20 Desember 2018: BoE Dan BoJ Meeting, Tenaga Kerja Australia

286699

Data dan peristiwa berdampak hari ini adalah BoE dan BoJ meeting, tenaga kerja Australia, Retail Sales Inggris, perdagangan Selandia Baru, Jobless Claims, dan indeks Philly Fed AS.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Kamis, 20 Desember 2018:

  • Jam 04:45 WIB: data neraca perdagangan Selandia Baru bulan November 2018 (Berdampak medium-tinggi pada NZD).

Pemasukan dari hasil perdagangan internasional sangat penting bagi perekonomian Selandia Baru. Negara ini mengandalkan hasil produk pertanian dan makanan olahan untuk diekspor, sementara impornya terbatas pada energi, mesin-mesin, tekstil dan plastik. Partner dagang utamanya adalah Australia, China, AS, Uni Eropa, dan Jepang.

Indikator neraca perdagangan mengukur perbedaan total nilai impor dan ekspor dalam periode waktu satu bulan, yang dibandingkan dengan periode sama pada tahun sebelumnya (year over year atau y/y).

Jika nilai total ekspor lebih besar dari nilai total impor, maka neraca perdagangan mengalami surplus. Sebaliknya jika nilai total impor lebih besar dari ekspor, maka perdagangan mengalami defisit. Perdagangan yang surplus akan menyebabkan permintaan mata uang NZD meningkat.


20 Desember 2018: BoE Dan BoJ Meeting,

 

Bulan Oktober lalu, perdagangan Selandia Baru mengalami defisit sebesar NZD1.30 miliar (y/y), lebih rendah dari perkiraan defisit NZD0.85 miliar, tetapi lebih baik dari bulan sebelumnya yang defisit NZD1.60 miliar (defisit tertinggi sejak tahun 1951). Pada bulan Oktober 2018, ekspor y/y naik 6.6% ke NZD4.86 miliar, diikuti oleh impor y/y yang naik 14.1% ke NZD6.15 miliar.

Untuk bulan November 2018, diperkirakan perdagangan Selandia Baru y/y akan kembali defisit sebesar NZD0.88 miliar. Defisit yang lebih rendah dari perkiraan atau bahkan surplus akan cenderung menyebabkan NZD menguat.

 

Employment Change mengukur perubahan jumlah tenaga kerja di Australia dibandingkan bulan sebelumnya. Jumlah tenaga kerja sangat dipengaruhi oleh lapangan pekerjaan yang tersedia, dan merupakan indikator awal bagi pengeluaran konsumen yang menunjukkan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Data ini dirilis bersamaan dengan persentase perubahan tingkat pengangguran dibandingkan bulan sebelumnya. Angka pengangguran selalu diperhatikan oleh RBA guna menentukan target pertumbuhan dan kebijakan perubahan tingkat suku bunga.

20 Desember 2018: BoE Dan BoJ Meeting,

 

Bulan Oktober lalu, jumlah tenaga kerja di Australia bertambah 32,800 orang, jauh lebih tinggi dari perkiraan bertambah 19,900 orang dan bulan sebelumnya yang bertambah 7,800 orang. Sementara itu, tingkat pengangguran bulan Oktober berada pada angka 5.0%, lebih rendah dari perkiraan 5.1% dan sama dengan bulan sebelumnya (terendah sejak bulan April 2012). Tingkat partisipasi bulan Oktober berada pada angka 65.6%, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang 65.5%.

Untuk bulan November 2018, diperkirakan tenaga kerja akan bertambah 20,000 orang dan tingkat pengangguran akan tetap 5.0%. Hasil rilis data pertambahan tenaga kerja yang lebih tinggi dari perkiraan dan tingkat pengangguran yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung menyebabkan AUD menguat.

 

  • Waktu Tentative: hasil meeting BoJ: pengumuman suku bunga bulan Desember 2018 dan Statement kebijakan moneter BoJ (Berdampak tinggi pada JPY).

