Memanfaatkan Pola Pin Bar Reversal Dalam Trading

289168

Jika Anda adalah seorang penggemar strategi Price Action, maka ketahui tanda-tanda pembalikan arah harga hanya dengan mengandalkan Pin Bar Reversal berikut ini.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Anda tentu sudah sering mendengar nama Niall Fuller, kan? Seorang pendiri situs learntotrademarket[dot]com sekaligus trader forex ini diketahui gemar sekali trading mengunakan strategi Price Action. Memang, strategi Price Action hampir digemari oleh semua trader, mengingat kemudahan yang ditawarkannya bagi para pelaku pasar. Melalui strategi Price Action, Anda tak perlu menambahkan beragam indikator teknikal rumit dalam chart. Cukup gunakan pola-pola candle yang terbentuk, bisa dengan Inside Bar ataupun Pin Bar Reversal.

Memanfaatkan Pin Bar Reversal

 

Memahami Pola Pin Bar Reversal Dalam Chart

Saat menggunakan strategi Price Action, Anda hanya perlu berfokus pada pola candlestick yang terbentuk dalam chart. Pola-pola ini nantinya bisa menjadi acuan dalam pengambilan keputusan trading, mengingat candlestick merupakan visualisasi dari kondisi pergerakan harga di pasar. Candlestik yang terbentuk boleh jadi memiliki beragam rupa. Mulai dari candle dengan body yang lebih besar daripada kedua sumbunya atau justru sebaliknya: ukuran sumbu lebih panjang daripada ukuran body candle, alias Pin Bar.

Secara umum, Pin Bar menggambarkan adanya suatu kejadian di pasar yang mempengaruhi sentimen seller maupun buyer. Biasanya, candlestick dengan sumbu atas lebih panjang menandakan adanya kekuatan seller, sementara candlestick dengan ekor bawah lebih panjang menunjukkan kekuatan buyer lebih dominan. Lebih lanjut, sinyal yang ditunjuk oleh Pin Bar cenderung memiliki akurasi tinggi, sehingga akan sangat membantu aktivitas "perburuan" Anda.

memperoleh profit dari Pin Bar Reversal

Umumnya, suatu pola disebut sebagai Pin Bar apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Memiliki ekor yang lebih panjang dari body-nya. Ekor ini juga disebut dengan sumbu atau bayangan (shadow).
  2. Semakin panjang ekor dan semakin kecil body, maka sinyal yang ditunjuk oleh Pin Bar akan semakin valid. (Panjang ekor sekitar 2/3 panjang total Pin Bar).
  3. Sisi lain dari ekor disebut dengan "nose" (hidung). Semakin pendek hidung akan semakin valid Pin Bar tersebut.

Sebagai salah satu pola yang paling mudah ditemukan dalam chart, Anda harus memahami betul indikasi yang ditunjuk oleh pola Pin Bar. Biasanya, kemunculan pola ini dalam chart akan menunjukkan terjadinya pembalikan arah tren alias Reversal, sehingga bisa pula disebut sebagai Pin Bar Reversal. Mengutip dari tips trading Price Action menurut Niall Fuller, ada beberapa pola Pin Bar Reversal yang bisa Anda manfaatkan. Apa sajakah itu?

 

Jenis-Jenis Pin Bar Reversal

1. Classic Pin Bar

Pola pertama ini merupakan pola yang sudah umum digunakan oleh para trader. Dalam serangkaian tren yang kuat, baik itu Uptrend maupun Downtrend, kemunculan Pin Bar bisa sangat akurat, terutama bila terbentuk pada level-level kunci (Support dan Resistance). Pin Bar Reversal yang muncul saat Uptrend (selanjutnya disebut Bearish Pin Bar), biasanya memiliki ekor atas lebih panjang sebagai bentuk penolakan harga untuk menembus level lebih tinggi. Akibatnya, harga selanjutnya bergerak ke arah berlawanan dengan Uptrend, sehingga terjadilah Bearish Reversal.

Pola Pin Bar Reversal Klasik

Begitu pula dengan kemunculan Pin Bar dalam rangkaian tren menurun (Downtrend). Ekor candle akan lebih panjang di bagian bawah body, karena harga menolak untuk menembus level yang lebih rendah. Dengan demikian, Bullish Reversal pun biasanya terkonfirmasi sesaat setelah Pin Bar Reversal muncul.

 

2. Long Tailed Pin Bar

Sesuai dengan namanya, Long Tailed Pin Bar adalah salah satu jenis pola Pin Bar yang memiliki ekor lebih panjang dari Pin Bar pada umumnya. Keunggulan dari pola ini adalah memiliki validitas dan akurasi sinyal yang lebih tinggi dari Pin Bar biasa. Ekor panjang menunjukkan sentimen penolakan yang besar pada level tertentu, sehingga kemungkinan besar terjadi false break atau gagal menembus level tersebut. Semakin panjang ekornya, maka semakin kuat pula level harga tersebut mengalami penolakan.

Adapun contoh Long Tailed Pin Bar Reversal bisa Anda lihat pada chart berikut ini:

candlestick ekor panjang

 

3. Double Pin Bar

Pola Double Pin Bar dalam chart memang jarang ditemukan. Namun, sekalinya Anda bertemu pola ini, maka di situlah peluang terbuka lebar. Menurut Niall Fuller, adanya Double Pin Bar perlu diperhatikan betul oleh trader dengan aliran Price Action. Pola ini akan menjadi sinyal peringatan yang jelas bahwa harga akan bergerak ke arah berlawanan.

