iklan

IRRA: Fase Bullish Tahap Kedua?

Ditopang oleh peluang pemberian vaksin nasional, saham IRRA seperti mendapat berkah. Bagaimana outlook saham ini kedepannya?

iklan

iklan

Sekilas mengenai Itama Ranoraya (IRRA), termasuk dalam bidang perdagangan besar alat laboratorium, farmasi dan kedokteran. Target marketnya berasal dari kalangan institusi kesehatan pemerintah seperti Palang Merah Indonesia (PMI), Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, dan Puskesmas di seluruh Indonesia beserta jajaran direktoratnya serta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Katalis: Itama Ranoraya Tbk (IRRA) kembali mendapatkan order untuk pengadaan jarum suntik Auto Disable Syringe (ADS) dari pemerintah. Pada tanggal 27 November 2020 IRRA telah melakukan penandatanganan kontrak Sales and Purchase Agreement (SPA) sebanyak 111 juta pieces jarum suntik ADS.

Potensial Katalis Ke Depan:

  1. Pemberian serentak vaksin nasional
  2. Sektor Kesehatan akan mendapat perhatian khusus dari pemerintah dalam 2-3 tahun kedepan
  3. Kebijakan World Health Organization (WHO) dalam penerapan autodisable syringe yang aman, dan prefilled di seluruh dunia.

Kebijakan tersebut akan berdampak positif terhadap pendapatan Perseroan di masa yang akan datang karena Perseroan akan menjadi distributor utama PT Oneject Indonesia yang memproduksi barang dengan spesifikasi tersebut. Segmen usaha terhadap pendapatan IRRA terbagi dalam dua kategori, yakni; Alat Kesehatan Non Elektromedik Steril (50.06%) dan Produk Diagnostic In Vitro (49.94%).

 

Total Pendapatan Perseroan

IRRA: Fase Bullish Tahap

 

Laba Bersih Perseroan

IRRA: Fase Bullish Tahap

 

Korelasi Harga Saham, Foreign Flow dan Fundamental

IRRA: Fase Bullish Tahap

Jikalau melihat historikal pergerakan harga saham di atas, kita bisa melihat bahwa saham IRRA tidak terpengaruh oleh penjualan yang dilakukan oleh investor asing. Sedangkan di sisi yang lain, jika hasil kinerja IRRA positif maka hasilnya akan langsung terlihat pada pergerakan harga saham, maka dari itu Investor bisa melihat laporan kinerja IRRA setiap kuartal-nya di satu tahun periode.

Serta bisa juga menarik suatu berita positif yang akan berdampak pada peningkatan kinerja operasional perusahaan di masa depan, sebagai contohnya terkait order untuk pengadaan jarum suntik Auto Disable Syringe (ADS) dari pemerintah. Kami melihat porsi saham cukup banyak di dominasi oleh investor ritel domestik, maka dari itu, berita atau katalis positif akan sangat berpengaruh terhadap pergerakan saham IRRA.

 

Outlook Manajemen

IRRA mendapat order jarum suntik dan plasma darah skala besar yang terealisasi di kuartal IV 2020. Alhasil, IRRA optimistis dapat mencapai pertumbuhan kinerja 20% yoy di tahun ini. Direktur IRRA, Pratoto Raharjo mengatakan, tahun ini Itama Ranoraya menargetkan perolehan laba bersih inti (core net profit) mampu tumbuh di atas 20% year on year (yoy) atau menjadi Rp 40 miliar.

Adapun target pendapatan tahun ini juga akan tumbuh di atas 20% yoy. IRRA optimistis mampu merealisasikan target tersebut karena pola distribusi kinerja di kuartal IV 2020 tidak berbeda jauh dengan tahun lalu yaitu masih akan menjadi kontribusi terbesar dibanding tiga kuartal sebelumnya.

Komparasi Valuasi

IRRA: Fase Bullish Tahap

Sumber: Stockbit

Jika melihat valuasi IRRA saat ini yang sudah di atas sektor dan industri, maka Langkah terbaik untuk investor ialah trading, dengan cicil beli ketika harga turun untuk investasi jangka panjangM engingat menurut manajemen akan terjadi lonjakan kenaikan laba bersih di kuartal-IV nanti.

Seperti yang kami amati, pada kuartal-IV tahun lalu, IRRA berhasil membukukan laba bersih di satu kuartal tersebut sebesar Rp 27 miliar, maka menurut kami target laba bersih Rp 40 miliar tahun ini akan sangat mungkin tercapai, yang hingga kuartal-III sudah mencapai Rp 17 miliar.

Teknikal

IRRA: Fase Bullish Tahap

Saat ini harga sudah berada di level fibo 61.8%, target selanjutnya ada di fibo 78.6% (1010), dan fibo 100% (1080). Untuk trading harian didukung oleh volume yang tinggi, namun jika mau aman bisa tunggu ketika koreksi di sekitar area 930/900 untuk buy. Cut Loss dibawah 850.

Arsip Analisa By : Aditya Putra
294714

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'. 


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone