PWON: Marketing Sales Semester I Turun 42 Persen

Salah satu emiten di bidang properti, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) mencatatkan penurunan terhadap marketing sales atau pra penjualan di semester I tahun 2016 yaitu sebesar 42.8 persen.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Salah satu emiten di bidang properti, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) mencatatkan penurunan terhadap marketing sales atau pra penjualan di semester I tahun 2016 yaitu sebesar 42.8 persen.

 

Pakuwon

 

Pada periode semester awal tahun ini, emiten berkode PWON hanya memperoleh marketing sales senilai Rp 1.14 triliun atau sekitar 37 persen dari jumlah keseluruhan target yang ditetapkan oleh perseroan yakni senilai Rp 3.1 triliun. Padahal pada periode semester I tahun lalu, perseroan PWON mampu mencapai perolehan pra penjualan senilai Rp 2 triliun.

Direktur Keuangan PT Pakuwon Jati Tbk menjelaskan, perolehan marketing sales semester I tahun ini didorong oleh perolehan dari proyek apartemen dengan nilai Rp 755 miliar. Sedangkan sekitar 32 persen lainnya berasal dari Grand Pakuwon dan Pakuwon City Surabaya yaitu sekitar Rp 366 miliar dan hanya sekitar dua persen berasal dari penjualan proyek perkantoran.

 

Optimis Mampu Penuhi Target Penjualan

Marketing sales PWON masih relatif jauh dengan target, tapi pihak manajemen perseroan tetap optimis akan mampu mencapai target tersebut. Pihak manajemen meyakini bahwa penurunan marketing sales terjadi karena proyek-proyek baru PWON baru dikembangkan tahun lalu sehingga emiten PWON hanya menjual stok dari proyek yang sudah ada saja.

Minatur Basuki menyatakan, kebijakan Tax Amnesty oleh pemerintah diharapkan bisa menaikkan penjualan PWON tahun ini karena pada semester II nanti, PWON akan mengeluarkan tiga proyek baru agar bisa mengejar target penjualan. Proyek baru tersebut meliputi dua gedung perkantoran serta satu tower kondominium.

268989

Pernah menempuh pendidikan di Fakultas Sastra, jurusan Sastra Inggris konsentrasi Linguistik, Unversitas Negeri Malang. Menyukai bidang kepenulisan dan dunia penerjemahan ekonomi dan bisnis sejak tahun 2013 silam. Saat ini menjadi jurnalis di Seputarforex yang bertanggung jawab untuk menulis berita emas dunia, forex, dan saham.