Suku bunga diumumkan bersamaan dengan Statement kebijakan moneter (Monetary Policy Statement) rata-rata 14 kali dalam setahun. Di samping suku bunga, Statement juga berisi perkiraan kondisi ekonomi Jepang untuk waktu mendatang.


20 Desember 2018: BoE Dan BoJ Meeting,

 

Bulan Januari 2016 lalu, BoJ memotong suku bunganya menjadi negatif dari 0.0% ke -0.1%, penurunan pertama sejak tahun 2010 dan merupakan rekor suku bunga terendah. Tujuan pemotongan tersebut adalah untuk meningkatkan pertumbuhan dan menaikkan inflasi. Bulan September 2016, BoJ mengumumkan kebijakan yield curve control, dan pada bulan Juli 2017 menaikkan besaran stimulus dengan menambah pembelian bond pemerintah.

Karena laju inflasi belum juga naik, pada bulan Juli 2017, BoJ memutuskan untuk mengundur batas pencapaian target inflasi 2.0% dari tahun 2018 menjadi hingga tahun 2019. Bulan Januari lalu, di luar dugaan BoJ mengumumkan telah mengurangi pembelian obligasi pemerintah untuk jangka panjang.

Pada meeting terakhir 31 Oktober lalu, BoJ mempertahankan suku bunga acuan pada level -0.1%, dan target yield bond pemerintah untuk jangka waktu 10 tahun pada 0.0%. Statement pasca pertemuan itu menyebutkan bahwa momentum untuk mencapai target inflasi 2.0% masih belum tercapai, meskipun sudah dilakukan pembelian asset secara masif. Bank sentral juga merevisi turun target inflasi untuk kuartal pertama tahun 2019 dari 1.1% menjadi 0.9%. Inflasi rata-rata untuk tahun 2019 direvisi turun pula dari 1.5% ke 1.4%.

Dengan data inflasi y/y terakhir yang +1.4%, dan GDP kuartal ketiga tahun ini yang turun 0.6% (terendah sejak kuartal kedua 2014), maka untuk bulan Desember ini, diperkirakan BoJ masih akan mempertahankan suku bunga sebesar -0.1%. Statement kebijakan moneter BoJ bisa dibaca di sini.

 

  • Waktu Tentative: konferensi pers BoJ yang dihadiri gubernur Haruhiko Kuroda (Berdampak tinggi pada JPY)

Kuroda akan menjelaskan kebijakan moneter yang baru jika terjadi perubahan seperti suku bunga, pengurangan stimulus atau kebijakan lainnya, termasuk juga jika terjadi perubahan proyeksi ekonomi. Isi konperensi pers bisa dibaca di sini.

 

  • Jam 16:30 WIB: data Retail Sales Inggris bulan November 2018 (Berdampak tinggi pada GBP).

Retail Sales adalah salah satu indikator penting yang bisa menggerakkan mata uang GBP. Di Inggris, indikator ini disebut juga dengan Sales Volume atau All Retailers Sales. Ada 2 jenis rilis yang diperhatikan, yakni Retail Sales total dan Retail Sales inti yang tidak termasuk otomotif dan bahan bakar. Masing-masing data diterbitkan dalam versi month over month (m/m) dan year over year (y/y). Data m/m merupakan persentase perubahan yang dibandingkan dengan bulan sebelumnya, sedangkan data y/y adalah persentase yang dibandingkan dengan bulan sama pada tahun sebelumnya.

Penjualan ritel merupakan indikator awal untuk pengeluaran konsumen dan akan berdampak pada pertumbuhan juga tingkat inflasi. Di Inggris, yang berdampak tinggi adalah Retail Sales total, baik m/m maupun y/y.


20 Desember 2018: BoE Dan BoJ Meeting,

 

Penjualan ritel total Inggris bulan Oktober lalu turun 0.5% (atau -0.5%), lebih rendah dari perkiraan naik 0.2%, dan menjadi yang terendah sejak bulan Maret lalu. Sementara untuk basis tahunan (y/y), Retail Sales bulan Oktober naik 2.2%, terendah dalam 6 bulan. Pada bulan Oktober 2018, penurunan penjualan tertinggi terjadi pada stasiun bahan bakar, toko pakaian, dan toko perlengkapan rumah.

