Cara Menyaring Saham Bagus Dan Murah Ala Joel Greenblatt

Joel Greenblatt adalah Value Investor terkenal karena screening saham rancangannya yang menarik untuk mencari (screening) saham bagus dengan harga murah.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Joel Greenblatt

Joel Greenblatt adalah seorang Value Investor dan cukup terkenal karena screening saham rancangannya yang menarik; mencari saham bagus dengan harga sedang murah. Cara screening saham dituturkan dalam bukunya berjudul "The Little Book That Beats The Market"; sebuah buku yang mudah dicerna dan apabila diikuti, diharapkan investor bisa mendapatkan hasil memuaskan, bahkan di atas rata-rata. Bagaimana caranya?

 

Joel Greenblatt 

Cara screening saham untuk investasi ala Greenblatt telah diterapkan oleh beliau sendiri dengan menghasilkan imbal hasil memuaskan sebesar 30% per tahun selama 17 tahun, dengan cara membeli saham bagus dengan harga murah.

Indeks S&P 500 tumbuh sebesar 12% per tahun, sehingga imbal hasil dari Greenblatt termasuk luar biasa melebihi rata-rata dan melebihi indeks S&P 500. Greenblatt menamakan screening saham miliknya dengan nama Magic Formula. Singkatnya, semua saham di bursa diberi peringkat berdasarkan Magic Formula miliknya, lalu diambillah 30 saham peringkat teratas.

 Buku Joel Greenblatt

 

Magic Formula Dari Greenblatt

Magic Formula dari Greenblatt akan menyaring saham - saham bagus yang masih dihargai murah memberikan imbal hasil yang tinggi mengalahkan imbal hasil rata-rata, maka cocok untuk para Value Investor.

 

Q: Perusahaan dengan saham bagus itu yang bagaimana?

A: Perusahaan dengan saham bagus adalah yang manajemennya dapat menghasilkan tingkat keuntungan yang memuaskan, yang apabila tingkat laba nya dibandingkan dengan modal yang digunakan perusahaan maka hasilnya baik, istilahnya adalah ROC (Return on Capital).

Return on Capital = EBIT/Capital Employed


Keterangan:

  1. Return on Capital adalah tingkat keuntungan yang dihasilkan perusahaan dibandingkan dengan modal yang digunakan perusahaan
  2. EBIT adalah Earnings Before Interests and Taxes, atau disebut juga Laba Operasi (Earnings from Operation), yaitu laba setelah dikurangi oleh biaya-biaya operasional, namun belum dikurangi oleh bunga dan pajak. Joel Greenblatt lebih memilih menggunakan EBIT karena tingkat bunga dan pajak setiap perusahaan berbeda-beda. Jadi, untuk membandingkan tingkat keuntungan perusahaan lebih baik menggunakan EBIT daripada Laba Bersih.
  3. Capital Employed adalah modal yang digunakan perusahaan untuk menjalankan bisnis. Modal tersebut dihitung dengan Working Capital (Aset Lancar dikurangi Hutang Jangka Pendek) ditambah Aset Tetap. Atau, Total Aset dikurangi Hutang Jangka Pendek.

Jadi, ROC adalah EBIT dibagi dengan Aset yang terlihat (Tangible Asset) atau Capital Employed.

 

Contoh; Astrie membuka sebuah toko grosir dengan modal Rp100 juta, terdiri dari modal sendiri sebesar Rp80 juta dan hutang kepada bank secara jangka panjang sebesar Rp20 juta. Pada tahun pertama, Asri mendapatkan omset sebesar Rp60 juta, lalu setelah dikurangi biaya-biaya operasional seperti membayar pemasok, membayar gaji karyawan, promosi dan sebagainya, Astrie mendapatkan keuntungan atau Laba Operasi sebesar Rp25 juta. Itu belum dikurangi bunga dan pajak. Lalu Rp25 juta tersebut dibagi dengan Rp100 juta, hasilnya adalah 25%. Maka 25% adalah Return on Capital (ROC) toko Astrie.

 

Q: Selanjutnya, bagaimana mencari saham perusahaan yang murah?

Joel Greenblatt memilih menggunakan Earning's Yield daripada Price to Earning Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV).

Earning's Yield = EBIT/Enterprise Value

Keterangan:

  1. Earning's Yield adalah tingkat keuntungan yang dihasilkan perusahaan dibandingkan dengan harga pasar perusahaan, ditambah dengan Total Hutang perusahaan.
  2. EBIT, pengertian masih sama dengan di atas pada keterangan ROC.
  3. Enterprise Value adalah Kapitalisasi Pasar (Market Capitalization) ditambah dengan Total Hutang perusahaan.

