Peluang Beli Saham GGRM Muncul Secara Analisis Teknikal

Pembahasan RUU baru tentang tembakau bisa memulai tren baru jajaran saham industri rokok Indonesia, termasuk GGRM.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Fundamental GGRM

  • Prakiraan Fundamental GGRM Jangka Pendek : Bearish Korektif.
  • Prakiraan Fundamental GGRM Jangka Panjang : Bearish Neutral.

Parlemen Indonesia tahun ini telah mengusulkan sebuah rancangan undang-undang yang dapat menghasilkan peningkatan tajam dalam hasil tembakau di negara yang sudah menjadi produsen utama dengan tingkat merokok terberat di dunia ini. Selain itu, industri tembakau di Indonesia telah mempekerjakan jutaan pekerja dan menyumbang hampir 10 persen dari pendapatan pemerintah melalui pajak, namun mendapat reaksi keras dari kementerian kesehatan dan organisasi anti-merokok.

 

  • Tembakau di Indonesia tetap akan menghasilkan output meski ada kekhawatiran kesehatan.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek telah mengatakan waktu lalu bahwa pihaknya "pasti" akan berusaha menentang RUU Tembakau karena memiliki tanggung jawab untuk "menjaga kesehatan masyarakat". Namun, Menteri Perindustrian Indonesia, Airlangga Hartarto, di lain sisi juga mengatakan pemerintah harus menilai bagaimana pengaruh peraturan yang berlaku untuk industri ini.

Firman Subagyo, anggota parlemen yang memprakarsai RUU tersebut, mengecilkan kekhawatiran kesehatan, dengan mengatakan bahwa tembakau adalah komoditas "strategis" yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan pendapatan negara Indonesia.

"Kesehatan seharusnya tidak dijadikan alasan untuk menghancurkan penghidupan masyarakat," kata Subagyo waktu lalu, anggota legislatif yang berasal dari partai politik terbesar kedua di Indonesia, Golkar. Berdasarkan rancangan undang-undang tersebut, produsen produk tembakau harus menggunakan tembakau bersumber secara lokal setidaknya 80 persen dari produksinya, sementara impor rokok siap pakai dapat dikenakan pajak cukai sebesar 200 persen.

 

  • Harga Yang Rasional.

Abdus Setiawan, anggota dewan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia, mengatakan bahwa dia menyambut baik rancangan undang-undang tersebut karena dapat membantu melindungi petani. Tapi kenaikan produksi harus diimbangi dengan "harga rasional", katanya. Indonesia adalah penghasil rokok terbesar keempat di dunia dengan produksi 269.2 miliar batang pada tahun 2015, menurut data terakhir dari firma riset Euromonitor International. Pasar senilai 231.3 triliun rupiah ($17.3 miliar).

Hampir dua pertiga pria adalah perokok di Indonesia, di mana rata-rata bungkus rokok harganya kurang dari $2. Perusahaan rokok utama yang beroperasi di dalam negeri termasuk Phillip Morris yang mengendalikan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk, Grup Djarum, dan PT Gudang Garam Tbk.

Sampoerna, melalui pemasok tembakau, telah bermitra dengan sekitar 27.000 petani tembakau di Indonesia dan mendapat hampir tiga perempat hasil tembakau di dalam negeri, kata Elvira Lianita, kepala urusan fiskal dan komunikasi Sampoerna.

Namun, total kebutuhan tembakau industri telah melampaui pertumbuhan output tembakau dalam negeri, kata Lianita. Membatasi akses terhadap bahan baku melalui peraturan impor atau pajak akan mengganggu "stabilitas ekonomi secara keseluruhan", katanya.

"Program kemitraan, bukan pembatasan berisiko, akan menjadi solusi untuk menjembatani kesenjangan ini dan meningkatkan kesejahteraan petani," tambahnya. Gudang Garam dan Djarum menolak berkomentar balik.

 

  • Tuduhan Kelompok Anti-Rokok: Pemasaran Terselubung.

Kelompok anti rokok di Indonesia bulan lalu telah memprotes Big Tobacco karena mempromosikan penjualan dengan memberi hadiah tunai kepada pengecer, voucher belanja, dan bahkan uang untuk merenovasi, mendesak pihak berwenang untuk memberlakukan pembatasan iklan guna menjaga kesehatan masyarakat.

Negara dengan tingkat merokok tertinggi di dunia, Indonesia memiliki peraturan nasional untuk membatasi iklan rokok, termasuk larangan terhadap perusahaan tembakau yang mempromosikan produk mereka saat bertindak sebagai sponsor. Tapi itu tidak konsisten ditegakkan oleh pemerintah daerah.

