Advertisement

iklan

23-24 Mei 2018: Notulen FOMC, CPI Inggris, Manufacturing PMI Eurozone

283789

Data dan peristiwa berdampak hari ini: CPI Inggris, Manufacturing PMI Eurozone, persediaan minyak AS, dan pidato Philip Lowe. Besok ada notulen FOMC.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Rabu, 23 Mei 2018:

  • Jam 08:30 WIB: data Construction Output di Australia kuartal pertama tahun 2018 (Berdampak medium pada AUD).

Data yang dirilis oleh Biro Statistik Australia per kuartal ini mengukur persentase perubahan jumlah total proyek konstruksi yang telah selesai dikerjakan, dan disebut juga dengan Construction Work Done. Indikator ini penting untuk mengetahui perubahan Output sektor konstruksi yang akan mempengaruhi data GDP. Selain itu, indikator ini juga akan berdampak pada data tenaga kerja dan pengeluaran konsumen.


23-24 Mei 2018: Notulen FOMC, CPI

 

 

Kuartal ke-4 tahun lalu, jumlah total proyek konstruksi yang telah selesai dikerjakan merosot 19.4% (atau -19.4%) ke AUD50.32 miliar dibandingkan kuartal sebelumnya, jauh lebih rendah dari perkiraan turun 9.8%, dan menjadi yang tertrendah sejak tahun 1986. Padahal pada kuartal sebelumnya, data ini mencetak rekor tertinggi dengan naik 16.6%.

Untuk kuartal pertama tahun 2018, diperkirakan jumlah total proyek konstruksi yang telah selesai dikerjakan akan naik 1.1%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan AUD.

  • Jam 14:30 WIB: indeks Flash Manufacturing PMI dan Flash Services PMI Jerman bulan Mei 2018.
  • Jam 15:00 WIB: indeks Flash Manufacturing PMI dan Flash Services PMI kawasan Euro bulan Mei 2018 (Berdampak medium pada EUR).

Purchasing Managers Index (PMI) untuk sektor manufaktur dan jasa dirilis oleh Markit, dengan perhitungan yang didasarkan pada 5 indikator utama, yaitu Output produksi, ketersediaan produk, aktivitas pengiriman, jumlah pesanan, dan jumlah tenaga kerja. Data yang dirilis oleh Markit ini terdiri dari 2 versi: Flash dan Final. Data Flash biasanya berdampak lebih tinggi.

Indeks Flash PMI mulai dirilis sejak Maret 2008, dan merupakan estimasi yang dibuat berdasarkan hasil survei terhadap 500 purchasing manager mengenai kondisi ekonomi dan bisnis saat ini. Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran prospek perekonomian ke depan. Oleh karena itu, indikator ini penting bagi investor dan para pelaku bisnis, juga sering dianggap sebagai leading indicator. Angka rilis di atas 50.0 menunjukkan aktivitas sektor manufaktur (dan jasa) sedang tinggi, sedangkan rilis di bawah 50.0 menunjukkan terjadinya kontraksi.

Untuk bulan Mei 2018, indeks Flash Manufacturing PMI Jerman diperkirakan akan berada pada 57.9, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang 58.1 (terendah dalam 9 bulan terakhir). Sementara untuk indeks Flash Services PMI diperkirakan pada 53.1, sedikit lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang 53.0 (terendah dalam 6 bulan).


23-24 Mei 2018: Notulen FOMC, CPI

 

 

Indeks Flash Manufacturing PMI kawasan Euro bulan Mei 2018 diperkirakan berada pada angka 56.1, sedikit lebih rendah dari bulan sebelumnya yang 56.2 (terendah dalam 13 bulan terakhir). Sementara untuk Flash Services PMI diperkirakan berada pada angka 54.7, sama dengan bulan sebelumnya (terendah dalam 8 bulan terakhir). Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan EUR menguat.

 

  • Jam 15:00 WIB: pidato gubernur RBA Philip Lowe (Berdampak tinggi pada AUD).

Philip Lowe dijadwalkan berbicara mengenai ekonomi China dan dampaknya pada Australia di Australia-China Relations Institute, Sydney. Isi pidato Lowe bisa dibaca di sini.

 

CPI adalah pengukur utama tingkat inflasi yang selalu diperhatikan bank sentral sebagai pertimbangan utama dalam menentukan suku bunga. Ada 2 rilis yang diperhatikan, yaitu CPI inti (Core CPI) dan CPI total. CPI inti tidak memperhitungkan kategori makanan, minuman, dan energi (bahan bakar minyak dan gas). Data yang dirilis untuk masing-masing indikator ada 2 versi: untuk month over month (m/m) yang dibandingkan dengan bulan sebelumnya, dan year over year (y/y) yang dibandingkan dengan bulan sama pada tahun sebelumnya.