Untuk bulan November 2018, diperkirakan Retail Sales total m/m akan naik 0.3%, dan y/y akan naik 1.9%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan GBP menguat.

 

  • Jam 19:00 WIB: hasil meeting BoE: (Berdampak tinggi pada GBP):

1. Data Asset Purchase Facility BoE bulan Desember 2018:

Asset Purchase Facility BoE  adalah target pembelian asset oleh BoE. Data ini berkaitan dengan program Quantitative Easing dari BoE, yaitu jumlah dana total yang akan digunakan oleh BoE untuk membeli asset-asset di pasar terbuka. Pada meeting terakhir 1 November lalu, dana untuk pembelian asset adalah sebesar £435 miliar, sesuai dengan perkiraan dan sama dengan bulan sebelumnya.

Untuk bulan Desember 2018 ini, dana pembelian diperkirakan akan tetap sebesar £435 miliar. Jika jumlah dana untuk pembelian asset dikurangi (lebih kecil dari sebelumnya), maka GBP akan cenderung menguat.

2. Pengumuman suku bunga dan ringkasan kebijakan moneter BoE bulan Desember 2018.

Penentuan suku bunga dilakukan dengan cara voting di antara para anggota Monetary Policy Committee (MPC). Pada meeting 2 Agustus lalu, BoE menaikkan suku bunga acuan sebesar 0.25% pada level +0.75%, sesuai dengan perkiraan pasar. Kenaikan ini adalah yang kedua kali dalam 10 tahun terakhir, dan menjadi suku bunga tertinggi sejak bulan Maret 2009.


20 Desember 2018: BoE Dan BoJ Meeting,

 

Pada meeting terakhir 1 November lalu, BoE mempertahankan suku bunga pada +0.75%, sesuai dengan perkiraan pasar. Dalam statement dan notulen yang dirilis seusai meeting, disebutkan bahwa outlook ekonomi Inggris akan bergantung pada hasil kesepakatan Brexit, terutama yang menyangkut perdagangan dengan negara-negara Uni Eropa. BoE juga merevisi turun pertumbuhan untuk tahun 2018 dari 1.4% ke 1.3%, dan untuk tahun 2019 dari 1.8% ke 1.7%. Inflasi tahun 2018 diproyeksikan naik dari 2.3% ke 2.5%, tetapi untuk tahun 2019 direvisi turun dari 2.2% ke 2.1%.

Data terakhir menunjukkan, inflasi tahunan bulan November turun ke +2.3%, terendah sejak bulan Maret tahun lalu. Di sisi lain, GDP kuartal ketiga tumbuh 0.6% q/q dan 1.5% q/y. Dari data tersebut, dan ditambah dengan proses Brexit yang belum mencapai kesepakatan dengan Uni Eropa, maka untuk meeting hari ini diperkirakan BoE masih akan mempertahankan suku bunga acuannya pada level +0.75%. Jika BoE kembali menaikkan suku bunga, maka GBP akan cenderung menguat. Statement meeting hari ini bisa dibaca di sini.

 

  • Jam 19:00 WIB: notulen meeting BoE hari ini (20 Desember 2018) (Berdampak tinggi pada GBP).

Selain penetapan suku bunga dan pembelian asset, rapat MPC juga dimaksudkan untuk memperoleh gambaran dalam menetapkan suku bunga berikutnya. Notulen meeting antara lain berupa hasil voting untuk target pembelian asset dan penentuan suku bunga.

Dirilis dengan format: X1-X2-X3, di mana X1 menunjukkan jumlah anggota yang setuju kenaikan pembelian asset atau kenaikan suku bunga, X2 adalah jumlah anggota yang setuju dengan penurunan pembelian asset atau penurunan suku bunga, dan X3 merupakan jumlah anggota yang tidak ingin ada perubahan.

