Advertisement

14-15 Maret 2018: Pemecatan Menlu AS, Retail Sales AS, Pidato Draghi

  By: Martin   View: 1275
Analisa Forex Fundamental Harian

Pemecatan Menteri Luar Negeri AS

Data inflasi AS yang dirilis hari ini (13 Maret) tidak mengecewakan. CPI bulan Februari y/y naik 2.2% dan m/m naik 0.2%, sesuai dengan perkiraan. Pelemahan USD selepas rilis CPI dipicu oleh pemecatan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson oleh presiden Donald Trump secara mendadak. Rencananya, posisi Tillerson akan digantikan oleh direktur Central Intelligence Agency (CIA) Mike Pompeo.


14-15 Maret 2018: Pemecatan Menlu AS,

 

 

Diberitakan, pemecatan tersebut karena Tillerson selalu berbeda pendapat dan berselisih dengan presiden mengenai kebijakan luar negeri, termasuk perjanjian nuklir Iran dan penanganan masalah Korea Utara. Pemecatan Menteri Luar Negeri yang juga mantan bos Exxon tersebut mencerminkan ketidakstabilan di internal pemerintahan Trump.

Untuk sementara, diperkirakan USD masih akan tertekan hingga dirilisnya data Retail Sales besok malam. Indeks USD malam ini merosot hingga di bawah level 89.60.


Rabu, 14 Maret 2018

  • Jam 09:00 WIB: data Industrial Production China bulan Februari 2018 (Berdampak medium-tinggi pada AUD dan NZD).

Indikator yang disebut juga dengan Industrial Output ini mengukur hasil produksi yang dihasilkan oleh sektor manufaktur, pertambangan, dan industri lainnya di China. Karena China merupakan partner dagang utama Australia, Kanada, dan Uni Eropa, maka perubahan output industri yang merupakan penggerak utama ekonomi China akan sangat mempengaruhi kondisi perekonomian partner dagangnya.

Industrial Production dianggap sebagai salah satu indikator awal bagi laju perekonomian China. Hasil rilis berupa persentase perubahan dibandingkan dengan bulan sebelumnya (month over month atau m/m), dan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya (year over year atau y/y).


14-15 Maret 2018: Pemecatan Menlu AS,

 

 

Bulan Januari lalu, output industri China y/y naik 6.2%, sedikit lebih tinggi dari perkiraan naik 6.1%. Sementara itu, untuk m/m naik 0.52%, juga lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang naik 0.47%. Pada bulan Januari, produksi tekstil, bahan kimia, dan sarana transportasi mengalami kenaikan, sementara produksi mesin dan mineral mengalami kontraksi.

Untuk bulan Februari 2018, diperkirakan output industri China y/y akan kembali naik 6.3%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan AUD dan NZD menguat.

 

  • Jam 15:00 WIB: pidato presiden ECB Mario Draghi (Berdampak tinggi pada EUR).


14-15 Maret 2018: Pemecatan Menlu AS,

 

 

Mario Draghi dijadwalkan berbicara pada konperensi ECB yang diadakan oleh Institute for Monetary and Financial Stability, di Frankfurt. Isi pidato Draghi bisa dibaca di sini.

 

  • Jam 19:30 WIB: data Retail Sales AS bulan Februari 2018 (Berdampak tinggi pada USD).

Penjualan di tingkat retailer adalah indikator awal bagi kepercayaan konsumen, permintaan, dan pengeluaran konsumen yang menunjukkan aktivitas ekonomi secara keseluruhan. Pada akhirnya, data ini akan mempengaruhi pertumbuhan. Rilis data menunjukkan persentase perubahan penjualan ritel dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Ada dua rilis yang bisa diperhatikan: penjualan ritel inti yang tidak termasuk otomotif (Core Retail Sales atau Retail Sales Ex Autos), dan penjualan ritel total atau Advance Retail Sales. Masing-masing dirilis dalam 2 versi, yakni data perubahan bulanan (month over month atau m/m) dan data tahunan (year over year atau y/y). Dalam hal ini, penjualan ritel bulanan dianggap lebih berdampak.


