rilis pertama biasanya lebih berdampak dari Final. Hasil rilis berupa persentase perubahan dibandingkan dengan kwartal sebelumnya (q/q).

13-14 Februari 2018: Inflasi Inggris,

 

Kwartal ke-3 tahun 2017, ekonomi Jepang tumbuh 0.6% (revisi dari data sebelumnya yang tumbuh 0.3%); lebih tinggi dari perkiraan yang akan tumbuh 0.4% tetapi lebih rendah dari kwartal sebelumnya yang tumbuh 0.7%. Kenaikan GDP kwartal ke-3 tersebut disebabkan oleh meningkatnya investasi, pengeluaran pemerintah dan ekspor.

Untuk kwartal ke-4 tahun 2017 diperkirakan GDP Jepang q/q akan tumbuh 0.2%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan JPY menguat.

 

  • Jam 09:00 WIB: angka harapan inflasi Selandia Baru kwartal pertama tahun 2018 (Berdampak tinggi pada Selandia Baru)

Indikator yang dirilis setiap kwartal oleh RBNZ ini menunjukkan harapan pelaku bisnis pada tingkat inflasi tahunan di Selandia Baru selama 2 tahun mendatang. Indikator ini dibuat berdasarkan survey terhadap 100 konsumen.

13-14 Februari 2018: Inflasi Inggris,

 

Pada kwartal ke-4 tahun 2017 lalu, diharapkan inflasi tahunan Selandia Baru naik 2.0%, lebih rendah dari kwartal sebelumnya yang naik 2.1%. Untuk kwartal pertama tahun 2018, diperkirakan akan kembali naik 2.1%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan NZD menguat.


Keterangan: Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.


Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Senang
Terinspirasi
Tak Peduli
Sedih
Analisa Forex

SHARE:

SHARE:

 
Peluang Trading EUR/USD 25 Mei 2018 Peluang Trading EUR/USD 25 Mei 2018
By V3 Trader, 25 May 2018, In Peluang Trading, View 904
Peluang trading sell untuk market EUR/USD dari sudut pandang dominasi seller total satu minggu ini.
Ditunjang Alasan Teknikal, Dolar NZ Bisa Lebih Kuat Dari AUD Ditunjang Alasan Teknikal, Dolar NZ Bisa Lebih Kuat Dari AUD
By Ahmed Sar, 23 May 2018, In Analisa Forex Harian, View 284
Divergensi kebijakan moneter antara RBA dan RBNZ terdeteksi, tapi peluang penguatan AUD/NZD kemungkinan bakal terhadang faktor teknikal.
GBP/USD Berpotensi Rebound Dekat Level Support 1.3350 GBP/USD Berpotensi Rebound Dekat Level Support 1.3350
By Sf Red Team, 23 May 2018, In Analisa Forex Harian, View 631
Jelang FOMC, Dolar tampil defensif, sementara pembeli akan mulai memborong GBP/USD di dekat level Support 1.3350.
Analisa US OIL (WTI) Mingguan: Melemah Di Batas Atas Pola Wedge Analisa US OIL (WTI) Mingguan: Melemah Di Batas Atas Pola Wedge
By Ardi99, 21 May 2018, In Analisa Minyak, View 185
US Oil tampak melemah di batas atas pola Wedge, mengindikasikan harga yang belum mendapatkan tekanan beli.
Mengapa Euro Diprediksikan Menguat Tahun Ini Mengapa Euro Diprediksikan Menguat Tahun Ini
By N Sabila, 18 May 2018, In Editorial Forex, View 1144
Euro diprediksikan akan bangkit menguat dan mencapai level 1.26 per dolar AS walaupun sedang terpuruk saat ini. Benarkah demikian?
Spekulan Besar Masih Pegang Emas Di Kisaran Harga 1300 Spekulan Besar Masih Pegang Emas Di Kisaran Harga 1300
By Alpari, 9 May 2018, In Analisa Emas, View 785
Para big boys masih memegang emas di kisaran harga 1300-1280-an dolar per troy ons. Apa artinya bagi trader?

Analisa Forex