INDF: Tambah Bisnis Pembibitan Dan Bangun Empat Pabrik Baru

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) terus melakukan ekspansi bisnis dengan rencana ingin terjun di dalam industri bisnis pembibitan tanaman Palawija. Dengan menggandeng PT East West Seed Indonesia (Ewindo), emiten berkode INDF membentuk kerjasama dalam bisnis pembibitan benih kentang.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) terus melakukan ekspansi bisnis dengan rencana ingin terjun di dalam industri bisnis pembibitan tanaman Palawija. Dengan menggandeng PT East West Seed Indonesia (Ewindo), emiten berkode INDF membentuk kerjasama dalam bisnis pembibitan benih kentang.

Indofood

 

INDF bersama Ewindo berencana akan menggelontorkan dana investasi senilai 10 juta dolar AS. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk penelitian, pengembangan, produksi serta pemasaran benih kentang hibrida. Anthoni Salim selaku Presiden Direktur INDF menjelaskan, kerjasama dengan Ewindo merupakan jenis kerjasama jangka panjang dan dana investasi bisa meningkat lebih besar lagi karena nanti akan lebih banyak jenis benih yang dikembangkan.

Kebutuhan benih kentang yang besar hingga 300 ton per tahun saat ini masih dipasok dari benih kentang kualitas bermutu rendah. Kondisi tersebut membuat perusahaan INDF dan Ewindo optimis bahwa benih kentang produksinya mampu menaikkan dua kali lipat produktivitas petani menjadi 25 ton per hektare.

 

Menggenjot Kinerja Ekspor

Selain melakukan kerjasama untuk proyek bisnis baru pembibitan palawija tersebut, PT Indofood Sukses Makmur Tbk juga berencana untuk membangun tiga sampai empat pabrik baru tahun ini. Anthoni Salim mengatakan, pabrik-pabrik baru itu akan diarahkan untuk memproduksi mie instan.

Rencana pembangunan empat pabrik baru yang lebih berfokus pada produksi mi instan akan mendukung terdorongnya peluang pasar Turki. Pasalnya, saat ini perseroan sudah melakukan ekspansi bisnis Indomie di Turki dan berencana akan menggunakan bekal tersebut untuk bisa masuk serta menjangkau area bisnis di pasar Uni Emirat Arab.

265965

Pernah menempuh pendidikan di Fakultas Sastra, jurusan Sastra Inggris konsentrasi Linguistik, Unversitas Negeri Malang. Menyukai bidang kepenulisan dan dunia penerjemahan ekonomi dan bisnis sejak tahun 2013 silam. Saat ini menjadi jurnalis di Seputarforex yang bertanggung jawab untuk menulis berita emas dunia, forex, dan saham.


Bunas Rajo
apa karena harga kentang sekarang naik yah jadi mereka butuh pasokan "mandiri"?