OctaFx

iklan

Penggunaan Indikator Moving Averages (3)

123055

Secara umum indikator Moving Average terbilang lagging atau mengalami keterlambatan dalam menunjukkan nilai rata-rata yang dihitung. Meski begitu MA punya banyak keunggulan.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Artikel ini adalah lanjutan dari bagian (2) artikel dengan judul yang sama

Hingga kini Moving Average masih menjadi favorit para trader. Sebab, meski indikator teknikal ini tergolong sederhana, Moving Average memiliki berbagai keunggulan. Nah dalam praktiknya, indikator Moving Average digunakan untuk:

  • Mengidentifikasi arah tren yang sedang terjadi
  • Mengidentifikasi level support dan resistance
  • Mengidentifikasi penembusan suatu level harga (breakout)
  • Mengukur momentum pergerakan harga


Moving Average dapat digunakan untuk mengidentifikasi suatu kondisi uptrend bila:

  • Garis indikator Moving Average bergerak kearah atas.
  • Candlestick atau garis bar dari pergerakan harga cenderung untuk bergerak di atas garis Moving Average.
  • Dengan menggunakan kombinasi 2 indikator Moving Average, jika MA periode yang lebih pendek memotong (cross) periode MA yang panjang dengan arah keatas.
  • Dengan menggunakan kombinasi 2 indikator Moving Average, jika MA periode yang lebih pendek berada di atas periode panjang dan jarak kedua garis MA tersebut cenderung melebar.
  • Untuk identifikasi kondisi downtrend berlaku kebalikannya.


Untuk trading jangka panjang, jenis MA dan periode yang sering digunakan pada chart daily dan 4-hour dalam praktek adalah EMA-144 dan SMA-200, seperti pada contoh berikut:

Penggunaan Indikator Moving Averages

Dari contoh di atas tampak bahwa setelah garis EMA-144 daily memotong garis SMA-200 daily ke arah atas maka harga bergerak di atas kedua garis MA tersebut dengan EMA-144 daily sebagai garis Support. Garis Support atau Resistance yang diindikasikan oleh Moving Average disebut dengan "level support atau resistance dinamis". Perhatikan juga bahwa pada kondisi uptrend, garis MA dengan periode yang lebih pendek selalu bergerak di atas periode panjang.

Berikut kondisi pada time frame yang lebih rendah (4-hour):

Penggunaan Indikator Moving Averages

Untuk mengambil posisi pada kondisi tersebut, perlu diperhatikan syarat-syarat berikut:

  • Pastikan arah tren pada time frame yang lebih tinggi. Dalam hal ini adalah uptrend pada time frame daily.
  • Garis MA periode yang lebih pendek memotong periode panjang ke arah atas dan jarak kedua garis MA tersebut cenderung melebar.
  • Entry buy bila harga telah berada di atas garis SMA-200.

Ketika jarak kedua garis MA tersebut mulai menyempit dan kemudian periode yang lebih pendek memotong periode panjang ke arah bawah, maka momentum uptrend telah mulai berkurang. Kemungkinan arah trend akan berbalik, yang merupakan sinyal untuk exit. Ada kalanya hanya terjadi koreksi yang berarti tren masih akan berlanjut. Salah satu indikasi kondisi tersebut adalah bila pergerakan harga tidak menembus garis MA periode yang lebih panjang (SMA-200), atau tidak melewati garis tren level low (masih membentuk higher low).

Beberapa periode waktu Moving Average yang sering digunakan adalah:

  • Untuk skala jangka pendek: 9, 10, 13, 18, 20 dan 21
  • Untuk skala jangka menengah: 40, 55 dan 89
  • Untuk skala jangka panjang: 100, 144 dan 200

Bagaimana dengan Anda, trader? Turunan indikator Moving Average apa yang sering Anda pakai dan andalkan? Periode MA berapa lama yang Anda gunakan?

Apapun itu, indikator Moving Average memang penting untuk Anda pahami dengan baik. Dengan memanfaatkan MA untuk mengidentifikasi tren, trader hanya perlu menambah satu indikator lagi untuk menentukan dan mengkonfirmasi titik entry. Oleh karena itu, tak heran bila trader pemula maupun profesional pun mengandalkan Moving Average dalam aktivitas trading mereka.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Newbie
itu yang GBPUSD daily cara menentukan support nya gmn? sya liat di lingkaran ketiga sebelum lingkaran ketiga itu kan ada sedikit penurunan yaa. kenapa itu yang bukan dijadiin support gan? mohon penjelasannya ..:D thanks
Martin S
@ newbie:
Garis supportnya, atau nilai support pada saat itu ngikutin kurva indikator ema-144. Jadi kita tidak menentukan support sendiri. Kurva ema-144 ada perhitungannya sendiri dimana nilai saat itu adalah harga rata-rata selama 144 periode (dalam hal ini 144 hari).

Jadi nilai supportnya nggak konstan, selalu berubah-ubah (dinamis) tergantung dari hasil perhitungannya. Beda lho dengan kalau kita sendiri yang nentuin support.. Cara menghitung nilai ema bisa dibaca di sini.
Ardiano
bgmana kl dlm uptrend harga di atas, crossing ema-144 ke bawah juga diambil untuk entry sell? apa memungkinkan?
Martin S
@ Ardiano:
Secara teori bisa, tetapi dalam contoh diatas arah trend sudah jelas yaitu uptrend, dan jika terjadi crossing pada arah yang sebaliknya diartikan sebagai koreksi dan bisa saja entry sell tetapi resikonya akan lebih besar dibandingkan entry buy. Kecuali jika indikator trend yang lain seperti ADX dan MACD mendukung trend reversal atau pembalikan arah trend, dan juga ada price action yang mengisyaratkan kemungkinan terjadi trend reversal.