POLI: Siap Ekspansi Setelah IPO

Setelah IPO, PT Pollux Investasi Internasional Tbk kini siap melambungkan kinerjanya, terutama dengan rencana pengembangan dan pengambilalihan.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

PT Pollux Investasi Internasional Tbk resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (10/1). Perusahaan yang menggunakan sandi POLI ini melepas 402,105,300 lembar saham baru, atau setara 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

POLI menjadi emiten ketiga yang IPO tahun ini, tepat setelah BEEF. IPO PT Pollux Investasi Internasional Tbk dilakukan dengan harga penawaran sebesar Rp1,635 per lembar, sehingga perseroan memeroleh dana sebesar Rp657.44 miliar dalam proses IPO ini. Pollux Investasi Internasional berencana menggunakan 76.65% dana IPO untuk pengembangan usaha, sedangkan sisanya untuk pembayaran pinjaman pemegang saham dan modal kerja.

POLI : Siap Ekspansi Setelah

Pollux Investasi Internasional merupakan perusahaan pengembang properti melalui penyertaan saham pada 21 anak perusahaan. Saat ini, perseroan mengoperasikan sejumlah mal, apartemen, dan hotel di Semarang seperti Paragon Mall dan Po Hotel.

Pada tahun ini, emiten dari sektor properti ini akan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp200 miliar-Rp250 miliar untuk pengembangan Paragon Mall. Proyek Paragon Mall II Fashion District merupakan tahap pengembangan kedua dari Paragon Mall yang sudah berdiri selama 10 tahun.

Bersamaan dengan penawaran umum perseroan, POLI juga mengonversi Obligasi Wajib Konversi yang dimiliki menjadi saham perseroan, yaitu 462,421,100 lembar saham atau setara 23% dari modal disetor dan ditempatkan perseroan.

 

Rencana Pengambilalihan

Setelah IPO, perseroan berencana mengambilalih obligasi konversi PT Nobel Properti Kencana, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengembang properti. Nobel Properti Kencana saat ini memiliki dan mengoperasikan gedung perkantoran Noble House di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, dan memiliki landbank yang cukup luas di Jakarta, Semarang, serta Bali.

Tujuan dari pengambilalihan tersebut yaitu untuk memperkuat kontribusi pendapatan berkelanjutan (recurring income) perseroan dari pendapatan atas penyewaan ruang perkantoran. Selain itu, perseroan akan memeroleh nilai tambah yang dapat menguntungkan pemegang saham dan pemangku kepentingan.

286960

Penulis lepas bidang saham yang juga merupakan investor pasar modal. Selain itu, Alia merupakan pemerhati aksi korporasi emiten. Penulis sudah berkecimpung lebih dari 3 tahun dalam tulis-menulis sektor ekonomi dan update terhadap isu-isu nasional.