Saham PGAS Dkk Sinyalkan Buy, IHSG Cenderung Bullish

290760

IHSG diperkirakan akan bergerak menguat. Terdapat peluang buy pada saham PGAS, PTPP, BMRI, RBMS, dan TLKM. Simak ulasan di bawah ini.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung bergerak melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (30/Oktober). Secara teknikal, candlestick bergerak di garis MA periode 5 dengan membentuk candle hammer yang menjadi sinyal potensi penguatan indeks, indikator MA periode 10 telah berpotongan dengan MA periode 60, indikator MACD bergerak Uptrend, dan indikator Williams%R bergerak di area overbought namun dengan sinyal bullish. Indeks diperkirakan bergerak di area Support Resistance pada level 6,260-6,320.

 

Rekomendasi Saham Hari Ini

1. Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS)

Rekomendasi: Buy (2,340-2,370)

  • Target kenaikan 1: 2,450
  • Target kenaikan 2: 2,510
  • Resistance: 2,370
  • Support: 2,340
  • Stop Loss: 2,280

Saham PTPP Dkk Berikan Peluang Buy,

Saham PGAS bergerak menguat dengan kondisi Uptrend. Indikator MA periode 5 dan 10 bergerak Uptrend di bawah grafik harga memberikan sinyal potensi melanjutkan penguatan, indikator MACD bergerak bullish di area positif, dan indikator Williams%R membentuk Golden Cross dengan garis yang berada di area overbought. Entry beli dapat dilakukan di level 2,340-2,370 dengan target kenaikan hingga 2,450 dan Stop Loss jika break 2,280.

 

2.  PP (Persero) Tbk. (PTPP)

Rekomendasi: Buy (1,825-1,850)

  • Target kenaikan 1: 1,900
  • Target kenaikan 2: 1,955
  • Resistance: 1,850
  • Support: 1,825
  • Stop Loss: 1,775

Saham PTPP Dkk Berikan Peluang Buy,

Saham PTPP bergerak dalam kondisi Uptrend. Indikator MA periode 5 telah memotong MA periode 60 yang menjadi sinyal melanjutkan Uptrend, indikator MACD bergerak melanjutkan penguatan dengan membentuk histogram hijau di area positif, dan indikator Williams%R bergerak menguat di area overbought. Entry beli dapat dilakukan di level 1,825-1,850 dengan target kenaikan hingga 1,900 dan Stop Loss di area 1,775.

 

3. Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI)

Rekomendasi: Buy (7,125-7,225)

  • Target kenaikan 1: 7,400
  • Target kenaikan 2: 7,575
  • Resistance: 7,225
  • Support: 7,125
  • Stop Loss: 6,950

Saham PTPP Dkk Berikan Peluang Buy,

Saham BMRI bergerak menguat. Indikator MA periode 60 bergerak memotong garis MA periode 5 dan bergerak di bawah grafik harga yang menjadi sinyal potensi penguatan harga, indikator MACD bergerak ke area positif, dan indikator Williams%R menunjukkan sinyal bullish meski sudah berada di area overbought. Aksi beli dapat dilakukan pada level 7,125-7,225 dengan target kenaikan hingga 7,400 dan Stop Loss di area 6,950.

 

4. Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk. (RBMS)

Rekomendasi: Buy (105-110)

  • Target kenaikan 1: 117
  • Target kenaikan 2: 125
  • Resistance: 110
  • Support: 105
  • Stop Loss: 99

Saham PTPP Dkk Berikan Peluang Buy,

Saham RBMS bergerak menguat dengan volume besar. Indikator MA periode 5 dan 10 membentuk sinyal Golden Cross, indikator MACD bergerak bullish dengan histogram yang menguat, dan indikator Williams%R menunjukkan penguatan. Entry beli dapat dilakukan di level 105-110 dengan target kenaikan hingga 117 dan Stop Loss jika break 99.

 

5. Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM)

Rekomendasi: Buy on weakness (4,300-4,360)

  • Target kenaikan 1: 4,430
  • Target kenaikan 2: 4,500
  • Resistance: 4,360
  • Support: 4,300
  • Stop Loss: 4,200

Saham PTPP Dkk Berikan Peluang Buy,

Saham TLKM bergerak menguat. Indikator MA bergerak dengan kondisi Uptrend, MA periode 10 akan berpotongan dengan MA periode 60 yang menjadi peluang melanjutkan penguatan harga, indikator MACD bergerak Uptrend dengan membentuk histogram hijau, dan indikator Williams%R bergerak di area overbought dengan sinyal Golden Cross. Aksi beli dapat dilakukan pada level terlemah di area 4,300-4,360 dengan target kenaikan hingga 4,430 dan Stop Loss di 4,200.

Arsip Analisa By : Rifki Andi

Seorang mahasiswa yang aktif trading saham dengan menggunakan strategi analisa teknikal, tepatnya dengan memanfaatkan indikator MA dan Elliot Wave.