Pada meeting terakhir 1 November lalu, hasil voting untuk suku bunga adalah 0-0-9, dan pembelian asset 0-0-9. Artinya, seluruh anggota MPC setuju untuk mempertahankan suku bunga dan jumlah pembelian asset. Pada meeting hari ini, diperkirakan hasil voting untuk suku bunga dan pembelian asset akan tetap 0-0-9; seluruh anggota MPC diproyeksi akan memilih opsi mempertahankan suku bunga pada level +0.75%, dan pembelian asset tetap dipertahankan sebesar £435 milliar.

Jika hasil voting menunjukkan ada anggota MPC yang memilih opsi kenaikan suku bunga atau mengurangi pembelian asset, maka GBP akan cenderung menguat. Hasil rilis notulen meeting BoE hari ini bisa diunduh di sini.

 

  • Jam 20:30 WIB: data Jobless Claims AS per 14 Desember 2018 (Berdampak rendah-medium pada USD).

Jobless Claims mengukur jumlah klaim tunjangan pengangguran selama minggu lalu, dan merupakan data fundamental paling awal yang berhubungan dengan jumlah tenaga kerja. Data Jobless Claims juga indikator awal bagi pengeluaran konsumen yang akan mempengaruhi tingkat inflasi. Ada 2 data yang dirilis, yaitu Initial Jobless Claims dan Continuing Jobless Claims. Initial Jobless Claims mengukur jumlah mereka yang baru pertama kali menerima tunjangan pengangguran dan lebih berdampak. Karena itu, indikator Jobless Claims biasanya mengacu pada data initial.


20 Desember 2018: BoE Dan BoJ Meeting,

 

Minggu lalu, Jobless Claims AS berkurang 27,000 ke 206,000 klaim, lebih rendah dari perkiraan yang 226,000 klaim, dan menjadi yang terendah sejak bulan April 2015. Klaim rata-rata 4 mingguan turun 3,750 ke 224,750 klaim. Untuk minggu ini, diperkirakan klaim tunjangan pengangguran akan naik 13,000 ke 219,000 klaim. Hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.

 

  • Jam 20:30 WIB: indeks Philly Fed Manufacturing AS bulan Desember 2018 (Berdampak medium pada USD)

Indikator sentimen bisnis yang dirilis oleh The Fed of Philadelphia ini merupakan indikator awal ISM Manufacturing Index. Indeks dibuat berdasarkan survei terhadap para pelaku manufaktur di wilayah Philadelphia, mengenai prospek bisnis dan perekonomian AS. Data ini menjadi salah satu acuan analis untuk mengukur tingkat kepercayaan investor. Angka indeks yang positif (lebih besar nol) menggambarkan perekonomian membaik, sedangkan indeks dengan angka negatif mengindikasikan kondisi ekonomi yang sedang menurun.


20 Desember 2018: BoE Dan BoJ Meeting,

 

Bulan November lalu, indeks Philly Fed Manufacturing berada pada angka +12.9, lebih rendah dari perkiraan yang +20.1, dan menjadi yang terendah dalam 3 bulan terakhir. Penurunan tersebut disebabkan oleh merosotnya indeks new orders, shipment, dan employment. Untuk bulan Desember 2018, diperkirakan indeks Philly Fed Manufacturing akan naik ke angka +15.6. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan mendukung penguatan USD.

 

Keterangan: Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Pair Rate    
AUD/JPY 72.76 72.76 -65
AUD/USD 0.6764 0.6764 -30
EUR/CHF 1.0921 1.0921 -43
EUR/USD 1.1020 1.1020 -20
GBP/JPY 134.13 134.13 -120
GBP/USD 1.2471 1.2471 -53
NZD/USD 0.6259 0.6259 -41
USD/CAD 1.3268 1.3268 2
USD/CHF 0.9911 0.9911 -21
USD/JPY 107.56 107.56 -49
21 Sep 03:59