OctaFx

iklan

Ulasan Saham 7 Januari: TINS Dan Tiga Emiten Lainnya

Tensi panas antara AS-Iran akan mengganjal Januari Effect untuk IHSG. Lalu, bagaimanakah peluang Indeks hari ini?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

IHSG View

Tekanan dari perang AS-Iran, membuat kondisi bursa saham global terkoreksi. Tak terkecuali di Indonesia. Mengawali tahun 2020, berita ini cukup membuat investor khawatir. Meski demikian, beberapa sektor patut diperhatikan, seperti komoditas minyak dan emas, yang naik karena sebagai aset pelindung nilai. Pada perdagangan (06/Januari), IHSG turun 1.04% ke level 6,257.

Beberapa sektor yang mendorong penurunan IHSG bisa lihat di bawah ini.

Macro View

Pemerintah menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Pada RPJMN tersebut, pemerintah mengambil skema optimistis. Pertumbuhan ekonomi dalam RPJMN 2020-2024 ditetapkan sebesar 5.6% hingga 6.2%.

Daily Outlook

Hari ini ada data consumer confidence index (CCI). Jika hasilnya positif, maka hal ini akan menopang indeks untuk perdagangan hari ini, mengingat tensi perang masih cukup tinggi. Strategi trading jangka pendek cukup menarik terutama di sektor barang konsumsi dan perbankan.

Berita Emiten

Communication Cable Systems Indonesia (CCSI) berencana memulai pengerjaan proyek fiber optic submarine clable atau proyek FO Submarine tahun ini. Produsen kabel tersebut menargetkan pengembangan proyek bisa selesai paling lambat awal 2021.

Prospek bisnis Ramayana Lestari Sentosa (RALS) digadang masih akan tumbuh lebih baik dari tahun lalu. Meskipun mengalami kenaikan, kinerja diperkirakan tidak akan naik signifikan. Proyeksi ini tercetus lantaran efisiensi bisnis yang dilakukan emiten tersebut. Hasilnya, meski pendapatan Ramayana Lestari turun 1.99% menjadi Rp4.43 triliun hingga akhir September 2019, laba bersih emiten ritel ini masih meningkat 16.15% secara tahunan menjadi Rp612.42 miliar.

Teknikal

Berdasarkan analisa pada grafik di bawah ini, maka dapat disimpulkan sebagai berikut.

  • Indeks Overall Trend Short Term: Sideways
  • Price: Turun
  • Volume: Jual
  • Sinyal: Downtrend

Ulasan Saham 7 Januari: ANTM Dan Tiga

  • Range IHSG: 6,230–6,300
  • Prediksi: Bearish

 

Saham-Saham Pilihan

1. Timah (TINS)

Last Price: 835

Tren Potensial: Uptrend

Mulai ada sinyal rebound diikuti oleh munculnya white marubozu. MA5 masih di atas MA9 dan berada di middle band Bollinger bands. Indikator RSI 55.4% yang menunjukkan kondisi belum overbought.

Action: Hold

  • TP: 850 dan 870
  • Support: 820
  • Cut Loss: 800
  • Area Buy: 820-830

 

2. Aneka Tambang (ANTM)

Last Price: 885

Tren Potensial: Rebound

Harga di atas MA5 dengan disertai long white candle, saat ini berada di upper band Bollinger band. Kenaikan juga didukung oleh volume beli yang tinggi dalam sebulan terakhir.

Action: Speculative Buy

  • TP: 890 dan 930
  • Support: 850
  • Cut Loss: 830
  • Area Buy: 850-860

 

3. Matahari Department Store (LPPF)

Last Price: 4,200

Tren Potensial: Rebound

Setelah sebelumnya mengalami tekanan jual dan lower low Support dalam dua pekan terakhir, saat ini bertahan di support MA20 atau level 3,940. Jika mampu bertahan di MA20, harga berpotensi untuk rebound dan kembali menguat ke level 4,400.

Action: Hold

  • TP: 4,260 dan 4,350
  • Support: 4,000
  • Cut Loss: 3,950
  • Area Buy: 4,000-4,100

 

4. Sarana Menara Nusantara (TOWR)

Last Price: 800

Tren Potensial: Bullish

Bertahan di upper band Bollinger bands. Namun, RSI berada di atas 70% yang berpotensi koreksi karena sudah di area oversold. Short tren bullish.

Action: Hold

  • TP: 830 dan 860
  • Support: 780
  • Cut Loss: 760
  • Area Buy: 780-785
Arsip Analisa By : Aditya Putra
291553

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.