Ulasan Saham 15 November: Dari BBCA Hingga EXCL

290972

Meskipun kinerja IHSG sedang bearish, saham-saham berikut ini yang memiliki peluang rebound di jangka pendek. Simak analisanya.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

IHSG View

Di pekan ini, beberapa data ekonomi masih belum dapat merespon IHSG secara kuat baik dari rilis data indeks properti dan penjualan mobil yang tercermin di bulan Oktober lalu. Sementara investor asing masih membukukan net sell (14/11) sebesar Rp 221.73 triliun. Pada (14/11) IHSG turun -0.71% ke level 6,098.

Beberapa sektor yang mendorong penurunan IHSG bisa lihat di bawah ini:

 

Macro View

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 mencapai 5.3%. Target tersebut telah mempertimbangkan tantangan perekonomian yang masih berlangsung seperti perang dagang. Terdapat sejumlah program yang disiapkan untuk mencapai tujuan tersebut. Antara lain Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Kartu Pra Kerja, Kartu Sembako, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Program Keluarga Harapan (PKH) dan subsidi untuk mencapai tujuan peningkatan SDM dan perlindungan sosial.

Daily Outlook: ada data ekonomi makro Indonesia yang akan dirilis hari ini, seperti ekspor dan impor, jika data tersebut positif maka akan menjadi katalis positif bagi pasar saham domestik. Sementara itu, hasil testimoni ketua The Fed menyatakan kebijakan moneter saat ini sudah sesuai dengan target dan informasi yang masuk akan dicerna secara konsisten. Powell juga menambahkan bahwa prospek pertumbuhan ekonomi moderat selalu dipertimbangkan dengan melihat pasar tenaga kerja dan inflasi.

 

Berita Emiten

Kinerja Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) hingga akhir III-2019 berada di bawah ekspektasi. Oleh karena itu, emiten penyedia layanan terminal kendaraan di Pelabuhan Tanjung Priok ini siap menggelar ekspansi agar pelemahan kinerja tak berlanjut pada tahun depan. Perusahaan berkode saham IPCC di Bursa Efek Indonesia ini akan melebarkan sayap hingga keluar Pelabuhan Tanjung Priok. Indonesia Kendaraan Terminal ingin menjadi operator terminal kendaraan di Pelabuhan Patimban.

Erajaya Swasembada (ERAA) merevisi target pembukaan gerai. Hingga akhir 2019, ERAA memperkirakan hanya membuka 190-200 gerai. Padahal, pada awal tahun ini, importir, distributor, dan pedagang ritel perangkat telekomunikasi ini menargetkan membuka 300 gerai.

 

Teknikal

Ulasan Saham 15 November: Dari BBCA

Indeks Overall Trend Short Term: Bearish

Price: Dibawah MA5

Volume: Volume jual masih terlihat

Signal: Uji support dan meguji MA support MA5

Range IHSG: 6,060 - 6,110

Prediksi: Sideways

 

Saham-Saham Pilihan

1. Bank Central Asia (BBCA)

Last Price: 31,350

Tren Potensial: Rebound

MA5 masih berada di bawah MA20 dan MA9, namun mulai terlihat perlawanan untuk kembali menguat, RSI58.3% (belum overbought). Stochastic mulai bottoming.

Action: Speculative Buy

  • TP: 31,600 dan 31,900
  • Support: 31,100
  • Cut Loss: 30,500
  • Area Buy: 31,100-31,175

 

2. Elnusa (ELSA)

Last Price: 312

Tren Potensial: Rebound

MA5 berpotensi memotong ke atas MA9, RSI oversold <30%, begitupula dengan stochastic, harga mulai menjauh dari lower ke middle band Bollinger bands.

Action: Speculative Buy

  • TP: 318 dan 322
  • Support: 310
  • Cut Loss: 304
  • Area Buy: 310-312

 

3. Kalbe Farma (KLBF)

Last Price: 1,510

Tren Potensial: Bottoming Support

Sudah dibawah MA200 dan lower band Bollinger Bands, begitupula dengan indikator RSI dan Stochastic. Volume jual menurun.

Action: Speculative Buy

  • TP: 1,530 dan 1,560
  • Support: 1,505
  • Cut Loss: 1,500
  • Area Buy: 1,505-1,510

 

4. XL Axiata (EXCL)

Last Price: 3,480

Tren Potensial: Rebound

Masih bertahan di atas MA5 dengan RSI yang masih bergerak flat namun jika volume beli kembali muncul maka menjadi pertanda yang positif. Stochastic (oversold).

Action: Hold

  • TP: 3,530 dan 3,610
  • Support: 3,435
  • Cut Loss: 3,400
  • Area Buy: 3,435-3,475
Arsip Analisa By : Aditya Putra

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.