OctaFx

iklan

Beberapa Cara Konfirmasi Price Action

Artikel ini mengulas tentang beberapa cara mengkonfirmasikan setup price action yang terbentuk agar diperoleh sinyal trading yang valid. Konfirmator yang lazim digunakan adalah level-level support dan resistance, baik yang berupa garis horisontal maupun yang berupa moving averages. Bentukan formasi price action bisa langsung diamati pada chart trading, demikian juga level-level konfirmator.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Artikel ini mengulas tentang beberapa cara mengkonfirmasikan setup price action yang terbentuk agar diperoleh sinyal trading yang valid. Konfirmator yang lazim digunakan adalah level-level support dan resistance, baik yang berupa garis horisontal maupun yang berupa moving averages. Bentukan formasi price action bisa langsung diamati pada chart trading, demikian juga level-level konfirmator yang dimaksud. Dengan kombinasi price action dan level support atau resistance maka akan diperoleh sinyal trading dengan probabilitas yang cukup tinggi.

Semakin kuat level support atau resistance maka semakin valid sinyal trading yang dihasilkan. Price action yang terbentuk pada sekitar level tersebut menunjukkan sentimen pasar yang sedang terjadi. Untuk menghindari noise atau kesalahan yang mungkin bisa terjadi kita bisa menggunakan time frame tinggi (4-hour atau daily), sedang untuk menentukan momentum entry yang tepat bisa digunakan indikator teknikal seperti indikator oscillator untuk mengetahui level overbought atau oversold (RSI, stochastic,MACD), dan indikator ADX untuk mengetahui kekuatan trend yang sedang terjadi.

Konfirmasi price action pada kondisi pasar trending

Berikut contoh setup price action yang terjadi pada level-level support dan resistance untuk kondisi pasar downtrend (trend utama) dengan koreksi (retracement).


    Beberapa Cara Konfirmasi Price

Perhatikan formasi bar yang terbentuk pada level-level support dan resistance (garis merah horisontal) yang bisa kita gunakan untuk nenetapkan level entry setelah formasi bar terbentuk, dan juga level exit target. Beberapa pin bar yang terbentuk mengalami rejection (penolakan) oleh level resistance atau support, dan pin bar ekor panjang terbentuk dekat dengan level support yang baru terjadi.

Konfirmasi price action pada kondisi pasar sideways (ranging)

Pada kondisi pasar yang sideways (ranging), konfirmator yang paling baik adalah pada level support dan resistance. Kondisi pasar semacam ini bisa dilihat melalui indikator oscillator dan ADX dimana trend yang terjadi tidak cukup kuat.


    Beberapa Cara Konfirmasi Price

Tampak bahwa formasi bar yang terbentuk pada level support dan resistance (inside bar dan pin bar) cukup valid sebagai sinyal entry. Hanya saja untuk pasar yang sedang konsolidasi seperti ini kita harus hati-hati dalam menentukan exit target mesti mengantisipasi jika arah pergerakan harga tiba-tiba berbalik dan berubah menjadi trending. Disinilah pentingnya risk/reward ratio dalam rencana trading. Ketika level support telah tertembus dengan terbentuknya pin bar ekor panjang, maka dua hari berikutnya harga turun tajam dan kondisi pasar menjadi downtrend. Pada saat pin bar ini terbentuk dan support level ditembus, sebenarnya kondisi ranging diatas sudah selesai dan berganti menjadi downtrend.

Konfirmasi price action dengan moving averages sebagai support dan resistance dinamis

Indikator exponential moving average (ema) terutama ema8-daily dan ema21-daily sering digunakan sebagai konfirmasi price action yang terjadi, terutama dalam kondisi pasar trending. Ema membentuk level-level support atau resistance dinamis.


    Beberapa Cara Konfirmasi Price

Pada contoh diatas setup price action yang terjadi dekat ema8-daily dan ema21-daily yaitu pin bar dan fakey bar bisa digunakan sebagai sinyal untuk entry.


