OctaFx

iklan

Plus Minus Investasi Deposito, Emas, Properti, Dan Saham

282252

Pilihan investasi beragam, mulai dari menabung deposito, membeli emas, jual-beli properti, dan melalui pasar saham. Bagaimana keuntungan dan kerugiannya?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Pada hakikatnya, setiap orang mendambakan kebebasan finansial, yaitu kondisi ketika uang bekerja untuk kita dan bukannya sebaliknya. Hal ini wajar karena kita tidak mungkin selamanya dapat bekerja dan menghasilkan sebagaimana yang dapat kita hasilkan sebelum pensiun, maka impian untuk berinvestasi menjadi hal dasar yang dimiliki semua orang. Pilihan investasi pun beragam, mulai dari menabung deposito, membeli emas, jual-beli properti, dan menanam modal di pasar saham.

Sebelum menanamkan dana dalam salah satu pilihan investasi, yuk, kenali plus-minusnya.

 

Plus Minus Investasi

 

1. Menabung Lock Saving dan Deposito

Tujuan menabung Lock Saving dan Deposito: Meminimalkan resiko inflasi.


(+) Menabung di bank dengan bunga 2-3% per tahun tentu tidak menarik, terutama bagi yang nominal tabungannya di rekening kurang dari Rp10 juta. Maka, menabung dalam bentuk Lock Saving dan Deposito menjadi pilihan.

Lock Saving adalah jenis tabungan berbunga seperti layaknya bunga bank biasa, tetapi mendapatkan bonus langsung di awal deposit. Sedangkan Deposito menawarkan bunga minimal 6% per tahun. Besaran bunga yang didapatkan adalah pasti. Hal ini cukup menarik terutama bila memiliki dana yang cukup besar.


(-) Pertumbuhan dana masih terhitung sangat minim, walau lebih tinggi bunga bank yang hanya 2-3%.

 

2. Emas

Tujuan membali Emas: Perlindungan aset anti-inflasi.

 

(+) Sedari dulu, emas dijadikan alat investasi yang ampuh karena harganya mengikuti inflasi dan tidak tergerus jaman. Emas dijadikan sebagai Safe Haven dengan nilainya yang tetap, sehingga di masa krisis banyak orang cenderung senang memiliki emas ketimbang tunai, karena tidak tergerus inflasi.

Contoh ekstrem adalah: ratusan tahun yang lalu, harga seekor kambing adalah sebesar 1 keping emas Dinar saja. Sebagai info, sekeping emas Dinar adalah 4.25 gram. Di tahun 2018, harga seekor kambing adalah Rp2.5 Juta, atau setara dengan satu keping emas dinar. Luar biasa bukan, betapa nilai emas tidak berkurang dari ratusan tahun yang lalu hingga saat ini.

 

Investasi Emas

 

(-) Emas tidak cocok apabila Anda menginginkan pertumbuhan dana, karena nilainya yang tetap. Emas hanya cocok untuk mengamankan dana agar nilainya tidak berkurang.

Contoh: untuk umrah dibutuhkan dana minimal Rp15 juta atau setara dengan kurang lebih 30 gram emas, apabila Anda menabung emas sekarang, sepuluh tahun nanti mungkin nilainya Rp30 juta. Nampak seperti bertambah nilainya bukan? Harga emas Anda naik 2x lipat! Akan tetapi, coba perhatikan barang-barang di sekitar Anda, rupanya barang-barang di sekitar Anda juga naik 2x lipat!

Harga emas Anda sebanding dengan inflasi yang ada. Menabung emas tidak akan membuat dana Anda bertumbuh, meskipun minimal nilainya tidak berkurang.

 

3. Properti

Tujuan investasi properti: Pertumbuhan dana dan pemasukan rutin.

 

(+) Punya kos-kosan berkamar-kamar dan mendapatkan passive income setiap bulan darinya adalah sesuatu yang diidam-idamkan. Atau mungkin Anda pernah mendengar bahwa ada tetangga Anda yang kaya raya dari hasil jual-beli properti seperti tanah? Rumah?

