OctaFx

iklan

Ulasan Saham 20 Maret: Menu Trading Saham Hari Ini

Kinerja indeks di jangka pendek masih cukup stabil setelah kenaikan di tiga hari sebelumnya dan kembali mendekati level support 6,500. Lalu bagaimana dengan peluang indeks hari ini?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

IHSG View

Kinerja indeks membukukan koreksi harian setelah sebelumnya berhasil mencatat kenaikan double. Pekan ini cukup sibuk karena ada beberapa data moneter yang akan ditunggu oleh investor dan negosiasi perdagangan antara AS-China terpantau kurang positif. IHSG turun 0.45% pada Rabu (20/03).

Beberapa sektor yang mendorong penurunan IHSG bisa lihat di bawah ini:

  1. Industri Dasar -1.10%
  2. Aneka Industri -1.10%
  3. Barang Konsumsi -1.00%

 

Macro View

Realisasi belanja pemerintah pusat sepanjang Februari 2019 mencapai Rp 145.68 triliun. Belanja tersebut naik 14.19% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Serapan belanja pemerintah pusat tersebut setara dengan 8.91% dari target APBN 2019 yaitu Rp 1,634.34 triliun. Ini relatif sama dengan serapan Februari 2018 yang sebesar 8.8% dari pagu.

 

Komentar: Tekanan Hubungan Dagang AS-China Kembali

Update: Masih menunggu hasil rapat The Fed dan Bank Indonesia (BI) di pekan ini terkait suku bunga. Sementara itu, negosiasi dagang kembali menjadi sentimen negatif karena investor mulai kembali pesimis dengan kelanjutannya. Namun berita positif dari Fitch Rating yang mengumumkan Indonesia tetap berada di posisi BBB dengan outlook stable akan cukup memberikan penahanan pelemahan bagi indeks hari ini.

  • Wijaya Karya (WIKA) memproyeksikan akan mendapat dana segar hingga Rp700 miliar dari divestasi kepemilikan di sejumlah proyek dan aset perseroan tahun ini. Divestasi ini dilakukan perseroan untuk semua investasi yang besifat jangka panjang, salah satu kategorinya jalan tol. Sementara perseroan lebih memilih memperbesar balance sheet capacity agar lebih memiliki kekuatan finansial. Saat ini perseroan menjaga rasio DER di level 1.7x dengan covenant di level 2.5x-3x.
  • Rumor: Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) membantah kabar yang menyebutkan bahwa sebagian sahamnya akan diakuisisi oleh Para Group milik Chairul Tanjung. Sebelumnya, beredar kabar rencana akuisisi ini dalam rangka membawa brand Transmart masuk ke pasar modal. Untuk itu manajemen menegaskan bahwa tidak mengetahui asal kabar tersebut dan membantah segala kabar yang menyebutkan adanya rencana penjualan saham perusahaan.

 

Teknikal

Indeks kembali tertahan ketika dihadapkan pada posisi terbuka untuk membukukan Resistance Breakout. MACD gagal terkonfirmasi Golden Cross. RSI 44.1%. saat ini berada di middle band Bollinger Band. Dalam jangka dekat, indeks kembali menunggu konsolidasi di area (6,450-6,550).

 Ulasan Saham 20 Maret: Menu Trading

Jakarta Composite Index Snapshot

Range IHSG: 6,440-6,520

Prediksi: Bearish

 

Saham-Saham Pilihan

1. KBLI (KMI Wire & Cable)

Last price: 352

Macd golden cross dan diikuti oleh volume beli yang cukup tinggi terhitung sejak awal tahun ini. RSI 56.4% (belum jenuh beli).

Action: Hold

  • TP: 364 dan 382
  • Support: 326
  • Cutloss: 316
  • Area Buy: 326-332

 

2. WSBP (Waskita Beton Precast)

Last price: 386

Garis MA5 berpotensi memotong ke atas MA20 dan MA50. MACD berpotensi golden cross, RSI 58.2%, dalam jangka pendek berpotensi untuk bullish reversal.

Action: Hold

  • TP: 396 dan 410
  • Support: 384
  • Cutloss: 378
  • Area Buy: 384-386

 

3. BULL (Buana Lintas Utama)

Last price: 172

MACD golden cross, harga masih berada dalam tren bullish di jangka pendeknya. RSI 63.3%. MA5 berada di atas MA20 dan MA50.

Action: Hold

  • TP: 182 dan 198
  • Support: 160
  • Cutloss: 154
  • Area Buy: 160-164

 

4. JSMR (Jasa Marga)

Last price: 5,300

Kembali menguji level high resistance, MACD golden cross dan MA5 masih berada di atas MA20 dan MA50. Berada di upper band Bollinger Band.

Action: Hold

  • TP: 5,400 dan 5,700
  • Support: 5,150
  • Cutloss: 5,000
  • Area Buy: 5,150-5,200
Arsip Analisa By : Aditya Putra

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.