Pembuat rokok justru mengikat diri dengan peritel kecil dan memberi penghargaan kepada mereka karena mempromosikan produk di dalam toko, kata kelompok anti-merokok. Pada pertengahan 2016, Philip Morris yang dikendalikan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk, PT Gudang Garam Tbk dan Djarum Group telah bermitra dengan 513 pemilik toko di empat kota di sekitar Jakarta, ini ditunjukkan oeleh sebuah studi oleh Ikatan Dokter Masyarakat Indonesia (IAKMI). "Genggaman mereka akan berakar lebih banyak lagi, dan konsumsi rokok akan menyebar," kata Widyastuti Soerojo, kepala unit kontrol tembakau IAMKI.

Meskipun ada sentimen anti rokok, pasar rokok di Indonesia merupakan yang terbesar kedua di dunia setelah China dengan 316.1 miliar batang terjual tahun lalu; berdasarkan data dari pameran Euromonitor International.

 

  • Industri Rokok Butuh Ruang Untuk Bernafas.

Philip Morris, perusahaan induk Sampoerna, mengatakan keseluruhan pasar rokok di Indonesia turun 11.6 persen pada kuartal kedua dari tahun sebelumnya, sementara pangsa pasarnya turun menjadi 32.8 persen dari 33.4 persen. Raksasa rokok AS ini mengatakan kenaikan harga berdasarkan pajak sebagian bertanggung jawab atas penurunan tersebut.

"Kami ditekan dari semua sisi : kenaikan pajak cukai, ekonomi yang tidak begitu baik, gerakan anti-tembakau," kata Muhaimin Moeftie, ketua asosiasi produsen rokok putih Indonesia. Peraturan harus memberi industri "ruang untuk bernafas", tambahnya.

Keputusan untuk menaikkan bea cukai dengan rata-rata 10.5 persen tahun ini, menyusul kenaikan 11 persen pada tahun 2016, ditujukan untuk mengendalikan konsumsi dan distribusi, kata seorang pejabat senior di kementerian keuangan. "Pemerintah prihatin dengan produksi, kami berharap produksi rokok secara bertahap akan turun," kata Heru Pambudi, Direktur Jenderal Bea dan Cukai.

Tapi di sisi lain, parlemen Indonesia telah memulai sebuah undang-undang yang jika disahkan undang-undang akan mengurangi peringatan kesehatan tentang kemasan dan meningkatkan produksi secara efektif. Pendukung undang-undang tersebut mengatakan akan melindungi sektor ekonomi vital yang mempekerjakan jutaan orang dan menyumbang hampir 10 persen dari pendapatan negara. Ini bisa memulai tren baru jajaran saham industri rokok Indonesia.

 

Faktor Pendukung GGRM

 

  • Rekomendasi Teknikal GGRM

Analisa Teknikal GGRM

Saran Open Posisi GGRM

Saya menyarankan untuk membuka posisi beli di area 66.000, bisa mulai sekarang atau selesainya konfirmasi rebound GGRM D1. Namun di area sekarang ini ada peluang risk reward (RR) 1:4 dimana target pertama di sekitar area MA50 karena diperkuat oleh breakout MA20 dan pola Falling Wedge. Waspada jika menembus turun lagi dan menembus support-nya di area 62.000. Target kedua di sekitar area high 18 Agustus lalu.

Target profit pertama area 70.000 dan target profit kedua area 74.000. Tentu seperti biasa nanti akan ada perlawanan dari seller, maka dari itu Stop Loss diperlukan. Stop Loss saya berada di area 64.000 dan area 62.000. Selamat berdagang, gunakan manajemen modal untuk perdagangan yang bagus.

  • Saran OP GGRM : Buy di area 66.000.
  • Gunakan trailing stop manual.

SL : (1) 64.000 – 2.000 pips (2) 62.000 – 4.000 pips
TP : (1) 70.000 – 4.000 pips (2) 74.000 – 8.000 pips
Rentang waktu trading : 1-2 minggu 

 

Peluang Beli Saham GGRM Muncul Secara


==========

*Penulis adalah expert analis forex, komoditi, dan saham, juga seorang trainer manager sebuah institusi keuangan. Pengalaman trading lebih dari 12 tahun bermacam pair dengan beberapa insider FX, selain itu juga sebagai seorang pembicara dan pelaku dunia FX.

*Pertanyaan-pertanyaan mendalam bisa via email ahmed@seputarforex.com atau halaman tanya jawab penulis seputar forex, atau disini untuk strategi & workshop. Untuk analisa saham silahkan klik disini.


Arsip Analisa By : Ahmed Sar

Bagaimana reaksi Anda tentang ini?

Ahmed Sar adalah expert analis forex, komoditi, dan saham, juga seorang trainer manager di sebuah institusi keuangan. Ahmed berpengalaman trading sejak tahun 2004 pada bermacam pair dengan beberapa insider FX, dan hingga kini masih aktif sebagai Trend-Trader. Strategi trading yang digunakan berbasis Quantitative Trend.