Di Inggris, data yang paling berdampak adalah CPI total y/y (inflasi tahunan) karena digunakan sebagai acuan oleh BoE. Di samping CPI, juga akan dirilis data Producer Price Index (PPI) dan Retail Price Index (RPI) yang hanya mengukur barang-barang konsumsi utama dan biaya sewa tempat tinggal (y/y). Akan tetapi, dampak CPI tetap jauh lebih tinggi dari kedua data tersebut.


23-24 Mei 2018: Notulen FOMC, CPI

 

 

Bulan Maret lalu, inflasi tahunan Inggris naik 2.5%, lebih rendah dari perkiraan naik 2.7%, dan merupakan yang terendah dalam setahun terakhir. Sementara untuk basis bulanan (m/m), CPI naik 0.1%, lebih rendah dari perkiraan naik 0.3% dan dari bulan sebelumnya yang naik 0.4%.

Meningkatnya inflasi tahunan bulan Maret disebabkan oleh kenaikan biaya transportasi (+3.0%), biaya rekreasi (+3.3%), harga rumah, air dan listrik (+2.1%), harga makanan dan minuman non alkohol (+3.0%), harga pakaian dan alas kaki (+2.5%), serta harga perlengkapan rumah (+2.5%). CPI inti bulan Maret y/y naik 2.3%, lebih rendah dari perkiraan +2.5% dan yang terendah dalam setahun.

Untuk bulan April 2018, diperkirakan CPI total y/y akan kembali naik 2.5%, m/m akan naik 0.5%, dan CPI inti y/y akan naik 2.2%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan GBP menguat.

 

Indikator ini mengukur perubahan harga di tingkat produsen dan akan mempengaruhi tingkat inflasi di Inggris.

Bulan Maret lalu, PPI m/m Inggris turun 0.1% (atau -0.1%), lebih rendah dari perkiraan naik 0.3%, tetapi lebih baik dari bulan sebelumnya yang turun 0.4%. Sementara untuk y/y, PPI naik 2.4%, lebih tinggi dari perkiraan naik 2.3%, tetapi menjadi yang terendah sejak bulan November 2016. Hal ini diakibatkan oleh merosotnya harga bahan makanan dan produk kimia.

Untuk bulan April 2018, diperkirakan PPI input m/m akan naik 1.0% dan y/y diperkirakan naik 2.3%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan GBP.

 

Data ini dirilis oleh Eurostat dan dibuat berdasarkan survei pada 2,300 konsumen di seluruh kawasan Euro, mengenai kondisi perekonomian kawasan saat ini dan di waktu yang akan datang. Responden dimintai pendapat tentang pekerjaan, pendapatan, inflasi, dan produk-produk utama yang dikonsumsi. Angka indeks positif (lebih besar nol) menunjukkan optimisme, sedangkan angka indeks yang negatif menunjukkan pesimisme.


23-24 Mei 2018: Notulen FOMC, CPI

 

 

Bulan April lalu, angka indeks berada pada +0.4, lebih tinggi dari perkiraan -0.1, dan menjadi yang tertinggi dalam 3 bulan terakhir. Untuk bulan Mei 2018, diperkirakan indeks kepercayaan konsumen akan tetap pada angka +0.4. Angka indeks yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan EUR.

 

  • Jam 21:00 WIB: data New Home Sales AS bulan April 2018 (Berdampak rendah-medium pada USD).

Data ini dirilis oleh Biro Sensus AS, mengukur jumlah penjualan rumah baru di AS selama periode satu bulan. Rilis data ini berdampak tinggi karena penjualan rumah baru akan memicu konsumsi produk-produk lainnya, di samping perusahaan Leasing dan Broker Property yang akan memperoleh penghasilan dari transaksi jual beli rumah tersebut.

Indikator ini sering digunakan sebagai konfirmator untuk tren penjualan perumahan dan pengeluaran konsumen. Jika perekonomian sedang mengalami kontraksi atau resesi, New Home Sales adalah salah satu indikator fundamental yang mengisyaratkan keadaan tersebut.


23-24 Mei 2018: Notulen FOMC, CPI

 

 

Bulan Maret lalu, penjualan rumah baru di AS naik 4% ke angka 694,000 unit dibandingkan bulan sebelumnya, lebih tinggi dari perkiraan 625,000 unit, dan merupakan yang tertinggi dalam 4 bulan terakhir. Kenaikan tersebut disebabkan oleh penjualan rumah baru di bagian barat yang meningkat hingga 28.3% dan bagian selatan yang naik 0.8%. Untuk bulan April 2018, diperkirakan penjualan rumah baru akan mencapai 680,000 unit. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

  • Jam 21:30 WIB: data persediaan minyak untuk industri di AS per 18 Mei 2018 (Berdampak tinggi pada WTI/USD dan CAD).

