OctaFx

iklan

IHSG Dalam Tekanan, Saham LQ45 Terlihat Murah

Indeks memulai perjalanannya di 2020 dengan kinerja buruk. Padahal bulan Januari dikenal sebagai bulannya pemberi cuan, namun itu berbeda di tahun ini. Lalu bagaimana peluang di saham LQ-45?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Update Market

Pasar saham global, tak terkecuali di Indonesia, pada perdagangan (27/Januari) mengalami tekanan hebat. Nikkei (-2.03%), Shanghai (-2.75%). IHSG sendiri hingga pukul 15.50 WIB telah turun sebesar 1.76%. Investor panik setelah berita di Bloomberg dan CNBC Internasional mengkonfirmasi telah ada lebih dari 27,000 kasus Virus Corona di China dan telah menewaskan sekitar 80 orang.

Dari beberapa informasi yang berhasil di himpun, jika kondisi terus berlanjut, maka krisis ekonomi global akan lebih cepat datang.

 

Wuhan Dikenal Sebagai Pusat Transportasi Nasional Utama

Penyebaran Virus Corona di Kota Wuhan, China, terbilang cepat dan meningkatkan kewaspadaan nasional. Hal ini dikarenakan Wuhan dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan di China. Beberapa pabrik mobil ternama ada di kota ini, sebut saja, General Motors dan Honda.

Efek lumpuhnya bisnis di kota tersebut secara langsung akan berpengaruh terhadap ekonomi China. Pertama dimulai dari seretnya transportasi, lalu menggangu perdagangan dan rantai pasokan di di Asia, serta berujung pada ekonomi dunia. Asia sendiri sudah diakui sebagai pendorong utama ekonomi dunia yang salah satunya bersumber dari China.

 

IHSG Tersudut

Indeks memulai perjalanannya di 2020 dengan kinerja buruk. Secara rerata nilai angka Indeks terburuk di bulan Januari, sejak sembilan tahun yang lalu (2011), yaitu IHSG tercatat minus 7.95%. Padahal, bulan Januari dikenal sebagai "bulannya pemberi cuan." Namun, kondisi itu berbeda pada tahun ini. Hingga hari ini, IHSG tercatat minus 2.6%.

Ulasan Saham 10 Januari: IHSG Dalam

 

Peluang Beli Saham-Saham Murah LQ-45

Yuk, jangan terus-terusan meratapi IHSG yang merah merona. Sekarang mari kita intip saham-saham LQ-45 yang turun cukup tinggi dalam hari ini, antara lain sebagai berikut.

1. Barito Pacific (BRPT)

Last Price: 1,315 (-4.36%)

Saat ini, harga kembali balik di sekitar 1,300. Harga ini adalah harga rata-rata dalam sepekan terakhir dan masuk di level MA5. Penurunan ini hampir sama dengan yang terjadi pada (06/Januari). Masih ada potensi untuk saham BRPT kembali uji Support terdekat di level 1,250-1,280.

Jadi, peluang untuk turun masih ada. Namun, saham ini sudah teruji sebagai saham yang cepat rebound. Jika Support itu gagal tertembus, maka BRPT akan berpeluang kembali diperdagangkan di level 1,400-1,460.

 

2. Surya Citra Media (SCMA)

Last Price: 1,470 (-4.9%)

Harga bergerak di bawah MA5, meski demikian penurunan ini tidak sepenuhnya diikuti oleh volume jual yang masif. Hal ini bisa memunculkan dua opsi, turun kembali lebih dalam atau mulai rebound bertahap. Sejatinya saham SCMA tahun ini akan lebih baik didukung oleh perbaikan fundamental sektoral dan internal.

Peluang Buy on Weakness terasa masuk akal dengan penurunan yang terjadi saat ini. Uji Support di level 1,410-1,420 sekaligus di area MA200.

  • Cutloss: 1,400
  • Resistance: 1,510 dan 1,570.

 

3. Bank Mandiri (BMRI)

Last Price: 7,725 (-2.5%)

Setelah membukukan kenaikan di pekan lalu, penurunan hari ini langsung membayar lunas kenaikan yang terjadi. Saat ini, harga bertahan di level Support MA9 dan MA20. Jika harga gagal turun, maka peluang rebound sangat terbuka. Namun, jika kembali turun, maka titik Support terbaik untuk Buy di level 7,620 dan 7,600. Jika berhasil naik, maka harga berpotensi menuju level 7,850 dan 7,900.

 

4. Wijaya Karya (WIKA)

Last Price: 1,875 (-4.3%)

Saham favorit di 2020 karena termasuk fundamental terbaik di sektor konstruksi. Penurunan hari ini membuat saham WIKA menyentuh new low-nya di 2020. Apakah masih bisa turun? Bisa saja. Namun, jika kembali terjadi penurunan, maka ketika itulah bisa mulai cicil beli, karena RSI sudah sangat jenuh jual alias murah. Swing trading jadi menarik.

  • Test Support 1,850 dan 1,815
  • Cutloss: 1,800
  • Resistance: 1,920 dan 2,000.
Arsip Analisa By : Aditya Putra
291788

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.