Sumber : www.learntotradethemarket.com

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Erwin Zulfikar
Lebih bagus mana pakai support resistance yang dinamis atau yang statis?
Dengan MA sepertinya bisa lebih fleksibel, tapi cenderung lagging, tapi dengan fibonacci pemosisiannya kadang bisa benar kadang bisa tidak. Pilih yang mana yang paling bagus?
Martin S
@ Erwin Zulfikar:
Keduanya seharusnya digunakan bersama-sama, biasanya level yang statis (resistance atau support garis horisontal) lebih dominan (lebih diperhatikan). Dalam keadaan trending selain mengacu pada level support dan resistance statis (horisontal), trader juga menggunakan support dan resistance dinamis untuk menemukan momentum entry atau exit yang tepat, misalnya ketika terjadi perpotongan antara 2 kurva indikator moving average. Untuk penjelasan lebih lanjut Anda bisa membaca: Penggunaan Indikator Moving Averages (3)
Munir Djayuz
@erwin:ane lebih suka pake fibo / pp, karna bisa ada support sekaligus resistanx juga. kalo pake ema nunggu ada perubahan tren dulu baru posisi garisx bisa berpindah fungsi. ini jadix kalo dgn ema gag bisa dapet support & resistan sekaligus, hnya bs melihat sinyal pinbar deket2 garis ema untuk melihat sinyal continuation. saat harga crossing ema pun itu gag ada sinyal dari pinbar yang memperingatkan. jadi kalo mau reversal tampakx masih perlu indikator lain buat filter...
Orchid
Sebaiknya disesuaikan dgn kondisi pasarnya aja. Sya lihat untuk pasar sideways support & resisten yg berupa garis horisontal bisa bekerja dgn baik. Sedangkan untuk pasar yg trending rasanya paling tepat untuk menggunakan MA aja. Yg sya masih penasaran adalah penempatan oscilator disini sebagai apa? Karena dicontoh yg diberikan tidak dijelaskan apa-apa tentang penggunaan indikator oscillator. Apakah bisa paling baik digunakan di pasar sideways atau pasar trending. Apa malah tidak perlu sama sekali?
Martin S
@ Orchid:
Indikator oscillator digunakan ketika pasar sedang sideways, untuk mengetahui keadaan overbought atau oversold, misalnya indikator RSI, stochastics dan CCI. Untuk penjelasan lebih lanjut Anda bisa membaca: Penggunaan Indikator RSI
Munir Djayuz
@orchid:bisa juga itu saran agan. tapi kalo gitu jadix agak riwuh karna musti bongkar pasang indi tergantung kondisi pasarx. trus masih blm ada jg cr price action yg bs identifikasi pembalikan dr contoh trdng dgn ema itu.
iya gan ane jg penasaran kn tadix udah disebutin itu oscillator tp bs ditaru dimanax y ane gak ngerti...
Martin S
@ munir djayuz:
Indikator oscillator digunakan ketika pasar sedang sideways, untuk mengetahui keadaan overbought atau oversold, misalnya indikator RSI, stochastics dan CCI. Untuk penjelasan lebih lanjut Anda bisa membaca: Penggunaan Indikator RSI
Surya Alwi
Maaf karena saya baru pemula saya ingin tanya hal yang mendasar disini, karena saya ingin bisa trading dengan pemahaman yang baik dengan price action. Saya masih kurang mengerti dengan maksud pin bar yang terbentuk mengalami rejection (penolakan). Apakah ini maksudnya sama dengan harga yang memantul dari level resisten atau support?
Martin S
@ Surya Alwi:
Rejection pada level tertentu maksudnya gagal menembus level tersebut, atau lazim juga disebut false breakout. Pin bar yang mengalami rejection pada level tertentu mengisyaratkan pergerakan reversal (berbalik arah, dan disebut dengan pin bar reversal. Berikut contoh pin bar reversal yang mengalami rejection oleh level-level resistance, yang mengisyaratkan pergerakan downtrend:



Untuk penjelasan lebih lanjut Anda bisa membaca: Mengupas Strategi Trading Dengan Pin Bar