Contoh: seperti sebelumnya, pada tahun pertama Astrie mendapat Laba Operasi sebesar Rp25 juta. Lalu, Edi ingin membeli toko milik Astrie. Astrie menawarkan harga jual kepada Edi sebesar Rp180 juta. Namun, Rp180 juta adalah penawaran dengan mengalihkan hutang bank jangka panjang Astrie di awal, yaitu sebesar Rp20 juta kepada Edi.

Edi harus membayar hutang milik Astrie. Atau Edi tidak perlu membayar hutang milik Astrie, tapi Astrie menawarkan harga sebesar Rp200 juta, terlepas dari perhitungan hutangnya. Lalu disetujuilah harga Rp200 juta. Jika Laba Operasi (EBIT) yang dihasilkan tetap sebesar Rp25 juta dibagi dengan harga beli bersih dari hutang (Enterprise Value) yaitu sebesar Rp200 juta, maka 12.5% (25 juta/200 juta).

 

Rumus-rumus di atas akan diterapkan pada semua saham di bursa, lalu diberi peringkat ROC dan Earning's Yield terbesar sampai terkecil. Sebanyak 30 saham dengan peringkat teratas adalah yang dianggap layak untuk investasi. Joel Greenblatt telah membuktikannya selama 17 tahun, didapatkan imbal hasil sebesar 30% per tahun. Cukup jauh di atas rata-rata indeks komposit saham gabungan.

 

Peringatan

Joel Greenblatt menjelaskan bahwa tidak setiap tahun perusahaan pilihannya dapat mengalahkan rata-rata kenaikan indeks sahamnya. Ada kalanya rumus tersebut kalah dari nilai rata-ratanya. Di saat seperti inilah seorang investor diuji untuk tetap setia pada analisanya semula, karena banyak yang tidak tahan melihat portofolio mereka kalah dengan pasar untuk sementara.

Joel Greenblatt menjelaskan, apabila investor menerapkan rumus ini secara disiplin, maka akan berhasil mendapatkan imbal hasil tinggi. Akan tetapi, jika investor yang menerapkan rumus ini tidak tahan dengan kekalahan sementara, lalu switch ke saham lain dengan strategi lain, maka investor tersebut berhenti sebelum rumus tersebut bekerja menghasilkan imbal hasil tinggi.

 

Ingin tahu tips-tips lain agar sukses dalam investasi saham? Simak juga artikel 7 Tips Mudah Untuk Sukses Berinvestasi Saham.

Shanti Putri adalah seorang investor agresif mandiri yang merupakan mantan broker di sebuah sekuritas ternama, terutama berkecimpung di dunia saham. Dalam berinvestasi, Shanti melakukan analisa sebelum membeli dan melakukan Averaging selama fundamental masih berada di jalurnya. Sebuah kutipan dari Sun Tzu menjadi panduannya, 'Know yourself, know what you face then you will win in a thousand battles.'


Prihatin
Assalamualaikum,

Mbk salam kenal, saya mau tanya, saya mau nabung saham planing gaji 30% saya sisihkan buat investasi.

Saham yg aman untuk ditabung apa ya Mbk?

Makasih
Shanti Putri
Waalaikumsalam mas Prihatin,

Kalau untuk jangka panjang sebaiknya saham yang defensif saja dan jangan yang bersiklus.

Saya sendiri cenderung suka pada TOWR, karena marjin nya besar dan stabil. Sejak tahun 2012 marjin laba kotor sekitar 90% di tahun 2017 94.8% dan marjin laba bersih nya rata-rata 25% lebih. Di tahun 2017 aja 39.3%.

Dividen TOWR juga bagus, setahun 2 kali dibagikan. Total di 2018 dividennya adalah 6+87.61 rupiah, jadi 93.61 rupiah. Waktu itu TOWR ada di kisaran harga 510 jadi yield nya sekitar 20%.

Kalau skrg harganya 780, maka dengan segitu jadi yield nya 12%. Masih bagus menurut saya.

Setiap tahunnya dapat 12% hanya dari dividennya maka kurang dari 9 tahun sudah balik modal.

Bisnisnya jg tergolong bagus (menurut saya) karena bisnis menara telekomunikasi selalu menarik karena penggunaan handphone dan internet semakin menjamur di Indonesia.

Silahkan dianalisa lagi ya mas. Menurut saya sih TOWR bagus.

Disclaimer: Saya sendiri sudah punya sejak harga 490