OctaFx

iklan

Dilema Trader Forex: Membuka Posisi Atau Tidak?

Para trader forex ketika ingin sekali masuk pasar, tetapi setelah melihat chart trading jadi kurang percaya diri sehingga ragu-ragu. Ini cara menghapus kebimbangan Anda.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Membuka posisi trading atau tidak? Pertanyaan ini sering muncul dibenak para trader forex ketika ingin sekali masuk pasar, tetapi setelah melihat chart trading jadi kurang percaya diri sehingga ragu-ragu untuk membuka posisi trading. Kadang-kadang karena telah komit ‘hari ini saya harus trading’, maka dipaksakan untuk membuka posisi, dan beberapa saat kemudian menyadari bahwa pergerakan harga pasar ternyata tidak sesuai dengan prediksi. Jika kebetulan Anda mengalami hal seperti ini, Anda tidak sendiri. Banyak trader yang telah mapan melakukan hal serupa sebelum mereka menemukan kepercayaan diri yang kuat untuk masuk pasar.

Bagaimana mengetahui saat yang paling tepat untuk membuka posisi trading?

Bagaimana sebenarnya para trader profesional dan mereka yang telah berpengalaman menganalisa pasar sehingga bisa dengan cepat menentukan untuk membuka posisi trading atau tidak? Meski tiap trader punya cara yang berbeda, tetapi pada dasarnya mereka berpatokan pada 2 hal:

  1. Apakah metode dan strategi trading yang digunakan telah memberikan sinyal yang cukup valid?
  2. Apakah posisi trading yang akan dibuka bisa memberikan risk/reward ratio yang cukup bagus?

Sinyal trading yang valid adalah setup pergerakan harga pasar yang terbaik sesuai dengan aturan metode dan strategi trading. Hal ini tidak berarti setup yang terbaik itu pasti berhasil atau profitable, tetapi dengan risk/reward ratio yang rasional, dalam jangka panjang akan diperoleh return yang memadai dengan profit yang konsisten. Para trader profesional juga ada yang mengalami kerugian sampai 50% dari keseluruhan trade dalam suatu periode, tetapi dengan kekuatan risk/reward ratio yang bisa dianggap sebagai ‘holy grail’ dalam trading forex, mereka masih bisa memperoleh return yang cukup memadai.

Sebagai contoh, bagi trader yang telah berpengalaman menggunakan metode price action, biasanya mereka tidak ragu dalam menentukan sikap untuk membuka posisi setelah membaca setup pergerakan harga pasar. Setup price action jelas, valid atau tidak valid, jika valid dan telah dikonfirmasi oleh faktor pendukung (support atau resistance), mereka segera membuka posisi. Mereka bisa memutuskannya dalam waktu yang relatif singkat karena metode price action memang sederhana dan tidak memerlukan perhitungan yang kompleks.

Berikut contoh setup price action yang ‘bagus’ sebagai sinyal untuk membuka posisi. ‘Bagus’ disini berarti probabilitasnya tinggi.
Membuka Posisi Atau

Pada gambar chart diatas tampak setup price action dengan pin bar yang terbentuk pada trend dominan bearish (tanda panah) dan dikonfirmasi oleh level resistance baik statis (garis horisontal) maupun dinamis (ema8 dan ema21). Konfirmasinya adalah penolakan (rejection) ‘ekor’ pin bar tersebut oleh level resistance statis, dan layer atau lapisan resistance dinamis ema21 dan ema8 (tidak menembus lapisan resistance dinamis). Selain itu, level penutupan pin bar dibawah level pembukaannya (bar bearish) dan berada dibawah ema8, yang sesuai dengan trend dominan (bearish). Level stop loss bisa ditentukan diatas level resistance statis.

