BMRI: Laba Bersih Merosot Hingga 25 Persen

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) baru saja membukukan penurunan pada perolehan laba bersih kuartal I tahun 2016 sebesar 25 persen. Laba bersih ini menurun ke Rp 3.187 miliar dari sebelumnya pada periode sama tahun lalu sebesar Rp 5.138 miliar.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) baru saja membukukan penurunan pada perolehan laba bersih kuartal I tahun 2016 sebesar 25 persen. Laba bersih ini menurun ke Rp 3.187 miliar dari sebelumnya pada periode sama tahun lalu sebesar Rp 5.138 miliar.

 

Bank Mandiri

Kartika Wirjoatmodjo selaku Direktur Utama Bank Mandiri menjelaskan, adanya perolehan laba bersih perseroan yang menurun disebabkan oleh terjadinya perlambatan ekonomi pada awal tahun sampai saat ini. Disamping itu, merosotnya laba bersih BMRI juga dikarenakan oleh naiknya biaya pencadangan kredit perseroan (provisi) yakni senilai Rp 4.31 triliun, mengalami peningkatan sebesar 198.61 persen. Disamping itu, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross juga naik menjadi 2.89 persen dari sebelumnya 1.81 persen.

Ditambah lagi, beban operasional sebelum biaya pencadangan Bank Mandiri (Pre- Provision Operating Profit/ PPOP) mengalami peningkatan yang cukup signifikan yakni sebesar 5.9 persen secara yoy dan menjadi Rp 9.74 triliun.

 

Laba Operasional Masih Meningkat

Namun, perseroan BMRI masih mampu meraih laba operasional senilai Rp 9.7 triliun sampai akhir bulan Maret 2016 dan naik 15.9 persen apabila dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp 8.3 triliun. Kondisi tersebut dipicu oleh adanya kenaikan operating income menjadi Rp 17.2 triliun, menanjak sebesar Rp 2.4 triliun atau mengalami peningkatan signifikan sebesar 16.3 persen.

Pencapaian laba bersih tersebut sebenarnya berasal dari pendapatan bunga bersih dan juga premi bersih senilai Rp 13.0 triliun, naik 19.1 persen serta naiknya fee based income ke Rp 4.2 triliun, meningkat 8.0 persen.

 

264743

Pernah menempuh pendidikan di Fakultas Sastra, jurusan Sastra Inggris konsentrasi Linguistik, Unversitas Negeri Malang. Menyukai bidang kepenulisan dan dunia penerjemahan ekonomi dan bisnis sejak tahun 2013 silam. Saat ini menjadi jurnalis di Seputarforex yang bertanggung jawab untuk menulis berita emas dunia, forex, dan saham.