Properti memang menjadi pilihan tersendiri, karena nilainya cenderung meningkat, selain juga bisa ditempati sendiri, bisa diwariskan, dan bisa disewakan. Beberapa orang bahkan menganggap bahwa investasi properti adalah yang terbaik, sehingga satu orang bisa memiliki lebih dari satu rumah, dengan tujuan investasi.


(-) Investasi di bidang properti cenderung mahal, membutuhkan modal banyak, walaupun fasilitas KPR mungkin dapat sedikit membantu. Selain itu, minat pembeli tidak menentu.

Ketika kejayaan properti di tahun 2011-2013, jual-beli rumah tampak sangat mudah. Selang satu bulan saja sudah terjual, dan harga properti melambung seiring dengan meningkatnya permintaan. Namun, ketika daya beli masyarakat menurun, jual-beli properti agak sulit. Seringkali sebuah rumah harus menunggu 1-2 tahun sampai mendapat penghuninya yang baru.

Likuiditas dalam hal jual-beli properti juga harus diperhitungkan. Dalam menjual properti, kita mesti sabar menunggu, tidak bisa menjual dan di saat itu langsung mendapat dana yang dibutuhkan. Maka, kekurangan properti adalah pada likuiditasnya yang tergantung pada keadaan ekonomi. Ekonomi membaik permintaan tinggi, likuiditas tinggi, jual-beli mudah, banyak yang kaya raya dari properti di siklus ini. Ekonomi memburuk dan permintaan rendah, jual-beli pun susah. Properti tidak seperti emas yang mudah diperjual-belikan kapan saja.

 

4. Pasar Modal

Tujuan investasi di pasar modal: Pelipatgandaan dana melalui Capital Gain dan pemasukan rutin dari Dividen.

 

Manfaat Investasi Saham

 

(+) Berkecimpung di pasar modal memang menjadi daya tarik tersendiri. Asal mau menganalisa, maka keuntungan di pasar modal adalah sangat mungkin.

Emiten-emiten memiliki daya tarik sendiri-sendiri. Beberapa karena salah harga (dengan pertumbuhan laba yang baik, tetapi masih dihargai murah oleh pasar karena belum banyak yang menyadarinya). Beberapa lagi sudah tinggi harganya, tetapi kemampuan cetak labanya, tinggi sehingga hutang jangka pendek benar-benar bukan masalah baginya; saham tersebut juga masih menarik.

Fluktuasi saham yang naik turun menawarkan Capital Gain (selisih harga jual-harga beli) yang menarik. Dan jangan lupa bahwa saham juga menawarkan pembagian laba per lembar saham yang bernama Dividen.

Beberapa dividen cukup baik; rata-rata saham bluechip menawarkan 2-3% per tahun, saham lapis dua dan tiga bisa melebihi itu. Dividen dibagikan per interim, bisa pula per tahun. Kadang dibagikan, kadang tidak; sehingga investor perlu teliti sebelum membeli. Capital Gain dari saham bisa jauh melebihi bunga deposito per tahun. Resiko juga harus dibatasi.

 

(-) Banyak yang bermimpi manis mendapatkan keuntungan dari saham dalam waktu relatif cepat. Sayangnya seringkali tidak diimbangi dengan keinginan untuk belajar yang tinggi. Alhasil, bukannya gain yang didapat malah loss atau istilahnya "nyangkut".

Untuk itu, disarankan investasi bukan hanya pada dana, melainkan juga pada waktu. Berinvestasi waktu untuk belajar analisa fundamental, teknikal, dan kalau perlu bandarmology juga. Karena setelah cutloss banyaklah baru terasa bahwa ongkos belajar itu mahal harganya. Teliti sebelum membeli, jangan membeli kucing di dalam karung.

Shanti Putri adalah seorang investor agresif mandiri yang merupakan mantan broker di sebuah sekuritas ternama, terutama berkecimpung di dunia saham. Dalam berinvestasi, Shanti melakukan analisa sebelum membeli dan melakukan Averaging selama fundamental masih berada di jalurnya. Sebuah kutipan dari Sun Tzu menjadi panduannya, 'Know yourself, know what you face then you will win in a thousand battles.'


Supri Hartanto
Investasi saham lebih menjanjingan, asalkan hati-hati dalam memilih