Kalender Forex Investing

Kalender Forex, adalah tabel berisi daftar berita-berita ekonomi mancanegara yang umumnya akan memberikan dampak terhadap pergerakan pair forex. Dampak dari suatu berita bisa besar/kecil tergantung jenis berita serta hasil yg akan muncul.

iklan

Advertisement

iklan

Advertisement
Untuk mempermudah monitoring maka kalender forex dibawah ini sudah di set sesuai dengan waktu Indonesia/Jakarta/GMT+7.

Namun apabila Anda sudah terbiasa dengan timezone yang lain, Anda bisa merubah dengan memilih pada menu current time.
Pilih Kalender Dari: FXStreet , ForexFactory , Investing



Fairel
Bang.... bisa diajarin saya cara baca kalender ini. gimana agar bisa bantu trading hri ini... saya masih buta hal ini..mohon bantuannya
Seputar Forex
Tabel Cur. (Currency) menunjukkan mata uang yang dipengaruhi oleh rilis data, sekaligus bisa dijadikan sebagai patokan untuk melihat asal negara yang merilis data tersebut.

Tanda banteng menandakan impact suatu data terhadap volatilitas mata uang. Semakin banyak bantengnya, semakin besar pula pengaruhnya.

Angka actual menunjukkan hasil yang baru dirilis, Forecast merupakan prediksi, sedangkan Previous adalah hasil dari periode sebelumnya. Ketiga angka tersebut jika berwarna merah berarti menunjukkan penurunan, tapi bila hijau berarti ada peningkatan, sedangkan kalau hitam berarti tidak mengalami perubahan.

Jika ada beberapa simbol yang belum dipahami, Anda bisa melihat referensi pada keterangan "Legend" di bagian bawah Kalender. Berikut ini versi Indonesia-nya:



Dalam menginterpretasi data-data di Kalender Forex, ada baiknya juga Anda menyimak ulasan di sini:
Adul
knpa terkadang g pas y,......??? disaat usd menguat knp GBPUSD grafiknya mlh naik??
Martin S
@ adul:
Itu terjadinya kapan? (tanggal dan jam berapa).
Kalau kemarin (18 Juli 2017) saat USD melemah memang GBP ikut melemah karena data CPI Inggris yang turun dan dibawah perkiraan (Baca juga: Kenaikan Pound Tersandung Merosotnya CPI Inggris).
Kemudian naik lagi karena ada pidato gubernur BoE Mark Carney.



Kalau memang terjadi USD menguat tetapi GBP/USD juga menguat itu karena sentimen terhadap kenaikan GBP lebih tinggi dibandingkan sentimen terhadap kenaikan USD. Untuk memastikan Anda bisa lihat di cross pair GBP yang lain misalnya EUR/GBP dan GBP/JPY.
James
Ga bisa juga begitu mas nanang, lihat dulu jenis dan hasil data nya
Shafiq Affifi
Saya sering perhatikan apabila previousnya warna hijau dan actual warna merah atau sebaliknya, maka untuk cara membaca apakah ke buy atau sell berita tersebut.
thanks
Seputarforex
Data ekonomi berwarna hijau atau merah di kalender forex itu tidak bisa dijadikan acuan untuk buy atau sell dengan sendirinya.

Hasil data ekonomi hijau berarti data aktual lebih baik dibanding perkiraan, dan diharapkan memperkuat mata uangnya. Hasil data ekonomi merah berarti data aktual lebih buruk dibanding perkiraan, dan boleh jadi memperlemah mata uangnya.

Namun, untuk buy atau sell akan diperlukan pengamatan lebih lanjut pada sentimen pasar secara umum dan kondisi price action. Hanya karena data dari AS hijau misalnya, tidak lantas USD pasti menguat, karena selalu akan ada faktor-faktor lain yang ikut mempengaruhi.

Data ekonomi hanya merupakan salah satu komponen yang menggerakkan pasar. Tanpa pemahaman mengenai faktor-faktor lainnya juga, maka buy ataupun sell pasti gagal profit.
Shafiq Affifi
Didalam membaca Actual dan previous serta revisi, seringkali pergerakan candle tidak jelas, kalau beritanya ke buy malah ke sell. mohon petunjuk cara membaca berita dalam angka dan revisi.Thanks
Martin S
@ Shafiq Affifi:

Pada saat awal rilis data derdampak tinggi, sentimen pasar memang tidak bisa diduga. Kadang datanya bagus tetapi mata uangnya melemah dulu baru menguat, dan fluktuasi pergerakannya sangat tinggi. Oleh sebab itu dalam trade by news kami selalu menyarankan agar tidak entry pada saat data dirilis, tetapi tunggu sekitar 30 menit setelah data dirilis, dimana arah sentimen pasar sudah jelas.

Selain itu data fundamental yang bagus tidak serta merta menyebabkan mata uang negara tersebut menguat, termasuk jika ada revisi dari data sebelumnya. Ada banyak faktor yang mempengaruhi sentimen pasar termasuk isu politik baik domestik maupun global.

Sebagai catatan tambahan, pada keadaan pasar normal, dimana jumlah rilis data yang low, medium dan high impact berimbang, maka data yang low impact akan tidak ada efeknya, yang medium impact bisa ada efeknya bisa tidak, kalaupun ada tidak begitu tinggi, sedang data yang high impact akan tinggi efeknya.

Kalau pasar lagi sepi berita (jumlah data yang dirilis sangat minim), maka data yang low impact akan ada efeknya, dan data yang medium impact akan bisa berdampak tinggi.
Kalau lagi ramai sekali (jumlah data yang dirilis sangat banyak), maka data yang low impact tidak akan diperhatikan, data yang medium impact bisa tidak ada efeknya, dan data yang high impact bisa hanya berdampak sedang (terbatas) atau bahkan tidak berdampak jika dirilis bersamaan dengan data high impact lainnya.
Menu Tools