Advertisement

iklan

Ulasan Saham 25 April: Menu Trading Saham Hari Ini

Bagaimana pergerakan IHSG menjelang pengumuman BI Rate hari ini? Adakah saham-saham pilihan yang patut menjadi perhatian investor kali ini? Simak liputannya.

Xm

iklan

FirewoodFX

iklan

IHSG View

Hari ini (25/04) akan ada rapat Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga. Namun prediksi pasar menyebutkan tidak akan ada kejutan pada rapat kali ini dengan akan tetapnya level suku bunga di angka 6%. IHSG turun -0.23% ke level 6,447 pada (24/04).

Beberapa sektor yang mendorong kenaikan IHSG bisa lihat di bawah ini:

  1. Pertanian -1.93%%
  2. Aneka Industri -1.66%
  3. Pertambangan -0.29%

 

Macro View

Tren perlambatan pertumbuhan ekonomi global dinilai bisa menjadi pintu masuk bagi Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga untuk memicu pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Karena itu, BI berpeluang menurunkan suku bunga di paruh kedua 2019.

 

Komentar: Musim Dividen Bertebaran

Mencermati kondisi pasar yang cenderung stagnan dengan level IHSG yang bergerak flat, investor bisa menjejaki seluruh aktivitas emiten yang berhubungan dengan pembagian dividen. Menjelang cum date jika menelisik kinerja emiten yang cukup positif sepanjang tahun lalu, peluang dividen yield akan semakin besar dan investor pun bisa menikmati kenaikan harga saham (capital gain).

BNGA misalnya, menjelang cum date terus naik dalam beberapa hari terakhir ini. Sementara laju IHSG masih akan cukup sulit bergerak naik dengan membuat rekor, karena investor masih menahan diri.

Berita Emiten:

  1. Setelah menuai kerugian selama empat tahun berturut-turut, Mitrabahtera Segara Sejati (MBSS) optimistis dapat meraup peningkatan sebesar 15% - 20% tahun ini. Terutama setelah melihat hasil kinerja Kuartal I-2019 yang mencatat peningkatan pendapatan usaha sebesar 45.1% di angka 20.9 juta USD bila dibandingkan dengan kuartal I-2018.
  2. Sepanjang kuartal pertama 2019, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI, anggota indeks Kompas100) berhasil meraih laba bersih secara konsolidasian sebesar 8.20 triliun. Angka ini tumbuh 10.42% dibandingkan kuartal I/2018 dengan laba senilai Rp 7.42 triliun.

 

Teknikal

Pergerakan IHSG sejak Februari lalu masih bergerak sideways, dengan batas bawah di 6,377 dan batas atas 6,600-an. Pasar meyakini untuk dapat masuk dalam jangka panjang katalis positif masih cukup lemah. Volume beli saat ini tidak cukup kuat menopang kenaikan. Kami yakini indeks dalam pergerakan harian masih akan bergerak sideways cenderung bearish.

Ulasan Saham 25 April: Menu Trading

Jakarta Composite Index Snapshot

Range IHSG: 6,420-6,525

Prediksi: Sideways

 

Saham-Saham Pilihan

1. ERAA (Erajaya Swasembada)

Last price: 1,655

Sinyal rebound yang diperkuat oleh volume beli mencerminkan uptrend. MACD terkonfirmasi golden cross. RSI beranjak dari level oversold.

Action: Buy

  • TP: 1,760 dan 1,920
  • Support: 1,510
  • Cutloss: 1,480
  • Area Buy: 1,520-1,540

 

2. BHIT (MNC Investama)

Last price: 85

Berpotensi resistance breakout di MA200 (86). MACD terkonfirmasi golden cross dan RSI bullish namun belum memasuki area overbought. Berada di upper band Bollinger Band.

Action: Hold

  • TP: 92 dan 100
  • Support: 80
  • Cutloss: 77
  • Area Buy: 80-82

 

3. GGRM (Gudang Garam)

Last price: 81,700

Berhasil rebound dari downtrend sebelumnya, MA5 memotong ke atas MA200. RSI 48.5% dan MACD terkonfirmasi Golden Cross.

Action: Hold

  • TP: 82,250 dan 84,500
  • Support: 75,500
  • Cutloss: 75,050
  • Area Buy: 75,500-75,800

 

4. PTBA (Bukit Asam)

Last price: 4,130

Memanfaatkan momentum dividen play, mendekati MA200 dan membentuk Higher High Support.

Action: Sell on Strength

  • TP: 4,240 dan 4,360
  • Support: 3,980
  • Cutloss: 3,940
  • Area Buy: 3,980-4,020
Arsip Analisa By : Aditya Putra

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.