Advertisement

iklan

Ulasan Saham 6 Desember: Dari BBRI Hingga WTON

Beberapa rilis data ekonomi Indonesia mampu membuat IHSG menguat. Bagaimana dengan hari ini? Simak pula saham-saham pilihan kami lainnya.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

IHSG View

Data ekonomi Indonesia yakni indeks kepercayaan konsumen melesat ke level 124.2, dari sebelumnya 118. Hal ini mengindikasikan bahwa konsumen cukup percaya akan ada perbaikan ekonomi pada akhir tahun ini dan awal tahun depan. Katalis ini sedikit banyak mampu membawa indeks menguat dalam sehari perdagangan kemarin. Pada (05/Desember), IHSG naik 0.64% ke level 6,152.

Beberapa sektor yang mendorong kenaikan IHSG bisa lihat di bawah ini.

Macro View

Optimisme konsumen terhadap kondisi perekonomian Indonesia pada November 2019 terlihat menguat. Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada November sebesar 124.2, meningkat dari 118.4 pada bulan sebelumnya. Berdasarkan hasil dari Survei Konsumen BI, optimisme konsumen ini ditopang oleh membaiknya persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan.

Daily Outlook

Hari ini akan rilis data cadangan devisa Indonesia, yang diprediksi akan membaik dari bulan sebelumnya. Sementara itu, China memberikan indikasi bahwa perkembangan kesepakatan dagang AS-China berjalan lambat. Di sisi lain, kenaikan harga minyak dunia akan mempengaruhi harga komoditas lainnya, seperti pertambangan dan pertanian yang juga akan naik.

Berita Emiten

Wijaya Karya Bangunan Gedung (WEGE) alias Wika Gedung menggenjot lini bisnis modular. Kontribusi lini bisnis pembuatan unit suatu ruangan secara terpisah dengan struktur utama bangunan ini ditargetkan bakal terus membesar. Wika Gedung meraup Rp170 miliar dari lini bisnis modular sepanjang periode Januari-September 2019. Nilai ini setara sekitar 5.0% dari pendapatan konsolidasi Rp3.37 triliun selama periode tersebut.

Merdeka Copper Gold (MDKA) telah menggunakan mayoritas belanja modal di tahun ini. Merdeka Copper menganggarkan modal atau capital expenditure (capex) sebanyak USD160 juta tahun ini. Sampai September 2019, Merdeka Copper telah menyerap belanja modal sebesar USD120 juta atau 75% dari belanja modal.

Teknikal

Berdasarkan analisa pada grafik di bawah ini, maka dapat disimpulkan sebagai berikut.

  • Indeks Overall Trend Short Term: Bullish
  • Price: Naik
  • Volume: Beli
  • Sinyal: Resistance MA20

Ulasan Saham 6 Desember: Dari BBRI

  • Range IHSG: 6,070 – 6,140
  • Prediksi: Bullish

 

Saham-Saham Pilihan

1. Bank Rakyat Indonesia (BBRI)

Last Price: 4,220

Tren Potensial: Rebound

Harga bergerak naik dalam jangka pendek, volume beli stabil, dan saat ini berada di middle band Bollinger bands. RSI 58.2% yang menunjukkan kondisi belum overbought.

Action: Hold

  • TP: 4,250 dan 4,300
  • Support: 4,180
  • Cut Loss: 4,120
  • Area Buy: 4,180-4,220

 

2. Barito Pacific (BRPT)

Last Price: 1,375

Tren Potensial: Uptrend

Harga berada di MA9, jika berhasil bertahan di area MA5 dan MA9, maka berpotensi kembali Rebound. Saat ini, wait and see karena RSI sudah di atas 70%.

Action: Buy on Weakness (BoW)

  • TP: 1,415 dan 1,450
  • Support: 1,320
  • Cut Loss: 1,290
  • Area Buy: 1,320-1,340

 

3. Medco Energy (MEDC)

Last Price: 740

Tren Potensial: Uptrend

Rounding bottom jangka pendek, saat ini berada di upper band Bollinger bands, volume beli stabil, dan RSI 70%.

Action: Buy on Weakness (BoW)

  • TP: 780 dan 820
  • Support: 730
  • Cut Loss: 700
  • Area Buy: 730-750

 

4. Wijaya Karya Beton (WTON)

Last Price: 460

Tren Potensial: Uptrend

Harga berada di atas MA5 dan di area upper band Bollinger bands. Volume beli cukup tinggi kemarin. Saat ini, RSI di area 70%.

Action: Hold

  • TP: 468 dan 478
  • Support: 450
  • Cut Loss: 440
  • Area Buy: 450-454
Arsip Analisa By : Aditya Putra

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.