Sanggupkah Lippo Membiayai Meikarta?

284817

Kampanye marketing Meikarta luar biasa viral dan muncul dimana-mana. Namun, dari mana sumber dananya? Apakah Lippo group sanggup membiayai Meikarta?

Xm

iklan

FirewoodFX

iklan

Meikarta adalah proyek bombastis besutan PT Lippo Cikarang Tbk (kode saham LPCK) yang dikabarkan dan direncanakan akan menjanjikan keuntungan besar bagi Lippo group. Sebanyak 250 ribu unit apartemen Meikarta dipasarkan sejak 31 Mei 2017. Selain itu, secara bertahap di kawasan seluas 2.200 hektar itu bakal dibangun fasilitas umum hingga komersial, mulai dari Rumah Sakit, sekolah, hingga Mall. Namun, dari mana sumber dananya? Apakah Lippo sanggup membiayai Meikarta?

Sanggupkah Lippo Membiayai Meikarta

Dengan proyek senilai 278 Triliun, penulis penasaran darimana sumber dananya karena sebagaimana yang diungkapkan oleh CEO Lippo Group; James Riady, tanggal 31 Maret 2017 pada detik[dot]com bahwa 35% porsi pendanaan berasal dari kas Lippo, sedangkan sisanya dari kerja sama dengan mitra bisnis baik dalam maupun luar negeri. Sedangkan total aset LPKR yang menjadi induk LPCK hanya Rp 57,6 Trilun, tidak mencapai 35% dari Rp278 Triliun.

"Pendanaan kota ini kan Rp 278 triliun, besar sekali karena dibangun sekaligus. Karena itu pendanaannya demokratisasi pendanaan. Artinya pendanaan ini dari begitu banyak partner masuk, ada Jepang, Korea, Taiwan dan banyak lagi, plus pendanaan dari setiap pembeli yang mempercayakan kepada Lippo," kata James saat ditemui di Maxx Boxx, Cikarang, Sabtu (13 Mei 2017).

Lebih lanjut..

"Jadi multiple partnership. Partner-partner itu ikut mendanai. Ada 120 perusahaan yang bermitra dengan Lippo, 30-40 kontraktor, 20-30 partner dari luar negeri seperti Mitsubishi, Toyota. Mitsubishi bangun 1.000 unit, tapi desainnya khusus lebih ke Jepang. Toyota juga," terang James.

LPCK nampaknya memanfaatkan lokasi Meikarta yang dekat dengan pabrik dan berada pada kawasan industry Toyota dan Mitsubishi. Bila kita sedikit lebih teliti, maka James Riady tidak bilang sudah punya Rp 278 Triliun. Beliau hanya mengutarakan taksiran modal yang dibutuhkan untuk membangun total kota Meikarta sampai selesai, tanpa tahu kapan Meikarta bisa selesai. Apakah 10 tahun lagi? 20 tahun lagi? 50 tahun lagi? 150 tahun lagi?

Sebelumnya Lippo Group menggarap "kota baru" Millenium Village di Lippo Village, Karawaci, Tangerang, dengan taksiran nilai proyeknya yang sebesar Rp 200 triliun. Sayangnya, Proyek Millenium Village saat ini masih berjalan "sangat" pelan bila dibandingkan nilai proyeknya yang begitu besar. Akankah Meikarta nantinya akan senasib seperti Millenium Village? Yah, kalau manajemennya masih yang itu-itu saja, tidak menutup kemungkinan hasilnya juga sama saja. Kalau kita menunggu Meikarta menghasilkan, nampaknya penantian tersebut belum akan berbuah dalam waktu cepat, apalagi kalau hanya mengandalkan aset perseroan. (Baca juga: Apakah Saham LPCK Sudah Murah?)

Arsip Analisa By : Shanti Putri

Shanti Putri adalah seorang investor agresif mandiri yang merupakan mantan broker di sebuah sekuritas ternama, terutama berkecimpung di dunia saham. Dalam berinvestasi, Shanti melakukan analisa sebelum membeli dan melakukan Averaging selama fundamental masih berada di jalurnya. Sebuah kutipan dari Sun Tzu menjadi panduannya, 'Know yourself, know what you face then you will win in a thousand battles.'