Dari contoh diatas bisa diambil kesimpulan bahwa sekali kita menemukan setup yang sesuai dengan metode dan strategi trading yang telah kita sepakati, maka kita tidak akan ragu lagi untuk membuka posisi trading, dan kita akan trading seperti ‘penembak jitu’. Selain metode dan strategi, kita juga harus mempunyai rencana trading dan jurnal trading untuk mengevaluasi seluruh hasil trading yang telah kita lakukan. Dengan cara demikian, kita bisa menjadi disiplin dalam trading, dan seiring dengan waktu serta pengalaman, kita akan bisa selalu percaya diri dan tahu kapan saat yang paling tepat untuk entry. Jika sinyal trading tidak cukup valid atau probabilitasnya sangat kecil, kita tidak harus memaksakan diri untuk masuk pasar.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


arrow up arrow down
Sinyo
sinyal entry yang valid berarti indikator-indikator yang dipakai memberikan sinyal yang sama dan bisa saling mengkonfirmasi. begitukah? dicontohnya ada price action, resistan, dan ema, ketiga-tiganya saling mengkonfirmasi untuk sinyal sell.
Aji Pamungkas
Kalau ambil sinyal dr chart pattern seperti triangle & wedges itu juga termasuk strategi price action bukan ? ?
Mas Kelvin
trus dgn demikian kl kita ada trgt utk open posisi, slm tdk ada sinyal yg valid lbh baik diurungkan sj niat opnya? kl dihbngkn dgn trgt keuntungan jngk pnjng kn ada hubnya jg sm trgt op ini. brarti utk stiap op yg dibuka nanti slalu ada penyesuaian dgn volume dn rasio risk/rwrd ya kl ingin trgt jngk pnjngny ttp trcapai?
Galih Sukmawan
@mas kelvin.. bagaimanapun memang harus diusahakan supaya tradingnya berhasil kan gan. kalo niatnya cuma memenuhi target tapi sinyalnya nggak valid juga ujung-ujungnya susah juga capai target. karena ini terus muncul kesulitan apa mau masuk berdasarkan sinyal atau masuk berdasarkan target. yang paling masuk akal jelas berdasarkan sinyal gan. masalah target itu bisa diatur dari ukuran trading sama rasio laba rugi. karena sinyal trading yg bagus itu nggak muncul setiap saat. nggak bisa ditunggu untuk selalu muncul sesuai target. jadi disini kita yang menyesuaikan untuk mengatur penempatan posisinya......
Luki Arista
dengan begini berarti ndak harus tunggu crossing EMA untuk nunggu sinyal entri?

slama ini ane taunya klo di artikel2 EMA mesti disuruh nunggu ada crossing dari EMA2 yng diplot. tapi karna disini pakenya ga cuma EMA jadi disini dia perannya cuma sbg indikator tambahan aja kali ya?

tapi sayangnya tetep perlu nunggu konfirmasi dari candle lain ya setelah pin bar, jadi ndak bisa langsung entri.
Martin S
@ Aji Pamungkas :
Bukan, itu strategi berdasarkan pola-pola (patterns). Strategi price action itu berdasarkan formasi candlestick yang mencerminkan sentimen pasar, hanya perlu dikonfirmasikan oleh indikator, level-level Fibonacci retracement atau pola-pola chart yang Anda maksudkan.

Jadi pola2 tsb bisa mengkonfirmasi formasi price action yang terbentuk. Sebagai contoh berikut chart daily USD/CAD:

Setelah level tertinggi mother bar ditembus maka harga bergerak bullish. Dalam hal ini pola segitiga (triangle) mengkonfirmasikan pergerakan bullish tsb.

Semoga bisa membantu.
Martin S
@ mas kelvin :
ya, Mas, untuk memperoleh profit yang konsisten dalam jangka panjang risk/reward ratio harus lebih besar dari 1:1 setiap kali entry. Kalau volume atau position size itu tergantung dari money management yang Anda rencanakan.
Martin S
@luki arista :
Tergantung dari strateginya. Yang Anda maksud itu memang sering digunakan juga (perpotongan 2 garis EMA) dengan penekanan pada indikator EMA itu sendiri, sedang pada artikel ini penekanannya pada price actionnya yaitu pada pin bar tersebut. Dibandingkan strategi price action, perpotongan 2 EMA lebih lambat (lagging) jadi bisa terlambat entry.
Neni
Pak martin..tanya yang ini donk..apakah metode dan strategi trading yang digunakan telah memberikan sinyal yang cukup valid..kalo pertanyaan itu bisa dilakukan dengan backtest kan?

Misal kalo muncul pin bar dan ada konfirmasi dari SR dan News kita bisa open. Nah kalo yang ini..apakah posisi trading yang akan dibuka bisa memberikan risk/reward ratio yang cukup bagus..gimana kita bisa tau?

