Ulasan Saham 18 Maret: Menu Trading Saham Hari Ini

Bagaimana pergerakan IHSG di awal pekan ini? Sentimen apa yang harus diperhatikan oleh investor? Simak pula saham-saham pilihan untuk menu trading hari ini

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

IHSG View

Investor asing kembali masuk dan didukung pula oleh aktivitas beli investor domestik. Kondusifnya sentimen global dari sisi AS-China membuat investor sedikit optimis. IHSG naik +0.75% pada (15/03).

Beberapa sektor yang mendorong kenaikan IHSG bisa lihat dibawah ini:

  1. Industri Dasar +2.35%
  2. Keuangan +1.29%
  3. Perdagangan dan Jasa +0.52%

 

Macro View

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bulan lalu terjadi deflasi 0.29% di daerah pedesaan. Tak hanya itu, di daerah perkotaan juga terjadi deflasi 0.08%. Kondisi deflasi baik di perkotaan maupun perdesaan membantu menjaga daya beli buruh. Upah nominal buruh tani Februari 2019 tercatat naik 0.33% dari Rp 53,604 per har hari menjadi Rp 53,781 pr hari. Upah riil juga mengalami kenaikan 0.62% dari Rp 38,384 per hari menjadi Rp 38,662 per hari.

 

Komentar: Rapat Bank Indonesia (BI) dan The Fed

Update: Investor akan menunggu dua rapat penting dari dalam dan luar negeri, karena Bank sentral Indonesia dan AS akan merilis kebijakan moneter terbaru. Jika The Fed diramal akan menahan suku bunga, maka BI ada peluang untuk menurunkan suku bunga 25bps. Penurunan ini tentu akan sangat positif bagi pasar saham, menilai ruang inflasi domestik yang stabil dalam dua bulan awal di tahun ini.

  • Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) berencana melepas saham Treasury sekitar 377.15 juta lembar pada 2019. Batas akhir pelepasan 377.157.951 lembar atau 4,33% dari modal disetor yakni November 2019. Perseroan memproyeksikan pelepasan dilakukan setidaknya ketika telah sedikit melewati harga IPO atau Rp600.
  • Volume penjualan Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) pada Februari 2019 tumbuh tipis sebesar 1% YoY menjadi 1,3 juta ton. Volume penjualan paling banyak dikontribusikan melalui penjualan di daerah Banten, Jawa Barat dan Indonesia bagian timur. Adapun pertumbuhan yang tipis tersebut disebabkan oleh faktor cuaca dengan curah hujan yang tinggi di Pulau Jawa.

 

Teknikal

Indeks berhasil naik dalam dua hari terakhir, dan membukukan volume beli yang kembali stabil. MACD berpotensi Golden Cross, diikuti oleh candle Three White yang memberikan gambaran aktivitas pasar yang sedang Bullish. Peluang untuk membentuk support kuat di 6,500.

Ulasan Saham 18 Maret: Menu Trading

Jakarta Composite Index Snapshot


Range IHSG: 6,400-6,500

Prediksi: Bullish

 

Saham-Saham Pilihan

1. WIKA (Wijaya Karya)

Last price: 1,940

Harga mendekati resistance breakout (1,975), berada di upper band Bollinger Band. Volume beli cukup tinggi dalam sepekan terakhir. Strong Bullish dalam jangka pendek.

Action: Hold

  • TP: 1,975 dan 2,170
  • Support: 1,840
  • Cutloss: 1,800
  • Area Buy: 1,840-1,860

 

2. BBRI (Bank Rakyat Indonesia)

Last price: 3,980

MACD Golden Cross, diikuti oleh volume beli yang cukup tinggi dalam dua hari terakhir. RSI 56.5%. MA5 memotong ke atas MA20.

Action: Hold

  • TP: 4,020 dan 4,100
  • Support: 3,860
  • Cutloss: 3,820
  • Area Buy: 3,880-3,900

 

3. PGAS (Perusahaan Gas Negara)

Last price: 2,460

Memulai kembali fase rebound-nya, volume beli meningkat dalam tiga hari terakhir. RSI 33.5% (jenuh jual). MA5 memotong ke atas MA50.

Action: Hold

  • TP: 2,530 dan 2,650
  • Support: 2,440
  • Cutloss: 2,400
  • Area Buy: 2,440-2,460

 

4. BBKP (Bank Bukopin)

Last price: 370

Bertahan di garis MA200, dengan diikuti volume beli yang stabil. RSI jenuh jual <30%. Jika MA5 gagal memotong ke bawah MA200 maka konsolidasi untuk Bullish Confirm.

Action: Speculative Buy

  • TP: 382 dan 390
  • Support: 368
  • Cutloss: 362
  • Area Buy: 368-372
Arsip Analisa By : Aditya Putra

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.