Inspirasi Legenda Fundamental Saham Indonesia: Lo Kheng Hong

281930

Lo Kheng Hong dikenal sebagai Warren Buffet-nya Indonesia., seorang legenda saham di Bursa Efek Indonesia. Bagaimana caranya menjadi sukses? Strategi apa yang dilakukannya?

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Di luar sana, ada banyak sekali cerita mengenai dunia saham; dari mulai yang bernada negatif seperti yang dananya habis dalam sekian bulan saja, tetapi ada juga yang melegenda. Mempelajari kisah sukses tokoh terkenal akan memberikan masukan positif dalam hal manajemen mental, karena dalam mengelola portfolio, kita dituntut kuat secara analisa dan logis dalam bertindak. Legenda saham fundamental yang terkenal kebanyakan dari luar negeri, tetapi ada satu dari Indonesia, seorang investor individu lokal bernama Lo Kheng Hong

 

Lo Kheng Hong

 

Lahir di Jakarta 58 tahun silam, Lo Keng Hong (LKH) dikenal juga sebagai Warren Buffet-nya Indonesia karena kepiawaiannya memilih saham dengan prinsip Value Investing (membeli saham yang sedang murah dengan performa baik). Prinsipnya tersebut yang membuatnya tetap tenang dalam berinvestasi saham, istilahnya "Sleeping Investor".

Dengan pemilihan saham yang baik, saham dapat membuatnya kaya meskipun beliau tidur saja kerjanya (hal ini tidak sepenuhnya benar, akan dijelaskan lebih lanjut di bawah), karena beliau memiliki saham perusahaan publik yang terus meningkat nilainya dan menghasilkan laba. Di tahun 2012, aset sahamnya bernilai IDR2.5 triliun. Luar biasa untuk ukuran seorang individu dengan tanpa bisnis lain selain saham.

Yang dilakukan beliau dengan menjadi value investor adalah RTI (Reading, Thinking, Investing). Beliau membaca empat koran setiap harinya, berusaha up to date dengan apa yang terjadi, lalu beliau mengamati dampaknya pada saham-saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Beliau menganalisa, lalu menanamkan uangnya di beberapa saham pilihannya.

 

LKH: Average Down Asal Fundamental Masih Dalam Jalur

Kegiatan analisa di awal adalah yang terutama sekali dalam berinvestasi. Setelah berinvestasi, menurut pendapatnya, kita cukup mengamati saja. Kalau harganya turun, maka averaging (membeli lagi) dengan catatan, fundamentalnya masih berada tetap di jalurnya. Sebagai "fundamentalis", beliau berhasil mencatatkan imbal hasil ratusan bahkan ribuan persen daripadanya dan menjadikan beliau salah satu orang terkaya di Indonesia. Proses tersebut bukanlah instan, dibutuhkan bertahun-tahun untuk mendapatkannya.

Lo Kheng Hong pernah berujar "Trader berjual-beli dengan banyak sekali transaksi dengan hasil yang tidak seberapa." 

Beliau mengatakan demikian karena prihatin dengan kebiasaan para trader yang menghabiskan waktu terlalu banyak selama open market memikirkan fluktuasi harga sahamnya, sedangkan waktu bersama keluarga dan sahabat menjadi berkurang, bahkan hanya stress yang didapat.

Dalam melakukan pemilihan saham, beliau menghabiskan waktu yang tidak sedikit, tetapi setelah memiliki posisi, beliau tenang sekali meskipun PTRO, salah satu saham pilihan beliau, pernah turun ke harga 400/lembar saham. Pada saat itu, Lo Kheng Hong malah menambah kepemilikan sahamnya dengan pertimbangan perusahaan tersebut masih layak invest, karena beliau berujar apabila harga minyak naik maka akan berdampak baik bagi PTRO. Kini, harga PTRO sudah jauh melebihi harga belinya dulu. Beliau tidak anti averaging down, dan justru menyarankannya asalkan fundamentalnya masih berada di jalurnya. 

 

Kesempatan Beli Saham Bagus Di Harga Murah

Lo Kheng Hong menjadi salah seorang terkaya di Indonesia karena keputusan beliau yang berbelanja saham di harga yang sedang murah sekali sewaktu krisis moneter Indonesia di tahun 1997-1998. Saham-saham turnaround yang merupakan "saham salah harga" merupakan favorit LKH.

Terkadang ada emiten yang baik sekali kinerjanya, tetapi sedang diterpa musibah seperti terkena dampak krisis ekonomi, sedangkan prospek ke depannya masih cerah. Saat itulah harga sahamnya cenderung turun ke level All Time Low. Namun, selama manajemennya dirasa masih baik, maka sebenarnya itu adalah kesempatan emas untuk membeli saham bagus di harga murah.

 

Kunci Sukses Lo Kheng Hong

  • "Belilah perusahaan yang Anda kenal dan kenalilah perusahaan yang Anda beli." 

Mengenal karakteristik manajemen adalah penting, Good Corporate Governance (GCG) baik, artinya prospek masa depan yang baik pula. Mengenali luar dalam, potensi terpendam dan kemungkinan terburuk dan terbaik, serta plus-minus perusahaan yang sahamnya kita beli adalah wajib, agar tidak galau saat sudah masuk posisi. Hal ini akan menjamin Anda tenang saat memegang saham dalam waktu lama.

  • Jangan percaya begitu saja apa kata orang, analis sekalipun.

Lakukan analisa ulang sendiri secara mendalam, karena analis selalu memakai kata Disclaimer On yang berarti analisa yang diungkapkan tidak menjamin kinerja saham, dan keputusan atas tindakan yang dilakukan oleh kita tidak menjadi tanggung jawab mereka. Di sini kedewasaan dituntut untuk bertanggung jawab atas pilihan yang kita buat.

  • Kesabaran akan berbuah manis.

Saat harga saham yang dimiliki naik turun sementara, saat itulah mental seorang investor diuji. Prinsipnya adalah, selama fundamental emiten bagus maka harga akan kembali ke nilai wajarnya, meskipun waktu yang dibutuhkan cukup lama (sekedar info, LKH berinvestasi di Indika Energy; INDY, MBSS, dan PTRO di tahun 2014-2016, kini di tahun 2018 harga ketiga saham tersebut sudah naik ribuan persen, sedangkan trader lebih menyukai keuntungan beberapa persen saja asalkan rutin, sehingga psikologisnya berbeda).

Kecenderungan berinvestasi seseorang tidak bisa disamakan begitu saja. Semua orang memiliki gayanya tersendiri. Namun demikian, artikel ini hadir untuk memberikan inspirasi bahwa untuk menjadi kaya melalui saham adalah sangat mungkin.

Shanti Putri adalah seorang investor agresif mandiri yang merupakan mantan broker di sebuah sekuritas ternama, terutama berkecimpung di dunia saham. Dalam berinvestasi, Shanti melakukan analisa sebelum membeli dan melakukan Averaging selama fundamental masih berada di jalurnya. Sebuah kutipan dari Sun Tzu menjadi panduannya, 'Know yourself, know what you face then you will win in a thousand battles.'