Advertisement

iklan

Ulasan Saham 13 Januari: ICBP Dan 3 Emiten Lain

Pekan ini angin berhembus ke arah sektor batu-bara. Lalu, bagaimana dengan pergerakan IHSG hari ini? Simak ulasannya di bawah ini.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

IHSG View

Kinerja Indeks di akhir pekan berakhir dengan perubahan yang minim, setelah investor wait and see untuk menilai sejauh mana tensi antara AS-Iran akan berakhir. Meski demikian, asing tetap melakukan aksi beli bersih di pasar domestik senilai Rp95 miliar. Pada perdagangan (10/Januari), IHSG naik 0.01% ke level 6,274.

Beberapa sektor yang mendorong kenaikan IHSG bisa lihat di bawah ini.

Macro View

Momentum perayaan Natal dan tahun baru tak mampu mengungkit pertumbuhan penjualan ritel. Penjualan eceran menjelang akhir 2019 malah terlihat lesu. Hasil Survei Penjualan Eceran yang dilakukan Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa Indeks Penjualan Riil (IPR) November 2019 tercatat sebesar 216.6, naik tipis 0.9 poin dari Oktober. Angka itu tumbuh 1.3% year on year (yoy). Namun, pencapaian itu melambat ketimbang pertumbuhan bulan sebelumnya yang mencapai 3.6% yoy.

Daily Outlook

Pekan ini angin berhembus ke arah sektor batu bara. Hal tersebut terjadi setelah China berupaya untuk menambah permintaan kembali menggairahkan sektor batu bara. Dengan begitu, harga batu bara diprediksi akan naik dan kemudian mendorong laju harga saham-saham batu bara. Sementara itu, penguatan Rupiah akan memberikan kekuatan fundamental di jangka menengah bagi Indeks.

Berita emiten

Manajemen emiten pengembang konstruksi, Jaya Konstruksi Manggala Pratama (JKON), memperkirakan kondisi ekonomi tahun 2020 masih dalam tekanan. Alhasil, pasar konstruksi juga belum akan tumbuh sesuai harapan. Namun, emiten berkode saham JKON ini tetap membidik pertumbuhan 15-20% tahun ini.

Emiten yang bergerak pada jasa solusi dan distribusi informasi dan teknologi (IT), Metrodata Electronics (MTDL), telah menyiapkan strategi bisnis untuk menopang kinerja tahun ini. Strategi di bidang distribusi adalah terus menambah kerjasama dengan mitra baru di bidang distribusi produk-produk teknologi informasi komunikasi (TIK), terutama Internet of Things (IoT), gaming, dan IT security.

Teknikal

Berdasarkan analisa pada grafik di bawah ini, maka dapat disimpulkan sebagai berikut.

  • Indeks Overall Trend Short Term: Konsolidasi
  • Price: Turun
  • Volume: Turun (jual)
  • Sinyal: Sideways (kemarin)

Ulasan Saham 13 Januari: Dari ICBP

  • Range IHSG: 6,250–6,320
  • Prediksi: Bullish

 

Saham-Saham Pilihan

1. Indofood CBP Makmur (ICBP)

Last Price: 11,525

Tren Potensial: Sideways

Bertahan di atas MA9 dan MA20, berada di upper band Bollinger bands. Indikator RSI 51.5% yang menunjukkan kondisi belum overbought. Jika mampu bertahan di support 11,400, maka potensi rebound.

Action: Buy on Weakness

  • TP: 11,600 dan 11,650
  • Support: 11,400
  • Cut Loss: 11,250
  • Area Buy: 11,400-11,450

 

2. Indika Energy (INDY)

Last Price: 1,265

Tren Potensial: Rebound

Volume beli meningkat dalam sepekan terakhir. RSI 42.8% yang menunjukkan oversold. Harga jika mampu bertahan, maka ada potensi untuk breakout Resistance.

Action: Hold

  • TP: 1,290 dan 1,320
  • Support: 1,220
  • Cut Loss: 1,200
  • Area Buy: 1,220-1,230

 

3. Indo Tambangraya Megah (ITMG)

Last Price: 12,675

Tren Potensial: Bullish

Harga bullish sejak awal Desember tahun lalu, dengan kenaikan volume beli di akhir pekan lalu. Namun waspadai RSI yang sudah jenuh beli (overbought). Saat ini, tengah berada di upper band Bollinger bands.

Action: Hold

  • TP: 12,800 dan 13,250
  • Support: 12,000
  • Cut Loss: 11,800
  • Area Buy: 12,000-12,200

 

4. United Tractors (UNTR)

Last Price: 22,250

Tren Potensial: Rebound (breakout)

White long candle mencerminkan potensi rebound lanjutan. Indikator RSI 49.6% yang berarti rebound, kenaikan harga dibarengi oleh volume beli. Saat ini, harga berada di upper band Bollinger bands.

Action: Hold

  • TP: 22,450 dan 22,750
  • Support: 21,250
  • Cut Loss: 21,000
  • Area Buy: 21,250-21,300
Arsip Analisa By : Aditya Putra
291618

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.