Advertisement

iklan

Ulasan Saham 28 Januari: Menu Trading Saham Hari Ini

Kinerja indeks pada sepekan lalu didukung oleh sektor aneka industri, kelapa sawit dan perbankan, lalu bagaimana dengan hari ini? Simak pula saham-saham pilihan lainnya.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

IHSG View

Selama sepekan lalu indeks berhasil bergerak bullish. Meski kondisi eksternal tidak terlalu optimis, namun investor asing masih cukup percaya diri melihat peluang saham-saham bluechips dan midcaps yang bergerak kuat. Rupiah yang semakin stabil membuat investor asing semakin yakin dengan pasar saham Indonesia. Pada Jumat (25/01), IHSG ditutup menguat +0.25% di level 6,482.

Beberapa sektor yang mendukung kenaikan IHSG antara lain:

  1. Perkebunan +1.8%
  2. Industri Dasar +0.39%
  3. Properti +1.13%

Macro View

Berdasarkan survei pemantauan harga (SPH) yang dilakukan di seluruh kantor wilayah BI di Indonesia, hingga minggu keempat Januari diperkirakan tingkat inflasi sebesar 0.48 persen (month to month/mtm). Sementara jika dibandingkan dengan tahun lalu, tingkat inflasi Januari sebesar 2.98 persen (yoy). Inflasi yang terjaga rendah disebabkan harga-harga komoditas baik pangan, komoditas inti, serta harga-harga yang diatur pemerintah atau administered prices terkendali.

Komentar: Sektor Sawit Waspadai Profit Taking, Kondisi Eksternal Positif

Market bergerak dengan kekuatan beli dari investor asing dan domestik. Tendensi tersebut masih akan terjadi di pekan ini seiring indeks yang masih cukup kuat berada di level 6,400an. Government Shutdown AS berakhir dan Rupiah yang stabil akan menjadi katalis positif bagi market driver hari ini. Perhatikan sektor kelapa sawit yang berpotensi untuk turun setelah adanya berita implementasi RED II oleh EU. Kami stay bullish hari ini untuk indeks.

Sepekan ini akan ada banyak data eksternal yang akan menjadi acuan investor seperti, data ekonomi AS, consumer confidence, GDP (QoQ) (Q4), The Fed Interest Rate Decision, Nonfarm Payroll, unemployment Rate, serta ISM Manufacturing Index. Di dalam negeri, investor masih akan mencermati hasil laporan keuangan dan data inflasi di awal bulan nanti.

Teknikal

Indeks cukup kokoh sejauh ini dengan tetap bertahan di level bullish. Kami melihat belum ada perubahan tren dari di jangka pendeknya yang membawa indeks ke koreksi bottom. Volume beli stabil dan perlahan indeks masih berada di konsolidasi sideways jangka pendeknya dengan tren bullish.

Ulasan Saham 28 Januari: Menu Trading

Jakarta Composite Index Snapshot

Range IHSG: 6,420-6,520

Prediksi: Bullish

 

Saham-Saham Pilihan

1. WSBP (Waskita Beton)

Last price: 400

Berada dalam tren Rebound, RSI 58.1%, Stochastic Rebound, MA5 masih bertahan di atas MA20 dan MA50. Volume beli cukup tinggi.

Action: Buy

  • TP: 414 dan 434
  • Support: 386
  • Cutloss: 378
  • Area Buy: 400-404

 

2. WSKT (Waskita Karya)

Last price: 2,000

Menyudahi tren koreksi sebelumnya, dengan harga mulai terlihat kembali Rebound. Masih bertahan di atas MA200 (1,930). RSI mulai jenuh jual (56.5%). Jika harga gagal untuk melewati MA200 maka sinyal beli semakin bagus.

Action: Buy on Weakness

  • TP: 2,100 dan 2,140
  • Support: 1,960
  • Cutloss: 1,930
  • Area Buy: 1,960-1,980

 

3. BBNI (Bank Negara Indonesia)

Last price: 9,100

Koreksi dalam sepekan terakhir namun pada akhirnya kembali Rebound. Masih berada di MA5, volume beli kembali terlihat. RSI 59%.

Action: Buy on Weakness

  • TP: 9,200 dan 9,500
  • Support: 8,670
  • Cutloss: 8,500
  • Area Buy: 8,670-8,700

 

4. KINO (Kino Indonesia)

Last price: 3,080

Berada di Upper Band Bollinger Band, harga masih berada di atas MA5 dan diatas MA20. RSI 70%. Volume beli stabil dan belum ada perubahan tren.

Action: Hold

  • TP: 3,140 dan 3,220
  • Support: 2,900
  • Cutloss: 2,675
  • Area Buy: 2,900-2,950
Arsip Analisa By : Aditya Putra

Bagaimana reaksi Anda tentang ini?

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.