SRIL: Performa Cemerlang Di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Emiten yang bergerak pada industri tekstil berorientasi impor ini berhasil membukukan laba bersih serta volume penjualan di atas rata-rata.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Di tengah sentimen perang dagang AS-China yang membebani pertumbuhan ekonomi dunia, emiten tekstil milik PT Sri Rejeki Isman (SRIL) berhasil membukukan laba bersih sebesar 12.3% secara YoY. Selama semester pertama tahun 2019, penghuni daftar indeks saham LQ45 ini telah meraup keuntungan sebesar 63.25 juta USD.

Salah satu faktor utama yang mendukung kinerja positif SRIL adalah produksi benang yang mencapai 40.1% dari total penjualan. Saat ini, Sritex mengalokasikan aktivitas produksinya sebagai berikut: konveksi (Garment) sebanyak 32-35 juta potong per tahun, pemintalan benang (Spinning) 1,15 juta bales per tahun, penenunan (Weaving) sebesar 180 juta meter per tahun, serta kain jadi (Finishing) sebesar 240 juta yard per tahun.

"Fokus perusahaan pada tahun ini adalah untuk meningkatkan utilisasi seluruh divisi produksi, terutama yang menghasilkan margin lebih tinggi yaitu di bagian finishing dan garmen," ujar Allan Moran Severino, Direktur Keuangan SRIL. 

berita saham sril

 

Penjualan Tahunan SRIL Meningkat Lebih Dari 15 Persen

Seiring dengan naiknya laba perusahaan, emiten yang bergerak pada sektor industri manufaktur ini juga mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 15,14 persen di semester pertama tahun 2019. Tak hanya di dalam negeri, prestasi SRIL juga ditopang oleh gemilangnya hasil penjualan di Amerika Serikat dan Amerika Latin.

Dilansir dari Kontan, SRIL berhasil mengantongi penjualan ekspor sebesar 51.35 juta USD, meningkat sebanyak 3.2 kali lipat dibandingkan tahun 2018. Iwan Kurniawan Lukminto selaku wakil Presiden Direktur PT Sri Rejeki Isman Tbk, mengakui bahwa Amerika Serikat merupakan salah satu target pasar utama di luar negeri. Di tahun 2019 ini, SRIL berupaya meraih capaian ekspor sekitar 62-65% dari total penjualan.

289257

Lulusan Sastra Inggris, menyukai dunia tulis menulis sejak SMP. Berpengalaman sebagai Purchasing Staff kontraktor dan industri manufaktur selama 3 tahun sebelum bergabung menjadi penulis di Seputarforex. Masih terus belajar mengenai dunia trading.


Anna
SRIL itu fundamentalnya bagus, tapi harga sahamnya sepi kayak kuburan.
Mbak Neko
Betul sekali sist, saya ngikuti cuma mondar-mandir aja di 338-340an, hehehehe...