5 Saham Ini Undervalue Meski IHSG Sedang Koreksi

289537

Meskipun IHSG Terkoreksi, terbentuk kondisi Undervalue pada saham ADRO, LPCK, BBNI, UNTR, dan KINO. Bagaimana peluang tradingnya?

acy

iklan

FirewoodFX

iklan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi sebesar 2.59% pada sesi perdagangan bursa kemarin (05/Agustus), tertekan oleh sentimen global. Para investor cenderung melakukan aksi wait and see dan sebagian cenderung melakukan aksi profit-taking. Diperkirakan, IHSG hari Selasa (06/Agustus) masih akan melanjutkan pelemahannya. Range untuk Support-Resistance berada pada level 6,000-6,330.

 

Rekomendasi Saham Hari Ini

1. Adaro Energy Tbk (ADRO)

Last Price: 1,120

  • Resistance 2: 1,250
  • Resistance 1: 1,190
  • Support 1: 1,110
  • Support 2: 1,025

 IHSG Terkoreksi Dalam, 5 Saham Ini

Saham ADRO telah terkoreksi sebesar -24.6% dari harga tertinggi di Q2 2019. Last Price saham ADRO berada pada level 1,120. Berdasarkan rasio valuasi, saham ADRO memiliki price earning ratio (PER) sebesar 5.3 kali, dengan price to book value (PBV) sebesar 0.56, dan earning per share (EPS) sebesar 211.32.

Secara teknikal, saham ADRO masih akan melanjutkan koreksinya, terlihat dari indikator MA yang membentuk fase Downtrend, dan volume perdagangan tinggi dengan perubahan harga tinggi. Sementara itu, MACD masih berkonsolidasi untuk menentukan sinyalnya.

 

2. Lippo Cikarang Tbk (LPCK)

Last Price: 1,500

  • Resistance 2: 1,975
  • Resistance 1: 1,635
  • Support 1: 1,370
  • Support 2: 1,180

IHSG Terkoreksi Dalam, 5 Saham Ini

Last Price saham LPCK berada pada level 1,500. Berdasarkan rasio valuasi, saham LPCK memiliki price earning ratio (PER) sebesar 6.91 kali, dengan price to book value (PBV) sebesar 0.15, dan earning per share (EPS) sebesar 217.2.

Secara teknikal, indikator Williams %R berpeluang membentuk Golden Cross pada area oversold. Kondisi grafik harga cenderung bergerak datar dalam trend-nya.

 

3. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI)

Last Price: 7,925

  • Resistance 2: 8,500
  • Resistance 1: 8,225
  • Support 1: 7,900
  • Support 2: 7,252

IHSG Terkoreksi Dalam, 5 Saham Ini

Saham BBNI telah terkoreksi sebesar -16.7% dari harga tertinggi di Q2 2019. Last Price saham BBNI berada pada level 7,925. Berdasarkan rasio valuasi, saham BBNI memiliki price earning ratio (PER) sebesar 9.6 kali, dengan price to book value (PBV) sebesar 1.21, dan earning per share (EPS) sebesar 825.32.

Secara teknikal, BBNI berdasarkan indikator MA periode 5, 10, dan 60 masih akan mengalami penurunan. Namun, indikator MACD membentuk pola pembalikan arah.

 

4. United Tractors Tbk. (UNTR)

Last Price: 23,875

  • Resistance 2: 25,725
  • Resistance 1: 24,900
  • Support 1: 23,850
  • Support 2: 22,625

IHSG Terkoreksi Dalam, 5 Saham Ini

Saham UNTR telah terkoreksi sebesar -17.8% dari harga tertinggi di Q2 2019. Last Price saham UNTR berada pada level 23,875. Berdasarkan rasio valuasi, saham UNTR memiliki price earning ratio (PER) sebesar 7.92 kali, dengan price to book value (PBV) sebesar 1.46, dan earning per share (EPS) sebesar 3,013.58.

Secara teknikal, saham UNTR masih berpotensi terkoreksi untuk menentukan level support terkuatnya. Namun perubahan volume perdagangan yang menurun dan perubahan harga menunjukan tanda pergantian fase untuk saham UNTR.

 

5. Kino Indonesia Tbk. (KINO)

Last Price: 3,060

  • Resistance 2: 3,380
  • Resistance 1: 3,160
  • Support 1: 2,970
  • Support 2: 2,810

IHSG Terkoreksi Dalam, 5 Saham Ini

Last Price saham KINO berada pada level 3,060. Berdasarkan rasio valuasi, saham KINO memiliki price earning ratio (PER) sebesar 5.87 kali, dengan price to book value (PBV) sebesar 1.59, dan earning per share (EPS) sebesar 521.54.

Secara teknikal, saham KINO menunjukkan kondisi trend bullish, dengan grafik harga yang berada jauh di atas garis MA60. Namun, saham KINO kemungkinan akan melakukan koreksinya dahulu karena indikator Williams %R berada pada are overbought.

 

Ringkasan Valuasi

IHSG Terkoreksi Dalam, 5 Saham Ini

Arsip Analisa By : Rifki Andi

Seorang mahasiswa yang aktif trading saham dengan menggunakan strategi analisa teknikal, tepatnya dengan memanfaatkan indikator MA dan Elliot Wave.