Semarak Pesta Olahraga Dan Pesta Demokrasi Bagi Saham SCMA

Prospek saham SCMA nampak lebih cemerlang dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang. Mengapa demikian? Berikut ini ulasannnya.

acy

iklan

Advertisement

iklan

PT Surya Citra Media Tbk (kode saham SCMA) adalah official TV partner untuk pesta olahraga Asian Games dan Piala Dunia. Pendapatan tambahan dari kedua perhelatan akbar ini tidak main-main! Pendapatan SCMA pada kuartal III 2018 naik hingga 10,8%, lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Hingga September 2018, SCMA meraup pendapatan Rp 3,79 triliun, padahal pada September 2017 hanya sebesar Rp 342 triliun.

saham scma

Penulis optimis pendapatan SCMA masih akan terkerek naik, karena setelah pesta olahraga, berikutnya ada pesta demokrasi alias pemilihan umum presiden dan wakil presiden yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat ini, yaitu tahun 2019. Tentunya kampanye, debat capres dan cawapres, berita dan lain sebagainya akan berdampak positif bagi seluruh media televisi nusantara, tak terkecuali SCTV dan Indosiar yang keduanya berada di bawah naungan SCMA.

SCMA juga mendapat sentimen positif dari aksi korporat buyback yang akan dilakukan pada tanggal 5 Desember 2018. Dilaporkan bahwa SCMA akan melakukan buyback saham senilai Rp 3 Triliun atas 1.462.160.123 milyar lembar saham yang beredar di public. Dengan persiapan dana sebesar 3 Triliun Rupiah atas 1,46 milyar lembar, maka per lembar akan diharga Rp 2051, lebih tinggi dibandingkan last price saham SCMA saat ini yang sebesar Rp1850. Demikian penulis ungkapkan peluang SCMA untuk jangka pendek.

Sementara itu, pada peluang jangka menengah, terdapat pada momen rilis Laporan Keuangan kuartal II dan III tahun 2019, karena pemasukan dari ajang pemilu sudah tercantum dalam LK. Sebagai informasi, pemilu akan diadakan tanggal 17 April 2019, sehingga pemasukan dari iklan kampanye yang berisikan visi, misi, program, dan citra diri, pemberitaan mengenai hal-hal yang sudah disebutkan, dan strategi penguatan konten yang tercermin dari acara-acara baru, semuanya akan tercermin pada LK Q2 atau Q3 tahun 2019.

Mengutip dari analis Henry Wibowo, diperkirakan kinerja SCMA akan terus meningkat hingga akhir tahun ini. Proyeksi beliau, pendapatan SCMA akan mencapai Rp 4,9 triliun sampai Rp 5 triliun, atau tumbuh 11% di akhir tahun 2018. Adapun laba bersih diperkirakan mencapai Rp 1,5 triliun atau tumbuh 15%. Laba bersih kuartal III 2018 adalah sebanyak Rp 1189 milyar dibandingkan Rp 1093 milyar pada periode yang sama tahun 2017. Saham SCMA baru baik 24% dari titik terendahnya di harga Rp1490, sehingga penulis berpendapat bahwa peluang upside SCMA masih cukup besar, karena target harga buyback saja di Rp2050 belum tercapai.

Menabung saham SCMA untuk jangka panjang juga masih dirasa baik, karena SCMA rutin membagikan dividen. Acara-acara di SCTV dan Indosiar juga seringkali merajai rating televisi di jam-jam tertentu dengan tayangan-tayangan unggulan sinetron, FTV dan acara musik seperti Inbox di SCTV dan Dangdut Academy yang diseling tembang lawas Golden Memory di Indosiar.

Kini saham SCMA diperdagangkan dengan PE 17,3 saja, yang menandakan bahwa posisinya berada di sekitar harga wajarnya, walaupun pada periode yang sama tahun-tahun lalu SCMA diperdagangkan pada PE 22 dan 26. Singkatnya, kini saham SCMA sudah jauh lebih prospektif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Arsip Analisa By : Shanti Putri

Shanti Putri adalah seorang investor agresif mandiri yang merupakan mantan broker di sebuah sekuritas ternama, terutama berkecimpung di dunia saham. Dalam berinvestasi, Shanti melakukan analisa sebelum membeli dan melakukan Averaging selama fundamental masih berada di jalurnya. Sebuah kutipan dari Sun Tzu menjadi panduannya, 'Know yourself, know what you face then you will win in a thousand battles.'