Cara Memilih Broker Saham Terbaik

Membuka rekening efek di perusahaan sekuritas, alias pialang atau broker saham, merupakan langkah pertama untuk menjadi investor. Berikut ini caranya.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Dalam rangka menjadi investor saham, salah satu langkah pertama yang harus diambil adalah mendaftar ke sebuah perusahan sekuritas (perusahaan efek), atau yang sering disebut juga sebagai perusahaan pialang atau broker saham. Namun, bagaimana cara agar kita dapat memilih broker saham terbaik? Kita akan mengulas selengkapnya dalam artikel ini.

Secara umum, terdapat lima patokan yang dapat Anda gunakan dalam memilih broker saham terbaik. Yang pertama dan terutama, tentu saja broker harus mengantongi perijinan yang memadai. Setelah itu, baru kita menilik kriteria lainnya.

 

1. Pastikan Broker Tercatat Sebagai Anggota Bursa Efek Indonesia

Semua perusahaan yang berperan sebagai broker saham di Indonesia, menggunakan kata "sekuritas" atau "securities" pada namanya. Akan tetapi, Anda tetap harus waspada mengenai kemungkinan adanya pihak-pihak tak bertanggung jawab yang memanfaatkan nama "sekuritas" untuk menipu orang awam. Oleh karena itu, Anda perlu memeriksa apakah broker yang Anda pilih itu termasuk anggota bursa resmi di situs IDX.

Situs IDX tersebut juga memuat berbagai informasi penting mengenai broker saham, termasuk Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) yang dimilikinya. Nilai MKBD mengindikasikan kekokohan permodalan perusahaan, sehingga secara kasar dapat disimpulkan: jika nilainya makin besar, maka makin kuatlah kondisi keuangan sekuritas tersebut.

Gedung IDX

 

2. Periksa Fitur Platform Trading Online

Di era teknologi informasi ini, broker saham terbaik selayaknya sudah menyediakan platform trading online. Namun, platform trading yang diberikan setiap broker bisa memiliki fitur berbeda-beda, dan belum tentu cocok dengan kebutuhan kita.

Untuk memastikan kecocokan platform trading online, periksalah fitur-fitur berikut ini:

  • Apakah layout enak dilihat dan User Interface (UI) nyaman digunakan?
  • Apakah proses loading platform cepat, atau lambat dan tersendat-sendat?
  • Apakah koneksi platform stabil atau sering putus-putus?
  • Aksi apa saja yang bisa dilakukan dalam platform itu? Apakah hanya order jual-beli biasa, atau bisa juga digunakan untuk exercise HMETD?

Selain itu, penting pula untuk memeriksa apakah platform mengandung fitur yang dibutuhkan untuk menjalankan teknik trading Anda. Misalnya jika Anda mengandalkan analisa fundamental, maka akan memudahkan jika platform memiliki fitur Stock Comparison. Sedangkan jika Anda mengandalkan analisa teknikal, maka kelengkapan indikator dan chart mungkin lebih penting untuk diperhatikan. Di sisi lain, apabila Anda lebih sering bepergian, maka boleh jadi akan membutuhkan broker yang menyediakan pula aplikasi trading mobile.

Contoh Aplikasi Trading Saham Online

Bagaimana kita bisa mengetahui fitur platform-nya jika belum mendaftar? Ada broker saham mengijinkan percobaan selama sekitar 1-2 minggu untuk simulasi, sebelum mendaftar resmi. Namun, jika broker saham incaran Anda tak menawarkannya, maka Anda bisa saja mengunjungi kantornya untuk meminta menyaksikan secara langsung.

