OctaFx

iklan

Ulasan Saham 17 Oktober: Menu Trading Saham Hari Ini

290590

Data retail sales di AS merosot ke -0.3%. Apakah kondisi itu memberikan pengaruh terhadap indeks? Simak pula ulasan saham-saham pilihan.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

IHSG View

Masih belum ada rilis data positif yang dapat men-drive market, begitu pula dengan aktivitas investor yang masih wait and see sampai pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, selesai. Asing tercatat masih melakukan Net Sell di pasar reguler sebesar Rp195 miliar. Meski demikian, pada perdagangan (16/Oktober), IHSG naik +0.18% ke level 6,169.

Beberapa sektor yang mendorong kenaikan IHSG bisa lihat di bawah ini:

Macro View

Dana Moneter Internasional alias International Monetary Fund (IMF) semakin pesimis terhadap laju pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun ini. Untuk keempat kalinya dalam tahun ini, IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global. Dalam laporan World Economic Outlook (WEO) pada Oktober 2019, IMF memperkirakan ekonomi global hanya akan tumbuh 3.0% pada akhir 2019, lebih rendah dari proyeksi Juli lalu, yaitu 3.2%.

Daily Outlook: Data retail sales di AS berada di angka -0.3% atau turun dari bulan sebelumnya +0.6%. Hal tersebut membuat kinerja bursa saham AS negatif. Data ekonomi sangat berpengaruh terhadap pergerakan indeks. Begitu pula dengan di domestik yang masih mengharapkan adanya katalis postif di akhir bulan melalui rilis laporan keuangan emiten dan bargain hunting asing kembali setelah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden (20/Oktober) nanti.

Berita Emiten:

Produsen tekstil, Pan Brothers (PBRX), pada tahun ini menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 10%-15% dari ealisasi 2018, yaituUSD611.4 juta. Dengan begitu, perusahaan ini menargetkan pendapatan pada 2019 bisa mencapai US$ 672,54 juta-US$ 703,11 juta.

Jasa Marga (JSMR) akan mendapatkan bantuan pembiayaan dari PT China Communications Construction Indonesia (CCCI) untuk melanjutkan proyek ruas terakhir Jalan Tol Trans Jawa, yaitu Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi). Ruas jalan bebas hambatan sepanjang 172 kilometer ini membutuhkan investasi Rp23.3 triliun.

Teknikal

Ulasan Saham 17 Oktober: Saham BMTR Dan

Berdasarkan analisis grafik di atas, maka dapat disimpulkan sebagai berikut.

  • Indeks Overall Trend Short Term: Uptrend
  • Price: Di atas MA20
  • Volume: Strong Buy
  • Sinyal: MACD GC dan Strong Buy Volume
  • Range IHSG: 6,125-6,200
  • Prediksi: Bullish

 

Saham-Saham Pilihan

1. Semen Indonesia (SMGR)

Last Price: 12,600

Tren Potensial: Strong Uptrend

Harga mendekati level MA200, dengan harga berada di upper band bollinger bands, sementara RSI 55.4% yang menunjukkan harga belum overbought. Volume beli meningkat dan stabil.

Action: Hold

  • TP: 12,750 dan 12,900
  • Support: 12,600
  • Cut Loss: 12,350
  • Area Buy: 12,500-12,600

 

2. Global Mediacom (BMTR)

Last Price: 372

Tren Potensial: Bullish Uptrend

Melampaui MA200 dan diikuti oleh kenaikan volume, harga naik dan volume naik yang menunjukkan sinyal bullish. RSI 55.4% menandakan belum overbought.

Action: Hold

  • TP: 380 dan 390
  • Support: 370
  • Cut Loss: 362
  • Area Buy: 370-374

 

3. Bumi Serpong Damai (BSDE)

Last Price: 1,410

Tren Potensial: Bullish

Uptrend dengan kenaikan harga yang diikuti oleh penambahan volume beli. Volume beli naik dalam sepekan terakhir dan mendekati area upper band Bollinger bands.

Action: Hold

  • TP: 1,425 dan 1,440
  • Support: 1,400
  • Cut Loss: 1,370
  • Area Buy: 1,390-1,400

 

4. Bank Central Asia (BBCA)

Last Price: 31,075

Tren Potensial: Uptrend

Sejak awal Oktober harga mulai terlihat rebound dan saat ini berada di trend bullish. MA5 berada di atas MA9 dan MA20. Volume beli stabil.

Action: Hold

  • TP: 31,200 dan 31,400
  • Support: 31,000
  • Cut Loss: 30,400
  • Area Buy: 30,900-31.000
Arsip Analisa By : Aditya Putra

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.