OctaFx

iklan

Apa Itu Social Trading Dan Copy Trading?

Kedua jenis platform untuk berbagi ide trading forex, indeks, dan lain-lain ini kian banyak dihadirkan oleh berbagai pihak. Apa itu Social Trading dan Copy Trading?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Akhir-akhir ini, Social Trading dan Copy Trading makin sering terdengar namanya, mengikuti jejak Mirror Trading yang lebih dulu marak. Kedua jenis platform untuk berbagi ide trading forex, indeks, dan lain-lain ini kian banyak dihadirkan oleh berbagai pihak. Apa itu Social Trading dan Copy Trading? Simak paparannya disini.

Social Trading

 

Pengertian Social Trading

Social Trading adalah sistem dimana para investor pasar finansial mengandalkan konten yang dihimpun aplikasi Web 2.0 sebagai sumber informasi mereka dalam pengambilan keputusan investasi. Social trading menyajikan cara baru dalam menganalisa data-data finansial dengan memberikan dasar untuk membandingkan dan menyalin teknik atau strategi trading orang lain. Social trading merupakan salah satu jenis jaringan sosial online, bisa diandaikan seperti Twitter atau Facebook yang isinya ide-ide trading saja.

Berdasarkan gagasan tersebut, maka Social Trading menyerupai jaringan besar berisi para trader sukses/profesional (signal provider) dan pengikutnya (trader follower). Bentuk platform dimana Social Trading tersebut berada bisa berbeda-beda, tergantung penyedia fasilitas. Yang jelas, masing-masing berfungsi sebagai tempat dimana para trader bisa berbagi pikiran tentang trading, mengikuti mereka yang rekomendasinya dianggap handal, dan seterusnya.

Tradeo

Gambar 1. Sampel Screenshot Dari Platform Social Trading Tradeo

 

Pada awalnya, Social Trading muncul dalam bentuk Copy Trading, seperti yang disediakan oleh eToro dan ZuluTrade. Namun, dalam perkembangan termutakhir-nya, sebuah platform Social Trading tidak selalu terhubung atau disediakan oleh broker forex. Contohnya adalah TradingView, dimana para trader dari seluruh dunia bisa menggambar dan berbagi ide-ide trading mereka. Kemudian juga ada SIRIX yang fungsi utamanya adalah software trading seperti MetaTrader4, tetapi telah mengintegrasikan teknologi Social Trading dan bisa diadopsi oleh banyak broker forex.

 

Karakteristik Social Trading

Baik disediakan oleh broker ataupun tidak, Social Trading memiliki empat karakteristik khas:

  1. Aliran informasi bebas antar trader.
  2. Kerjasama antar trader, dimana setiap orang dalam jaringan bisa sekedar berbagi informasi maupun bersama-sama melakukan riset.
  3. Monetisasi, bisa dengan bekerjasama dengan broker forex atau memberikan layanan informasi dan tools premium bagi anggotanya.
  4. Transparansi, dalam bentuk terbukanya informasi sehingga setiap trader bisa menilai sendiri kredibilitas Signal Provider yang diikutinya.

Karakteristik itu menjadikan Social Trading sebagai wahana penting bagi trader forex masa kini, baik mereka yang sudah berpengalaman maupun pemula. Bagi pemula khususnya, menyimak sinyal-sinyal dan analisa para trader yang lebih mumpuni bisa membuka mata dan memberikan pengetahuan tambahan.

Namun demikian, Social Trading bukan tanpa kekurangan. Kelemahan utama yaitu adanya kesenjangan waktu antara diterimanya informasi oleh trader utama dengan trader follower-nya. Perbedaan waktu ini bukan hanya menjadikan eksekusi tidak selalu sepenuhnya serempak, tetapi juga memungkinkan terjadinya perubahan signifikan saat selisih waktu itu berlangsung. Walaupun, hal ini akan terminimalisir di platform Copy Trading otomatis.

 

Pengertian Copy Trading

Banyak yang mengira Copy Trading dan Mirror Trading sebagai suatu hal yang sama, padahal ada perbedaan besar diantara keduanya, biarpun trader pesertanya sama-sama memiliki papan rekor.

ZuluTrade

Gambar 2. Papan Rekor Penyedia Sinyal Di Fasilitas Copy Trading ZuluTrade

 Mirror Trading sudah eksis sejak awal tahun 2000an sebagai hasil evolusi dari Algorithmic Trading (Algo Trading). Sebelumnya, strategi Mirror Trading hanya tersedia bagi trader kelas institusional, tetapi kemudian dapat diakses juga oleh trader ritel. Sifatnya otomatis, sehingga keputusan trading tak dilandasi emosi.

Trader pengguna Mirror Trading menggunakan platform yang disediakan broker untuk memeriksa histori dan detail dari berbagai strategi trading, lalu memilih salah satu strategi yang tersedia untuk diterapkan dalam akun mereka. Ketika pembuat strategi itu mengeksekusi suatu transaksi, maka posisi trading yang dibuat akan secara otomatis ditiru dalam akun Mirror Trading follower-nya.

Di sisi lain, Copy Trading adalah salah satu teknologi baru yang diterapkan dalam konteks Social Trading dan muncul menyusul Mirror Trading. Copy Trading dan Mirror Trading sama-sama memungkinkan trader forex untuk secara otomatis meng-copy posisi trading yang dibuka dan diatur oleh trader lainnya, tetapi pengaturan kontrol dana-nya berbeda. Copy Trading berarti money management bagi dana trader follower akan terhubung dengan dana trader pro yang mereka ikuti, sedangkan Mirror Trading sekedar meniru strategi saja.

 

Persamaan Dan Perbedaan Copy Trading Dan Mirror Trading

Dalam Mirror Trading, ukuran lot di setiap posisi trading bisa diputuskan sendiri oleh trader, begitu juga berapa banyak posisi trading di akun Follower yang akan meniru Signal Provider.

Itu berbeda dengan Copy Trading, dimana Trader Follower biasanya diminta untuk mengalokasikan bagian modalnya ke Signal Provider dalam bentuk persentase dari balance netto. Umpama, Anda memiliki deposit sebesar $10,000 dalam akun Copy Trading Anda, lalu memutuskan untuk mengalokasikan 20% ke Signal Provider X, dan 30% ke Signal Provider Y. Dengan setting ini, jika Provider X bertrading dengan dana $20,000 dalam akun mereka, sedangkan Provider Y hanya bertrading dengan dana $2,000, maka peniruan trading di akun Anda akan proporsional dengan besaran tersebut, yakni masing-masing $2,000 dan $600.

Akan tetapi, Copy Trading dan Mirror Trading juga memiliki persamaan, yaitu performa Signal Provider di masa lalu tak bisa menjadi indikasi bagi hasil di masa depan. Jika Anda memantau performa trading figur-figur unggulan di platform Social Trading, Anda akan melihat bahwa hasil trading mereka umumnya sangat fluktuatif.

Seseorang yang bisa menghasilkan profit spektakuler bulan lalu, minggu depan bisa saja mengalami drawdown ekstrim. Seseorang yang berdiri di puncak nomor satu minggu ini, bisa merosot ke nomor tiga minggu depan, lalu sudah hilang entah dimana saat memasuki bulan depan. Dalam kondisi seperti ini, problema paling kompleks bagi Trader Follower adalah bagaimana mengenali kapan sebaiknya mulai mengikuti seorang Signal Provider, dan kapan mesti "putus hubungan" dengannya.

 

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih dalam, selain dari kolom komentar, Anda juga bisa langsung bertanya pada ahli kami di forum tanya jawab berikut.

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.