Apakah Reksadana Itu?

127532

Reksadana adalah sebuah sarana untuk mengelola investasi secara kolektif atau kumpulan dana dari masyarakat pemodal (nasabah/investor). Akhir-akhir ini makin disukai kerena ootensi keuntungannya cukup bagus.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Apa yang pertama kali terlintas dalam pikiran ada jika mendengar kata "Reksadana"? Sebagian besar mungkin langsung memikirkan investasi. Akhir-akhir ini reksadana menjadi populer di kalangan investor, baik yang bermodal besar maupun pas-pasan. Mereka seolah berlomba-lomba menanamkan investasi berupa reksadana. Pertanyaanya adalah, apakah sebenarnya reksadana itu? Apakah keuntungan dan risikonya? Mari kita simak penjelasan dalam artikel ini.

Apakah Reksadana

Pengertian Reksadana

Reksadana adalah sebuah sarana untuk mengelola investasi secara kolektif atau kumpulan dana dari masyarakat pemodal (nasabah/investor). Siapa yang mengumpulkan? Manajer investasilah yang melakukannya. Seorang manajer investasi diberi kewenangan oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) untuk mengumpulkan dana dari masyarakat pemodal mengingat persyaratan investasi awal sering berjumlah besar dan rumit pemilihannya.

Manajer investasi memiliki beberapa tugas. Di antaranya, setelah mengumpulkan dana, ia harus menginvestasikan dana tersebut dalam bentuk portofolio efek atau surat berharga dan mengelolanya. Selain itu manajer investasi juga bertanggung jawab untuk membantu nasabah membuat keputusan investasi, manajemen resiko, menyelesaikan transaksi lalu merealisasikan keuntungan ataupun kerugiannya, menerima dividen atau bunga kemudian membukukannya ke dalam "Nilai Aktiva Bersih" (NAB) reksadana tersebut.

Di reksadana, seluruh dana yang ada tidak disimpan oleh manajer investasi, tetapi disimpan di pihak yang bernama bank kustodian. Bank kustodian adalah suatu lembaga yang bertanggung jawab untuk mengamankan aset keuangan termasuk reksadana. Bank kustodian ini bertindak sebagai tempat penitipan kolektif dan administrator tetapi tidak terafiliasi dengan manajer investasi. Namun, Bank Kustodian wajib memenuhi instruksi Manajer Investasi dan memberikan konfirmasi atas seluruh transaksi pembelian dan penjualan Reksadana. NAB yang sudah dibukukan oleh manajer investasi dihitung nilainya oleh bank kustodian dan diaudit setiap hari.

Apa Keuntungan Investasi Reksadana?

Begini, jika melihat arus transaksi mata uang, terdapat inflasi inti yang sudah mencapai 5-6 persen per tahun, sementara riilnya menurut perhitungan kami adalah 12 persen. Jika kita hanya mengandalkan tabungan, bunganya paling tinggi 5,5-6 persen, itu pun belum dipotong pajak. Setelah dipotong pajak, bunga tabungan yang diterima paling cuma 4,8 persen. Apabila inflasinya 12 persen, tentu tidak akan terkejar bukan? Untuk itu investor harus cari cara supaya inflasi bisa dikejar, salah satunya dengan melakukan investasi di reksadana. Nasabah tidak perlu bingung bagaimana mengelolanya, bagaimana memilih saham, bagaimana memilih obligasi. Serahkan semua tugas itu kepada para manajer investasi. Risk/reward ratio dalam reksadana sudah diperhitungkan sedemikian rupa untuk memaksimumkan profitabilitas dan mengontrol risiko yang dikandungnya. Nasabah/investor cukup mengevaluasi dan menerima hasilnya.

Apa Risiko Investasi Reksadana?

Reksadana bisa disebut sebagai portofolio mini, karena itu risiko-nya cenderung lebih terkontrol daripada apabila anda hanya berinvestasi di satu saham saja. Jika saham dari satu perusahaan jatuh, maka saham-saham dari perusahaan lain yang ada dalam reksadana itu bisa menopang agar nilai reksadana tidak jatuh terlalu drastis. Namun demikian, dampaknya tentu saja tetap ada.

Risiko dari investasi reksadana cenderung berdampak pada kurangnya perolehan return. Tidak selamanya reksadana memberikan return yang sesuai harapan, karena return tergantung fluktuasi pasar dan jenis reksadana yang anda miliki. Jika mengambil reksadana saham misalnya, risikonya  tergantung pada fluktuasi pasar saham. Ketika pasar saham turun, ya semua turun. Begitu pula sebaliknya. Perlu diingat, bahwa semakin tinggi target return-nya maka makin tinggi juga risikonya. Contohnya, di tahun 2008 kinerja reksadana turun sekitar 50 persen, tahun 2009 naik sekitar 100 persen, dan tahun 2010 naik sekitar 50 persen. Jadi, pintar-pintar kita saja untuk mencari tahu kapan waktu terbaik untuk mencairkan reksadana. Apakah mau bertahap atau langsung sekaligus saat kinerjanya lagi naik.

Parmadita mengenal forex mulai tahun 2010. Sejak saat itu, menggali beragam pengetahuan dan pengalaman terkait forex dari berbagai sumber, baik tentang indikator teknikal biasa, psikologi trading, maupun Expert Advisor.


Baru Belajar Berjalan
seperti ane kmaren , investasi reksadana di panin yang dana prima. sayangnya ane masuk pas harga reksadananya pas lagi nyungslep bulan mei 2013 kemaren. == .Pas banget ane masuk, market besoknya turun jauh. menurut agan - agan sekalian, mendingan reksadana tahan terus ato terus nabung yahh? kondisi market kedepannya gimana yaa?
Cathy
Kalau lagi nggak butuh cash-nya, tahan dulu aja Bro. Ntar habis pemilu paling-paling juga naik lagi.