Ulasan Saham 18 April: Menu Trading Saham Hari Ini

Bagaimana IHSG merespon hasil Quick Count kali ini? Kami juga menyajikan saham-saham pilihan yang menarik untuk disimak.

acy

iklan

Advertisement

iklan

IHSG View

Menjelang pemilu investor mulai melakukan spekulasi beli disamping kenaikan saham-saham konstruksi yang masih melanjutkan kenaikannya sejauh ini mendekati masa-masa menjelang RUPS. Data makro Balance of Trade (BoT) yang positif membuat market bullish. IHSG naik +0.72% pada (16/04).

Beberapa sektor yang mendorong kenaikan IHSG bisa lihat di bawah ini:

  1. Properti dan Konstruksi +2,48%%
  2. Aneka Industri +1,66%
  3. Industri Dasar +1,1%

 

Macro View

Surplus neraca dagang dalam dua bulan berturut-turut, yakni Februari dan Maret 2019 berpotensi sedikit memperbaiki defisit transaksi berjalan alias Current Account Deficit (CAD) pada kuartal pertama ini. Awal pekan ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan defisit neraca dagang kumulatif Januari-Maret 2019 atau kuartal I-2019 cukup tipis yakni USD 193 juta. Ekonom CORE, Piter memprediksi CAD kuartal I-2019 berkisar USD 6 miliar-USD 8 miliar atau 2.5%-2.6% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

 

Komentar: Mengukur Kenaikan Indeks Setelah Hasil Quick Count

Secara historikal, Indeks harga saham gabungan (IHSG) merespon kemenangan Jokowi pada pemilihan Presiden (pilpres) 2014 dengan penguatan selama 1-2 hari. Kemudian, terjadi profit taking di hari ke-4 dan selama beberapa hari setelahnya. Sebelum akhirnya kembali menguat dalam 1-2 sepekan ke depan. Di sisa akhir tahun 2014 lalu, indeks mengalami penyesuaian dengan melihat dan merespon data-data ekonomi serta keuangan perusahaan di kuartal-IV tahun 2014.

Tren pada tahun 2014 yang lalu tentu tidak akan berbeda jauh di tahun ini, mengingat secara historis indeks tetap akan melihat fundamental keuangan dan ekonomi makro serta perusahaan. Seandainya tren perbaikan makro terus berlanjut dengan penguatan rupiah yang stabil, serta adanya penurunan defisit transaksi berjalan yang kemudian diikuti oleh kenaikan pertumbuhan ekonomi, maka tentu ini akan menjadi sebuah dorongan yang positif bagi indeks.

 

Teknikal

Memantul dan mendekati level resistance krusial di 6,500-an, terdapat peluang bullish reversal dan bollinger band yang menyempit. Pergerakan akan terjawab oleh volume beli yang tinggi setelah hasil pemilu, dimana sebelumnya pasar bergerak dengan sikap wait and see. Sangat menarik menunggu indeks apakah mampu untuk menembus level 6,581. Kami lihat, jika level tersebut tertembus maka selanjutnya indeks akan dapat dengan mudah menuju ke level 6,650.

Ulasan Saham 18 April: Menu Trading

Jakarta Composite Index Snapshot

Range IHSG: 6,450-6,550

Prediksi: Bullish

 

Saham-Saham Pilihan

 

1. ASII (Astra International)

Last price: 7,750

Harga bertahan di area Bullish, volume beli cukup tinggi dan berada di area breakout resistance di jangka pendeknya. MA5 memotong ke atas MA200. Potensi ke level 8,000.

Action: Hold

  • TP: 7,850 dan 8,000
  • Support: 7,450
  • Cutloss: 7,200
  • Area Buy: 7,450-7,500

 

2. WSKT (Waskita Karya)

Last price: 2,110

Sedikit di bawah all time high (ATH) 2019 di level 2,140. Sangat terbuka breakout resistance di level tersebut. Next menuju 2,400. Volume beli cukup kuat dan stabil.

Action: Sell on Strength (SoS)

  • TP: 2,200 dan 2,400
  • Support: 1,940
  • Cutloss: 1,850
  • Area Buy: 1,940-1,960

 

3. GIAA (Garuda Indonesia)

Last price: 525

MACD golden cross, volume beli cukup tinggi. MA5 berpeluang memotong ke atas MA20 dan MA50.

Action: Buy

  • TP: 570 dan 620
  • Support: 480
  • Cutloss: 450
  • Area Buy: 480-490

 

4. KBLI (KMI Wire & Cable)

Last price: 346

Membuat Higher High Support, volume beli cukup kuat. RSI 67,3%. Berada di Middle Band bollinger band.

Action: Hold

  • TP: 360 dan 388
  • Support: 320
  • Cutloss: 300
  • Area Buy: 320-328
Arsip Analisa By : Aditya Putra

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.