Data ini dirilis tiap minggu oleh Energy Information Administration (EIA) AS, dan disebut juga dengan Crude Stocks atau Crude Levels, yang mengukur perubahan jumlah persediaan minyak mentah (dalam satuan barel) untuk industri di AS.

Meski indikator ini dirilis oleh AS, tapi bisa berdampak juga pada CAD, mengingat impor sebagian minyak mentah AS berasal dari Kanada. Indikator ini juga akan mempengaruhi harga minyak di AS dan akan berdampak pada tingkat inflasi.


23-24 Mei 2018: Notulen FOMC, CPI

 

 

Minggu lalu, persediaan minyak untuk industri berkurang 1.40 juta barel, lebih rendah dari perkiraan berkurang 1.10 juta barel, tetapi lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang berkurang 2.20 juta barel. Untuk minggu ini, diperkirakan persediaan minyak akan berkurang 2.50 juta barel.

Jika persediaan minyak di AS lebih tinggi dari perkiraan, maka harga WTI/USD akan cenderung melemah karena diasumsikan permintaan akan berkurang. Sebaliknya jika lebih rendah dari perkiraan, maka harga WTI/USD akan cenderung menguat karena diasumsikan permintaan akan meningkat.

Namun demikian, persediaan minyak di AS hanya salah satu faktor yang menggerakkan harga minyak dunia. Yang paling berdampak adalah kebijakan negara-negara penghasil minyak mengenai kuota produksi, pernyataan pejabat negara penghasil minyak, dan situasi politik di Timur Tengah. Rilis data persediaan minyak di AS tidak bisa dipastikan akan selalu mempengaruhi harga minyak dunia. Baca juga: AS Tunda Perang Dagang Versus China, Harga Minyak Terdongkrak.

 

 

Kamis, 24 Mei 2018:

  • Eurogroup meeting.
  • Jam 01:00 WIB: notulen meeting FOMC tanggal 2-3 Mei 2018 (Berdampak tinggi pada USD).

Notulen FOMC dirilis 8 kali per tahun, sekitar 3 minggu setelah pengumuman suku bunga The Fed. Data ini mengungkapkan hasil akhir Voting dan opini para anggota FOMC pada saat pertemuan. Perbedaan hasil Voting dan pernyataan para anggota komite akan berdampak pada USD.


23-24 Mei 2018: Notulen FOMC, CPI

 

 

Pada rapat 2-3 Mei lalu yang tidak disertai dengan konferensi pers, The Fed mempertahankan suku bunga pada level +1.50% hingga +1.75%, sesuai dengan perkiraan pasar. Dalam Statement disebutkan pasar tenaga kerja yang membaik dengan rata-rata pertambahan jobs yang terus meningkat. Tingkat pengangguran tetap rendah, pengeluaran konsumen naik moderat, sementara investasi bisnis terus meningkat. Inflasi total dan inflasi inti tahunan telah mendekati target 2%. Dengan kondisi tersebut, FOMC akan tetap pada rencana kenaikan suku bunga secara bertahap. Terdapat kalimat target inflasi simetris yang menimbulkan spekulasi The Fed akan mentolerir inflasi di atas target setelah sekian lama mengalami inflasi rendah.

Fokus pelaku pasar adalah kepastian kenaikan suku bunga bulan depan dan prospek kenaikan berikutnya. Jika mayoritas anggota komite mengisyaratkan kenaikan lebih dari 3 kali dalam tahun ini, maka USD akan cenderung menguat. Sebaliknya jika opini dan pernyataan anggota dianggap dovish, maka USD akan cenderung melemah. Statement meeting 2-3 Mei lalu bisa dibaca di sini, dan notulen meeting bisa diunduh di sini.

 

Keterangan: Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Pair Rate    
AUD/JPY 73.97 73.97 -40
AUD/USD 0.6871 0.6871 -8
EUR/CHF 1.0934 1.0934 -31
EUR/USD 1.1078 1.1078 6
GBP/JPY 134.39 134.39 -71
GBP/USD 1.2483 1.2483 -14
NZD/USD 0.6381 0.6381 4
USD/CAD 1.3222 1.3222 -65
USD/CHF 0.9871 0.9871 -31
USD/JPY 107.66 107.66 -43
16 Sep 08:10