Sesuai namanya, Double Pin Bar mengkonfirmasi Reversal dengan dua Pin Bar sekaligus. Dengan demikian, akurasi terjadinya Reversal tak perlu diragukan lagi.

Double Pin Bar Reversal

 

4. Small Tailed Bars Dan Long Tailed Bars (Bukan Pin Bar)

Meskipun secara umum Pin Bar memiliki ciri-ciri ekor yang panjang, tetapi tak semua candlestick berekor panjang lantas disebut sebagai Pin Bar. Ada candlestick berekor pendek juga candlestick berekor panjang yang bisa menjadi pola penanda Reversal, meskipun bukan Pin Bar. Mengapa demikian?

Sebagaimana yang disebutkan dalam ciri-ciri Pin Bar di atas, sebuah candle bisa disebut sebagai Pin Bar apabila proporsi ekor sebesar 2/3 dari body candle. Candlestick ekor panjang atau candlestik ekor pendek pada poin ini tidak memenuhi karakteristik tersebut; boleh jadi ekornya tidak sepanjang 2/3 body, atau justru ekornya melebihi proporsi body candle. Kendatipun demikian, kemunculan pola candle ini memberikan indikasi yang sama pentingnya dengan Pin Bar Reversal, yakni sebagai penanda pembalikan arah harga.

Pin Bar Reversal Ekor Panjang dan Pendek

 

5. Pola Candlestick Ekor Panjang Lainnya

Selain beberapa pola di atas, ada pola Pin Bar Reversal lain yang bisa dimanfaatkan, yaitu:

  • Inside-Pin Bar Combo. Dalam formasi ini, body Pin Bar "termakan" oleh body candle sebelumnya, sehingga tampak sebagai pola Inside Bar.
  • Pin Bar-Inside Bar Combo. Pola ini merupakan kebalikan dari pola sebelumnya, karena ada candlestick yang terbentuk setelah Pin Bar, tetapi body-nya masih berada dalam jangkauan Pin Bar, sehingga terlihat sebagai pola Inside Bar.
  • Fakey-Pin Bar Combo, yaitu Pin Bar yang terbentuk dalam rangkaian pola-pola candle penanda fakey atau false break. Pola ini mengindikasikan penolakan pada level yang dianggap signifikan. Seolah-olah harga bergerak mengikuti tren yang sedang terjadi, tetapi kemudian berbalik arah dengan kuat.

Jenis-jenis Pin Bar Reversal lain

Meskipun kemunculan pola-pola di atas menandakan terjadinya Reversal, ada baiknya Anda menunggu candle selanjutnya sebagai konfirmator. Pada pola Bullish Pin Bar Reversal misalnya, candle yang terbentuk sesudah Pin Bar tersebut harus lebih tinggi daripada Pin Bar, baik body maupun ekornya. Dengan menunggu kemunculan candle setelah Pin Bar, maka Reversal dapat lebih dipastikan.

 

Trading Menggunakan Pin Bar Reversal

Apabila Anda menemukan pola Pin Bar Reversal dalam chart, maka strategi trading yang bisa diterapkan antara lain:

1. Pastikan bahwa chart Anda sudah di-set dalam time frame harian (Daily). Hal ini karena akurasi sinyal dari Pin Bar akan semakin terdukung apabila dikombinasikan dengan time frame besar, misalnya Daily atau bahkan Weekly. Penggunaan time frame lebih rendah dari Daily dikhawatirkan akan menimbulkan overtrading, mengingat ada banyak noise yang terbentuk di time frame kecil.

2. Pahami kondisi pasar, apakah sedang trending kuat atau justru tengah bergerak ranging (sideways). Akan lebih baik apabila Anda mengikuti pergerakan tren yang sedang berlangsung, karena Pin Bar akan sangat tepat apabila digunakan saat kondisi pasar sedang trending.

Strategi Trend Following

(Baca Juga: 5 Tips Jitu Untuk Trading Mengikuti Trend)

3. Tentukan level-level penting (Support dan Resistance) sebagai penanda entry. Apabila Pin Bar ternyata gagal menembus level Support, maka di situlah Anda bisa mulai entry buy. Begitu pula sebaliknya jika Anda ingin entry sell; tunggu hingga harga gagal menembus level Resistance disertai dengan kemunculan Bearish Pin Bar.

4. Terakhir, tentukan level Stop Loss  (SL) dan Take Profit (TP). Anda bisa menentukan level SL maupun TP ini dengan mengacu pada Risk Reward Ratio yang telah ditetapkan. Selain itu, Stop Loss dan Take Profit juga bisa ditetapkan berdasarkan level-level kunci Support dan Resistance.

 

Selain menggunakan Pin Bar, indikasi terjadinya Reversal juga bisa Anda ketahui dari pola candlestick triple (3 candle). Sebut saja pola Three Line Strike, Abandoned Baby, hingga Three Black Crows. Bagaimanakah cara aplikasinya? Simak ulasan selengkapnya di "Pola 3 Candle Terbaik Penanda Reversal".

Alumnus Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang sudah mengenal dunia jurnalistik sejak SMP. Sempat aktif sebagai Editor dan Reporter di UKM Pers UWKS, kini bekerja sebagai salah satu Online Journalist di seputarforex.com.