 

3. Periksa Berapa Besar Modal Minimal Yang Dipersyaratkan

Kita bisa membuka rekening efek dengan modal serendah Rp100,000 saja pada event Sekolah Pasar Modal yang digelar oleh Bursa Efek Indonesia di sejumlah kota besar. Namun, di luar event tersebut, tak semua broker saham memperbolehkan pembukaan awal saham dengan modal minimal sekecil itu. Berikut ini contoh perbandingan syarat modal awal di beberapa broker:

Broker Saham Besar Modal Minimal
BNI Sekuritas Rp1,000,000
Panin Sekuritas Rp10,000,000
Mandiri Sekuritas Rp10,000,000,-
Henan Putihrai Sekuritas Rp10,000,000,-
Indo Premier Securities 0 (sesuai dengan minimal pembelian satu lot saham)

Sebelum mendaftar, periksa dulu berapa syarat modal minimal di suatu broker. Pastikan "uang dingin" yang sudah Anda siapkan, cocok dengan syarat itu.

 

4. Periksa Berapa Besar Fee Transaksi Saham

Setiap transaksi beli dan jual saham akan dikenakan fee sejumlah tertentu. Fee tersebut akan dipotong secara otomatis oleh broker dari dana yang tersedia pada rekening efek Anda. Namun, besarnya fee pasti berbeda-beda antar pialang.

Secara nominal, besar fee umumnya berkisar antara 0.1% hingga 0.3% untuk transaksi beli, dan antara 0.2% hingga 0.4% untuk transaksi jual. Berikut ini contoh perbandingan biaya untuk trading online pada akun reguler (non-syariah) pada beberapa broker saham terkemuka:

Broker Saham Biaya Transaksi Beli Biaya Transaksi Jual
BNI Sekuritas 0.15% 0.25%
Panin Sekuritas 0.20% 0.30%
Mandiri Sekuritas 0.18% 0.28%
Henan Putihrai Sekuritas 0.18% 0.28%
Indo Premier Securities 0.19% 0.29%


Broker saham yang transparan pasti sudah mencantumkan besaran modal minimal dan rincian fee pada website masing-masing. Atau, jika website broker kurang informatif, maka Anda bisa menanyakannya pula ke Customer Service via email atau telepon.

 

5. Periksa Apakah Broker Saham Sering Menjadi Underwriter

Underwriter (Penjamin Emisi Efek) berperan penting dalam proses Initial Public Offering (IPO) yang harus ditempuh semua perusahaan sebelum dapat melantai di bursa. Secara teoritis, semua broker saham berlisensi penjamin emisi efek, bisa menjadi underwriter bagi IPO perusahaan apa saja. Namun, realitanya ada broker saham tertentu yang rajin menjamin emisi efek, dan ada yang tidak.

Apabila Anda sering mengincar saham IPO, maka ada baiknya mencari broker saham yang sering menjadi underwriter. Mengapa demikian? Karena selain pemesanan lebih mudah, Anda juga bisa mendapatkan prospektus yang lebih lengkap sejak masa book-building (sebelum saham melantai di bursa).

Sebagai referensi, dalam periode 2012-2016, broker yang paling sering menjadi Stock Lead Underwriter berdasarkan Pusat Informasi Go Public IDX adalah:

  • Mandiri Sekuritas (16 kali)
  • Bahana Securities (11 kali)
  • RHB OSK Securities (12 kali)
  • Indo Premier Securities (10 kali)
  • Ciptadana Securities (9 kali)
  • Danareksa Sekuritas (9 kali)
  • Sinarmas Sekuritas (9 kali)

Acuan kelima ini dapat Anda abaikan, jika pembelian saham IPO tidak masuk dalam rencana investasi Anda. Akan tetapi, keempat acuan lainnya benar-benar perlu Anda cari informasinya.

Bagaimana jika sekarang sudah telanjur bergabung dengan broker saham yang kurang cocok? Yah, Anda bisa mendaftar lagi untuk membuka rekening efek dengan broker saham lain. Setiap orang bebas untuk memiliki banyak rekening efek sekaligus, ataupun memindahkan dana ke broker saham berbeda. Saat itulah, panduan cara memilih broker saham terbaik ini bisa Anda manfaatkan.

 

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.