Ulasan Saham 10 Desember: Menu Trading Saham Hari Ini

Bagaimana kinerja IHSG di awal pekan ini? Apakah ada peluang menguat? Lalu, saham-saham apa saja yang menarik untuk diperhatikan? Simak ulasannya.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

IHSG View

Indeks bergerak dengan penguatan terbatas di akhir pekan kemarin. Hasil ini tidak berbeda jauh dengan estimasi kami, dimana indeks akan bergerak cukup sideways dalam sepekan kemarin. Meski cadangan devisa telah dirilis dengan cukup positif, tampaknya market masih belum terlalu mengapresiasinya. Pada hari Jumat (07/12), IHSG ditutup menguat +0.2% di level 6,126.

Beberapa sektor yang berkontribusi pada kenaikan IHSG adalah:

  1. Pertanian: +0.14%
  2. Aneka Industri: +1.4%
  3. Properti: +2.32%

 

Macro View

Bank Indonesia (BI) mengumumkan bahwa cadangan devisa Indonesia hingga akhir November mencapai US$117.2 miliar. Angka ini meningkat dibandingkan posisi cadangan devisa di akhir Oktober, yang sebesar US$115.2 miliar. Meningkatnya cadangan devisa pada November ini disebabkan penerimaan devisa migas, penarikan utang luar negeri (ULN) pemerintah, dan penerimaan devisa lainnya yang lebih besar dari kebutuhan untuk pembayaran ULN pemerintah.

 

Komentar: Sentimen Eksternal Mendominasi

Sepekan ini, pasar saham akan mencermati rilis data-data global, seperti penjualan ritel dan inflasi di Amerika Serikat (AS). Selain itu, voting Brexit juga masih akan menjadi hal krusial yang bisa saja menggerus pasar saham. Selebihnya, market akan relatif mencermati aksi-aksi korporasi perusahaan, serta pergerakan harga minyak dunia yang masih dalam tren konsolidasi.

 

Teknikal

Indeks masih berada di area jenuh beli secara RSI (90.1%). Titik perpotongan tren masih cukup jauh yang menandakan sinyal Downtrend mungkin akan mengecil. Dalam posisi konsolidasi ini, indeks akan bergerak menguji support di MA200 (6,040).

Ulasan Saham 10 Desember: Menu Trading

Jakarta Composite Index Snapshot


Range IHSG: 6,050-6,120

Prediksi: Bearish

 

Saham-Saham Pilihan

1. CTRA (Ciputra Development)

Last Price: 1,085

Harga masih bergerak dalam level Uptrend resistance. MACD gagal Death Cross, sehingga harga masih ditradingkan di atas MA5.

Action: Buy on Weakness

  • TP: 1,095 dan 1,125
  • Support: 1,030
  • Cutloss: 1,000
  • Area Buy: 1,040-1,050

 

2. PPRO (PP Properti)

Last Price: 125

Berpotensi untuk resistance breakout, diikuti oleh volume beli. RSI 64.4% (belum jenuh beli), harga ditradingkan di atas MA5.

Action: Hold

  • TP: 127 dan 142
  • Support: 118
  • Cutloss: 112
  • Area Buy: 118-122

 

3. INTP (Indocement Tunggal Prakarsa)

Last Price: 20,700

Berhasil rebound dan masih berada di atas MA5. RSI 54.7% (belum jenuh beli), dan MACD bepotensi Golden Cross.

Action: Hold

  • TP: 21,000 dan 21,250
  • Support: 19,000
  • Cutloss: 18,700
  • Area Buy: 19,000-19,100

 

4. PWON (Pakuwon Jati)

Last Price: 635

MACD berpotensi Golden Cross, RSI (53.8% atau belum jenuh beli). Harga masih ditradingkan di atas MA5.

Action: Buy on Weakness

  • TP: 650 dan 700
  • Support: 585
  • Cutloss: 570
  • Area Buy: 585-595
Arsip Analisa By : Aditya Putra

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.