14-15 Maret 2018: Pemecatan Menlu AS,

 

 

Bulan Januari lalu, Advance Retail Sales AS m/m diluar dugaan turun 0.3% (atau -0.2%), lebih rendah dari perkiraan naik 0.2%, dan menjadi yang terendah sejak bulan Februari tahun lalu. Penjualan ritel inti bulan Januari stagnan atau 0.0%, juga lebih rendah dari perkiraan naik 0.5%, dan menjadi yang terendah sejak bulan Juni tahun lalu. Untuk Advance Retail Sales bulan Januari y/y naik 3.6%, terendah dalam 5 bulan.

Penurunan penjualan ritel bulan Januari terjadi pada toko kendaraan bermotor (-1.3%), toko bahan bangunan (-2.4%), toko furnitur (-0.4%), toko peralatan kesehatan (-1.2%), serta toko buku dan peralatan olahraga (-0.8%).

Untuk bulan Februari 2018, baik Advance Retail Sales maupun Core Retail Sales m/m diperkirakan akan naik 0.3%, dengan Advance Retail Sales y/y diestimasi naik 3.8%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

Indikator yang juga disebut Finished Goods PPI atau Wholesale Prices ini mengukur inflasi di tingkat produsen, atau persentase perubahan harga barang dan jasa di tingkat produsen yang akan mempengaruhi inflasi di tingkat konsumen. Hal ini karena kenaikan atau penurunan harga dari produsen akan dibebankan ke konsumen. Kriteria PPI juga mencakup jasa konstruksi, belanja pemerintah, dan ekspor.

Ada 2 data yang dirilis, yaitu PPI inti (Core PPI) dan PPI total, masing-masing untuk m/m (month over month) yang dibandingkan dengan bulan sebelumnya, dan y/y (year over year) yang dibandingkan dengan bulan sama pada tahun sebelumnya. PPI inti tidak termasuk harga makanan dan energi.


14-15 Maret 2018: Pemecatan Menlu AS,

 

 

PPI total AS m/m bulan Januari lalu naik 0.4%, sesuai dengan perkiraan dan lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang turun 0.1%. Sementara untuk basis tahunan (y/y), PPI total bulan Januari naik 2.7%, lebih tinggi dari perkiraan +2.5%, dan lebih baik dari bulan sebelumnya yang naik 2.6%. PPI inti bulan Januari m/m juga naik 0.4%, tertinggi dalam 3 bulan.

Untuk bulan Februari 2018, diperkirakan PPI total m/m akan naik 0.1%, dan PPI inti m/m akan naik 0.2. Sementara itu, PPI total y/y diperkirakan naik 2.8%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

  • Jam 21:30 WIB: data persediaan minyak untuk industri di AS per 9 Maret 2018 (Berdampak tinggi pada WTI/USD dan CAD).

Data ini dirilis tiap minggu oleh Energy Information Administration (EIA) AS, dan disebut juga dengan Crude Stocks atau Crude Levels, yang mengukur perubahan jumlah persediaan minyak mentah (dalam satuan barel) untuk industri di AS.

Meski indikator ini dirilis oleh AS, tetapi bisa berdampak juga pada CAD, mengingat impor sebagian minyak mentah AS berasal dari Kanada. Indikator ini juga akan mempengaruhi harga minyak di AS dan akan berdampak pada tingkat inflasi.


14-15 Maret 2018: Pemecatan Menlu AS,

 

 

Minggu lalu, persediaan minyak untuk industri bertambah 2.41 juta barel, lebih rendah dari perkiraan bertambah 2.60 juta barel, dan lebih rendah dari bulan sebelumnya yang bertambah 3.02 juta barel. Untuk minggu ini, diperkirakan akan kembali bertambah 2.20 juta barel.

Jika persediaan minyak di AS lebih tinggi dari perkiraan, maka harga WTI/USD akan cenderung melemah, karena diasumsikan permintaan akan berkurang. Sebaliknya, jika lebih rendah dari perkiraan, maka harga WTI/USD akan cenderung menguat, karena diasumsikan permintaan akan meningkat.

