OctaFx

iklan

Ulasan Saham 24 Januari: Dari BTPS Hingga SSIA

Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan. Saat suku bunga turun, maka yang diuntungkan tentu saja IHSG. Bagaimana dengan saham-saham pilihan kali ini?

Xm

iklan

Advertisement

iklan

IHSG View

Merespon rilis laporan keuangan emiten perbankan yang mulai keluar, seperti BBRI, BMRI dan BBNI, investor cukup memperhatikan kinerjanya di tahun lalu. Dikarenakan hasilnya kurang memuaskan, sektor perbankan cukup sulit menggerakan Indeks. Pada perdagangan Kamis (23/Januari), IHSG naik tipis 0.25% ke level 6,249.

Beberapa sektor yang kenaikan IHSG bisa lihat di bawah ini:

Macro View

Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 5.00% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada Januari 2020. Meski begitu, BI memastikan masih ada ruang untuk pelonggaran moneter khususnya suku bunga acuan pada tahun ini.

Daily Outlook

Ada yang menarik ketika RDG BI kemarin, secara eksplisit BI memandang bahwa ekonomi Indonesia di tahun ini akan membaik. Proyeksi itu dapat terlihat dari pergerakan Rupiah yang cukup kuat terhadap USD. BI juga melihat suku bunga masih akan turun, apabila dirasa perlu ketika ekonomi belum bertumbuh dengan baik.

Sementara Rupiah dan beban impor mulai mereda, bagaimana dengan IHSG? Kami menilai ini akan sangat positif untuk market. Meskipun, nanti pertumbuhan PDB di 2019 in line atau sedikit di bawah estimasi. Namun, lonjakan ke atas akan cukup terasa di 2020.

Berita Emiten

Emiten baja Gunung Raja Paksi (GGRP) menandatangani kerjasama manajemen operasional dengan B&C International Operations Management Co. bernama China Baouwu Steel Group Corporation Limited. Nilai kontrak mencapai USD10.46 juta ini, telah disepakati pada 31 Desember 2019.

Di tengah ketatnya persaingan dan likuiditas ditambah dengan kondisi makro ekonomi global yang belum membaik, Bank Mandiri (BMRI) berhasil memacu penguatan dana murah. Sampai dengan akhir tahun 2019, pengumpulan dana murah perbankan pelat merah ini tercatat mencapai Rp609.6 triliun.

Teknikal

Berdasarkan analisa pada grafik di bawah ini, maka dapat disimpulkan sebegai berikut.

  • Indeks Overall Trend Short Term: Sideways
  • Price: Bullish
  • Volume: Beli
  • Sinyal: Bertahan di level MA200

Ulasan Saham 24 Januari: Dari  BTPS

  • Range IHSG: 6,190–6,260
  • Prediksi: Bullish

 

Saham-Saham Pilihan

1. Bank Tabungan Pensiunan Nasional–Syariah (BTPS)

Last Price: 4,700

Tren Potensial: Bullish

Sesuai dengan rekomendasi perdagangan kemarin, harga berada di upper band Bollinger bands, dengan tren secara umum dapat dikatakan memasuki zona Bulish. Harga terus membuat All Time High (ATH), namun waspadai volume yang mulai rendah sejak awal November tahun lalu.

Action: Sell on Strength

  • TP: 4,750 dan 4,900
  • Support: 4,450
  • Cut Loss: 4,300
  • Area Buy: 4,450-4,500

 

2. Bank Rakyat Indonesia (BBRI)

Last Price: 4,740

Tren Potensial: Bullish

All time high (ATH), dengan sepekan terakhir terus bertahan di level Resistance tertinggi. Saat ini, pun telah berada di upper band Bollinger bands. Volume beli cukup tinggi. Namun, waspadai RSI yang sudah di atas 70%, yang menunjukkan kondisi overbought.

Action: Sell on Strength

  • TP: 4,760 dan 4,780
  • Support: 4,650
  • Cut Loss: 4,600
  • Area Buy: 4,650-4,670

 

3. Astra Internasional (ASII)

Last Price: 7,050

Tren Potensial: Rebound

MACD sideways dengan pergerakan harga masih bertahan di MA5 dan MA9. Jika berhasil bertahan di support-nya saat ini, maka potensi rebound cukup besar mengingat RSI yang berada di level 54.4%.

Action: Speculative Buy

  • TP: 7,150 dan 7,200
  • Support: 7,000
  • Cut Loss: 6,950
  • Area Buy: 7,050-7,100

 

4. Surya Semesta Internusa (SSIA)

Last Price: 680

Tren Potensial: Rebound

Melemah dalam sepekan ini dan mulai mendekat di MA20. Namun, volume jual mulai berkurang. Bisa speculative buy di level MA20. Indikator RSI saat ini di level 58.3% yang dapat dikatakan normal.

Action: Speculative Buy

  • TP:700 dan 725
  • Support: 675
  • Cut Loss: 660
  • Area Buy: 675-685
Arsip Analisa By : Aditya Putra

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.