BUkannya kita hanya perlu mensettingnya sesuai rule kita? Jika nanti dapetnya kurang dari 1:1 tapi sudah masuk ke rule, apakah itu dikatakan tidak bagus ?
Martin S
@ neni:
- Backtest untuk menegetahui persentasi profit atau win rate suatu sistem trading setelah melakukan trade sekian kali. Kalau untuk mengetahui valid tidaknya sinyal yang diberikan price action itu dilakukan dari pengamatan, tentu saja akan lebih valid kalau dikonfirmasi juga oleh indikator teknikal.

- Apakah posisi trading yang akan dibuka bisa memberikan risk/reward ratio yang cukup bagus..gimana kita bisa tau?
Kita memang tidak tahu pasti, tetapi ratio-nya bisa besar jika stop loss diset sekecil mungkin misalnya pada level terendah terdekat atau level tertinggi terdekat. Selain itu kemungkinan risk/reward ratio bisa tinggi jika trend sedang kuat, atau harga menembus level support atau resistance kunci.

- Kalau dari awal kita set lebih besar dari 1:1 maka tidak mungkin dapat kurang dari 1:1. Misal kita set 1.5 : 1, kita akan profit 1.5 kali risk, atau kalau gagal berarti kita akan loss.
Agus
yg repot itu harus nunggu terbentuknya pola yg sesuai utk OP.. bs seharian melototi chart.. enak yg pengangguran ....yg kerja ini yg susah.. ketika udah pulang kerja begitu buka kompi. itu pola udah lewat. mau OP udah terlambat...kl di paksa OP ntar gak sesuai dgn prdediksi....
Martin S
@ Agus:
Kalau takut kehilangan momen yang bagus Anda bisa menggunakan EA (Expert Advisor) atau software robot trading.
Rika
Apakah tandanya suatu sinyal menghasilkan probabilitas tinggi? Apakah berkaitan dengan timeframe? Apakah ada hubungannya dengan lamanya periode kita untuk backtest/forwardtest? Mohon pencerahan kepada para master yang kebetulan mampir di sini..
Fitri
jeng @rika..saya mencoba jawab ya..Kalau untuk level membuat sistem, kita perlu juga pakai backtest, Hal itu untuk memudahkan langkah awal kita. Dengan kata lain kita bisa lebih dahulu melihat potensi dari sistem yang akan kita bangun. Setelah itu..baru kita lakukan forward test dengan maksud supaya sistem yang sedang kita coba ini benar-benar "ngeBLEND" dengan gaya hidup keseharian kita. Selain itu juga agar kita bisa membandingkan dengan potensi yang telah kita dapat pada saat kita lakukan backtest sebelumnya. Setelah perbanndingan tersebut..otomatis kita akan mendapatkan benang merah winning rate dari sinyal yang ada dalam sistem kita.
Martin S
@ Rika:
- Apakah tandanya suatu sinyal menghasilkan probabilitas tinggi?
Dalam hal price action, jika formasi tersebut sudah terkonfirmasi oleh bar berikutnya atau oleh indikator. Untuk keterangan bisa baca: Dasar-Dasar Strategi Trading Dengan Price Action

- Apakah berkaitan dengan timeframe?
Tidak. Pada tf berapapun kalau sinyalnya valid bisa entry, hanya saja akurasinya lebih tinggi pada tf tinggi.

- Apakah ada hubungannya dengan lamanya periode kita untuk backtest/forwardtest?
Tidak juga, karena hasil backtest yang bagus tidak menjamin akan selalu profit jika digunakan untuk trading. Yang penting Anda harus selalu gunakan money management yang proporsional.
Si Boy
wow, jadi meskipun trader profesional loss sampai 50% tapi dengan risk vs reward bisa kembali return dengan profit? Tapi sebenarnya rasio risk reward yang bagus itu berapa:berapa sih? jadi bisa untung dengan reliable gitu (saya trading harian juga). Terus sekedar informasi, biasanya sih keputusan untuk buka dan tutup posisi juga setelah saya baca2 news dari kalender forex, penting juga tuh supaya kita ga salah posisi pas rilis berita penting.
Martin S
@ Si Boy:
Risk/reward ratio yang dianjurkan adalah lebih besar dari 1:1 supaya dalam jangka panjang bisa profitable. Kalau dari analisa ternyata lebih kecil dari 1:1 dianjurkan untuk tidak entry.
Baca juga: Jumlah Posisi Trading Dan Risk/Reward Ratio