Namun demikian, persediaan minyak di AS hanya salah satu faktor yang menggerakkan harga minyak dunia. Yang paling berdampak adalah kebijakan negara-negara penghasil minyak mengenai kuota produksi, pernyataan pejabat negara penghasil minyak, dan situasi politik di Timur Tengah. Rilis data persediaan minyak di AS tidak bisa dipastikan akan selalu mempengaruhi harga minyak dunia.



Kamis, 15 Maret 2018

GDP menyatakan nilai total barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam periode waktu tertentu, dan dinyatakan dalam persentase perubahan dibandingkan periode sebelumnya. Tidak seperti negara-negara mata uang utama lainnya yang merilis data GDP per kuartal 3 kali (Preliminary, Second Release, dan Final), Selandia Baru hanya merilis sekali per kuartal pada sekitar 80 hari setelah berakhirnya kuartal tersebut.


14-15 Maret 2018: Pemecatan Menlu AS,

 

 

Kuartal ke-3 tahun 2017, GDP Selandia Baru tumbuh 0.6%, sesuai dengan perkiraan dan menjadi yang terendah sepanjang tahun 2017. Naiknya pertumbuhan kuartal ke-3 tahun lalu terutama disebabkan oleh sektor konsruksi yang meningkat 3.6%, sektor manufaktur yang naik 0.7%, dan sektor jasa (+0.6%).

Untuk kuartal ke-4 tahun 2017, diperkirakan GDP akan naik 0.8%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan NZD menguat.


Keterangan: Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.


Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Senang
Terinspirasi
Tak Peduli
Sedih
Analisa Forex

SHARE:

SHARE:

 
Harga EUR/NZD  Di Antara MA-5 Dan Mid BB Mingguan, Peluang Turun Tinggi Harga EUR/NZD Di Antara MA-5 Dan Mid BB Mingguan, Peluang Turun Tinggi
By Muh Nuzul, 22 Jun 2018, In Analisa Forex Harian, View 19
Peluang Sell pasangan EUR/NZD dilihat dari analisa Multi Time Frame BBMA OA serta Supply And Demand.
Greenback Tergerus Aksi Profit Taking, EUR/USD Berpotensi Menguat Greenback Tergerus Aksi Profit Taking, EUR/USD Berpotensi Menguat
By Rama Anandhita, 22 Jun 2018, In Peluang Trading, View 153
Jebloknya Philly Index dan kekhawatiran terhadap perang dagang kembali membuat Greenback tersungkur.
Berkonsolidasi Dalam Falling Wedge, EUR/USD Lanjut Bearish Berkonsolidasi Dalam Falling Wedge, EUR/USD Lanjut Bearish
By Sf Red Team, 21 Jun 2018, In Analisa Forex Harian, View 468
Pasca pengumuman kebijakan moneter The Fed pekan lalu, Dolar terus mendaki ke rekor tertinggi tahun ini. Manfaatkan kesempatan ini untuk BUY EUR/USD.
Harga Minyak Lesu Karena Rusia Berencana Naikkan Produksi Harga Minyak Lesu Karena Rusia Berencana Naikkan Produksi
By Acy, 18 Jun 2018, In Analisa Minyak, View 214
Para pejabat Saudi dan Rusia yang ingin melonggarkan batasan kuota output, akan menghadapi penolakan pada pertemuan yang diadakan OPEC minggu depan.
Emas Menunggu Hasil Pertemuan G7 Emas Menunggu Hasil Pertemuan G7
By Alpari, 6 Jun 2018, In Analisa Emas, View 752
AS mendapat kritik bahkan ancaman, jika tidak merubah kebijakan bea impor, maka akan memicu negara-negara kelompok G7 memperlakukan aksi balasan yang serupa.
Mengapa Euro Diprediksikan Menguat Tahun Ini Mengapa Euro Diprediksikan Menguat Tahun Ini
By N Sabila, 18 May 2018, In Editorial Forex, View 1986
Euro diprediksikan akan bangkit menguat dan mencapai level 1.26 per dolar AS walaupun sedang terpuruk saat ini. Benarkah demikian?

Analisa Forex