Advertisement

iklan

Ulasan Saham 17 Januari: Dari INKP Hingga MDKA

Penguatan Rupiah dan positifnya data ekonomi Indonesia mendorong kenaikan IHSG. Bagaimana peluang saham-saham pilihan?

Xm

iklan

Advertisement

iklan

IHSG View

Rupiah dalam sepekan ini telah menguat 0.9%. Sementara berbasis tahunan, Rupiah naik 3.42%, menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terbaik terhadap USD. Secara umum, investor asing dalam sepekan ini membukukan beli bersih, secara ytd asing beli bersih Rp2.52 triliun. Pada perdagangan (16/Januari), IHSG naik tipis 0.04% ke level 6,286.

Beberapa sektor yang mendorong kenaikan IHSG bisa lihat di bawah ini:

Macro View

Bank Indonesia (BI) berharap neraca perdagangan pada tahun 2020 bisa mencetak surplus. Ada peluang neraca dagang membukukan surplus karena defisit neraca dagang di tahun lalu mengecil. Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat defisit neraca dagang Indonesia pada bulan Desember 2019 sebesar USD28.2 juta. Angka ini turun dari Desember 2018 yang mencapai USD1.07 miliar.

Daily Outlook

Penguatan Rupiah masih menjadi penopang utama Indeks, dengan sektor pertambangan dan perbankan mulai masuk ke area penguatan dalam sepekan terakhir. Hal ini menjadi sinyal bahwa Indeks masih berpotensi untuk menguat. Data ekonomi Indonesia seperti, neraca perdagangan di pekan ini pun menunjukkan angka yang positif.

Berita emiten

Sanurhasta Mitra (MINA) berencana melebarkan sayap ke bisnis properti residensial. Debut perdana mereka berupa perumahan yang menyasar kelas menengah bawah dalam program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Perusahaan jasa pertambangan minyak dan gas Elnusa (ELSA), anggota indeks Kompas100, mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp1 triliun pada tahun ini. Setidaknya ada tiga tujuan penggunaan dana belanja modal pada tahun ini, yakni mendorong pertumbuhan bisnis, pengelolaan kapasitas serta pengembangan bisnis baru.

Teknikal

Berdasarkan analisa grafik di bawah ini, maka dapat disimpulkan sebagai berikut. 

  • Indeks Overall Trend Short Term: Rebound
  • Price: Naik
  • Volume: Naik (beli)
  • Sinyal: Bullish

Ulasan Saham 17 Januari: Dari INKP

Range IHSG: 6,270–6,350
Prediksi: Bullish

 

Saham-Saham Pilihan

1. Indah Kiat Pulp and Paper (INKP)

Last Price: 8,300

Tren Potensial: Bullish

Long white candle dan berada di upper band secara Bollinger band. Indikator RSI 70% yang menunjukkan kondisi belum overbought, volume beli cukup stabil. Harga masih membentuk higher high support di medium term.

Action: Hold

  • TP: 8,500 dan 8,650
  • Support: 7,900
  • Cut Loss: 7,500
  • Area Buy: 7,900-8,000

 

2. Bank Permata (BNLI)

Last Price: 1,265

Tren Potensial: Rebound

Harga stabil dan berpotensi membuat breakout Resistance. Indikator RSI 65.1% yang menunjukkan kondisi belum overbought, berada di upper band Bollinger band. Jika berhasil melewati 1,285 maka selanjutnya masuk ke level 1,300.

Action: Speculative Buy

  • TP: 1,290 dan 1,325
  • Support: 1,240
  • Cut Loss: 1,225
  • Area Buy: 1,240-1,250

 

3. Surya Citra Media (SCMA)

Last Price: 1,580

Tren Potensial: Breakout

Long white candle dan berada di upper band Bollinger bands. Indikator RSI 72.9% yang menunjukkan kondisi mulai overbought. Volume beli stabil, dengan MA5 berada di atas MA200 dan MA9.

Action: Hold

  • TP: 1,630 dan 1,680
  • Support: 1,450
  • Cut Loss: 1,400
  • Area Buy: 1,450-1,470

 

4. Merdeka Cooper Gold (MDKA)

Last Price: 1,185

Tren Potensial: Rebound

Mengakhiri koreksi di jangka pendek sejak sepekan yang lalu, sinyal beli mulai kembali terlihat. Dengan RSI 64.2% yang menunjukkan kondisi belum overbought. MA5 berpotensi memotong ke atas MA9.

Action: Speculative Buy

  • TP: 1,200 dan 1,220
  • Support: 1,150
  • Cut Loss: 1,120
  • Area Buy: 1,150-1,170
Arsip Analisa By : Aditya Putra

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.